Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Harapan di Pundak Andy dan Koko
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday323
mod_vvisit_counterYesterday1885
mod_vvisit_counterThis week4229
mod_vvisit_counterThis month32610
mod_vvisit_counterAll5695955

sloganvoli.jpg

Harapan di Pundak Andy dan Koko PDF Print E-mail
Written by benny   
Thursday, 23 November 2006
Nama Koko Prasetyo Darkuncoro dan Andy Ardiansyah sebenarnya sudah tak asing lagi bagi pencinta bola voli pantai Indonesia. Namun, baru di Asian Games 2006 mereka akan turun di ajang multievent sebagai pasangan.

Koko meraih emas di SEA Games 2003 Vietnam saat berpasangan dengan Agus Salim. Sementara Andy mendapat emas dua tahun berikutnya di Filipina bersama Supriyadi.

Demi mendapat pasangan yang bisa bertahan lebih lama dari segi usia, pelatih merombak pasangan. Andy dan Koko, yang lebih muda daripada pasangan masing-masing, digabungkan sejak awal tahun ini.

Penampilan mereka ternyata cukup menjanjikan. Pada tes pertama di dua seri Asia pasifik di Iran, Maret lalu, Andy/Koko mengungguli seniornya, Agus/Supriyadi, dengan meraih juara.

Mereka juga diturunkan pada empat seri awal kejuaraan bola voli pantai dunia. Mei lalu, di Shanghai, China, Andy/ Koko lolos ke babak utama ketika Agus/Supriyadi hanya bertahan di babak kualifikasi.

Pada dua seri berikutnya di Kroasia dan Italia, Andy/Koko tak mampu menembus babak utama. Baru di Portugal, pada pertengahan Juni, tiket babak utama bisa diperoleh kembali.

Koko menyatakan, ketika untuk pertama kali turun pada kejuaraan internasional, pemain lawan belum mengetahui kekuatan mereka berdua. "Namun, lama-lama permainan kami terbaca," kata Koko, yang pernah menekuni bulu tangkis semasa sekolah.

Namun dengan kedatangan pelatih asal Australia, Steve Andersen, sejak Oktober, kemampuan mereka kembali diasah. Dengan porsi latihan lebih keras, pemain ditekankan untuk mengurangi kesalahan dalam setiap permainan.

Menurut Andersen, Andy dan Koko sangat dinamis, bersemangat, dan memiliki kemampuan yang setara. Keduanya bisa cepat berganti posisi meski Koko akan mengawali permainan sebagai defender di belakang dan Andy berperan sebagai blocker di depan.

Andy dan Koko mengakui, meski berlatih dengan intensitas lebih keras, kemampuan mereka berkembang dengan hadirnya Andersen. "Tadi saja, kami baru selesai berlatih sekitar pukul 11.30," kata Koko, yang berlatih mulai pukul 07.30 setiap pagi.

Sementara Andy mengatakan, dia berusaha untuk secepatnya bisa mengimbangi permainan Koko yang memiliki prestasi lebih bagus saat berpasangan dengan Agus. Namun, Andy memiliki sedikit kendala dengan ngilu di lutut kanannya akibat latihan beban yang berlebih.

"Mudah-mudahan saja sakitnya tak mengganggu saat bertanding. Saya akan berusaha untuk menyembuhkannya sebelum berangkat," ujar Andy.

source: Kompas 

Last Updated ( Thursday, 23 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=