Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PIala Asia arrow Gagal Lolos Pra-Kualifikasi Olimpiade
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1707
mod_vvisit_counterYesterday1748
mod_vvisit_counterThis week15026
mod_vvisit_counterThis month28118
mod_vvisit_counterAll5691463

sloganvoli.jpg

Gagal Lolos Pra-Kualifikasi Olimpiade PDF Print E-mail
Written by marto   
Monday, 10 September 2007

Australia Kali Pertama Juara Asia
JAKARTA, JP - Tim voli pria Indonesia membuang kesempatan emas. Tampil di kandang sendiri, mereka gagal menembus babak Pra-Kualifikasi Olimpiade 2008.

Itu terjadi setelah tim Merah Putih hanya mampu menduduki posisi ketujuh dalam Kejuaraan Voli Asia 2007 di Istora, Senayan, Jakarta, yang berakhir kemarin. Padahal, babak prakualifikasi yang dilaksanakan di Jepang tersebut hanya meloloskan enam tim, termasuk Jepang (juara 2005) dan Tiongkok (tuan rumah Olimpiade 2008).

Dalam laga terakhir, Indonesia harus mengakui ketangguhan Korea Selatan (Korsel) dengan skor 0-3 (17-25, 17-25, 21-25). Padahal, hanya dengan kemenangan atas Negeri Ginseng tersebut peringkat Erwin Rusni dkk naik ke posisi ketujuh.

"Setelah kejuaraan ini, mau tidak mau, kami harus melakukan konsolidasi internal. Tim ini dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games," kata asisten pelatih Indonesia Machfud Irsyada setelah pertandingan.

Padahal, Indonesia ikut diuntungkan jadwal. Mereka tak perlu bersusah payah merangkak melalui babak penyisihan grup. Sayang, hanya satu kemenangan yang bisa diraih, yakni atas Thailand.

Dari evaluasi yang dilakukan jajaran pelatih setiap usai pertandingan, para punggawa Indonesia masih menunjukkan grafik yang tidak stabil. Machfud mengatakan, kemenangan atas Thailand 3-2 tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk mewujudkan emas pada agenda multieven dua tahunan tersebut.

Di bawah dukungan fanatis penonton yang memadati Istora, seharusnya Indonesia bisa menumbangkan Thailand dengan skor mutlak 3-0. Selain itu, hasil manis yang dituai Thailand atas Jepang juga menjadi bahan evaluasi yang tak kalah penting.

Namun, Machfud menolak jika evaluasi tersebut bakal berimbas pencopotan pemain dari tim nasional. Dia menjamin tak ada perubahan tim nasional hingga ke SEA Games Desember mendatang. Hanya, dia akan tetap menyiapkan pengganti quicker Joni Sugiyatno yang dibekap cedera metacarpal. Beberapa nama yang diincar adalah Ahmad Zaenuddin dan Andri yang beberapa waktu lalu dicoret dari pelatnas.

"Tekanan di SEA Games nanti jauh lebih besar karena kami bermain di bawah pendukung fanatik Thailand. Kejuaraan ini benar-benar bisa dijadikan bahan evaluasi sebelum ke SEA Games," tegasnya.

Sementara itu, kali pertama Australia meraih gelar kampiun dari ajang dua tahunan yang berakhir kemarin tersebut. Torehan itu menjadi kali pertama bagi Australia selama mengikuti Kejuaraan Asia tersebut. Prestasi mereka selalu mentok di peringkat kedua pada 1999 dan 2001. Australia ditumbangkan Tiongkok pada final Kejuaraan Asia 1999 dan Korsel pada 2001.

Tanda-tanda Australia menuju juara terlihat saat tim besutan Russel Borgeoud tersebut tak menuai satupun kekalahan hingga Sabtu lalu. Namun, predikat tersebut musnah setelah Australia dikandaskan Tiongkok 2-3 (25-21, 24-26, 25-21, 23-25, 12-15) dalam pertandingan kemarin.

Untung, Thailand menjadi penyelamat Australia. Tim asal Negeri Gajah Putih itu meraih hasil mengejutkan dengan menumbangkan juara bertahan Jepang tiga set langsung (25-20, 25-23, 25-23). "Saya tak menyangka bahwa Thailand bisa memberikan perlawanan begitu hebatnya. Segala macam strategi yang kami terapkan tak bisa membendung serangan mereka," kata Tatsuya Ueta, pelatih Jepang.

Dengan kekalahan itu, Jepang gagal menambah predikat sebagai juara untuk kali kedelapan di turnamen tersebut. Kali ini mereka hanya menjadi runner-up, diikuti Korsel di peringkat ketiga. (vem)


HASIL KEMARIN:

Iran v Taiwan: 3-2 (25-20, 30-32, 24-26, 25-19, 15-8). Korsel v Indonesia: 3-0 (25-17, 25-17, 25-21). Tiongkok v Australia: 3-2 (21-25, 26-24, 21-25, 25-23, 15-12). Thailand v Jepang: 3-0 (25-20, 25-23, 25-23)

Klasemen Akhir:
Main Menang Kalah Nilai Memasukkan Kemasukan Ratio
1. Australia 7 6 1 13 665 616 1,079
2. Jepang 7 5 2 12 566 482 1,174
3. Korsel 7 5 2 12 575 514 1,118
4. Tiongkok 7 5 2 12 625 613 1,019
5. Iran 7 3 4 10 617 612 1,008
6. Thailand 7 2 5 9 616 641 0,960
7. Indonesia 7 1 6 8 564 640 0,881
8. Taiwan 7 1 6 8 554 664 0,843

Distribusi Juara Asia
1975 Jepang
1979 Tiongkok
1983 Jepang
1987 Jepang
1989 Korsel
1991 Jepang
1993 Korsel
1995 Jepang
1997 Tiongkok
1999 Tiongkok
2001 Korsel
2003 Korsel
2005 Jepang
2007 Australia

Last Updated ( Monday, 10 September 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=