Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Bunga di Lapangan Bola Voli
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1284
mod_vvisit_counterYesterday1691
mod_vvisit_counterThis week6836
mod_vvisit_counterThis month38756
mod_vvisit_counterAll5519571

sloganvoli.jpg

Bunga di Lapangan Bola Voli PDF Print E-mail
Written by donny   
Friday, 09 November 2007
Panggil dia Picci. Si jangkung nan cantik itu fasih berbahasa Italia dan Portugis, tetapi dia bukan penerjemah. Penyuka piza dan nanas ini adalah atlet voli putri kebanggaan Italia. Kehadirannya di lapangan sungguh menyejukkan mata. Selain wajah rupawan dan figur tinggi semampai, senyumnya pun meluluhkan hati. Ditambah lagi dia jagoan mencetak angka

 Di mana pun tim bola voli putri Italia tampil, sosok Piccinini dengan cepat menjadi favorit penonton. Mengenakan seragam kebangsaan negerinya yang berwarna biru dengan nomor punggung 12, Piccinini tampak menonjol. Padahal, kalau di lapangan, posturnya kalah menjulang ketimbang rekan-rekannya.  Tingginya pun pas-pasan untuk seorang atlet bola voli, yakni 1,8 meter dengan berat 74 kilogram. Biar begitu, dibandingkan dengan perempuan kebanyakan dia sangat jangkung. Bahkan, banyak pria yang tingginya di bawah dia.  Apalagi, dia tidak sekadar mengandalkan penampilan fisik untuk merusak pertahanan tim lawan. Serangannya menusuk dan membuahkan angka buat timnya.

Seperti ketika berlaga pada dua hari pertama Kejuaraan Bola Voli World Cup 2007 di Osaka, Jepang. Italia sukses merebut dua kemenangan berturut-turut, 6 dan 7 November.  Piccinini membawa timnya mengungguli Serbia 3-2 (23-25, 25-14, 16-25, 25-17, 15-7) dan tuan rumah Jepang 3-0 (25-18, 25-25, 25-14).

Menurut situs FIVB, kejuaraan itu adalah salah satu kualifikasi ke Olimpiade Beijing 2008. Lahan perburuan tim-tim elite dunia merebut tiga tempat ke Beijing tahun depan.  Kemenangan itu memperpanjang dominasi Italia atas Jepang dalam 12 pertemuan terakhir mereka. Terakhir, Jepang mengalahkan Italia pada turnamen kualifikasi Olimpiade Athena di Tokyo, Mei 2004. Italia pun maju ke babak selanjutnya.  

"Bisa tampil sebagai atlet Olimpiade adalah sangat beruntung. Apalagi dapat mewakili negara saya. Itu sungguh kehormatan besar bagi saya," ujar Piccinini yang di waktu luangnya suka shopping, mendengarkan musik, membaca buku, berjalan-jalan, dan menunggang kuda.  Demi ke Olimpiade itu, Piccinini rela menjalani latihan berat dan mengorbankan banyak hal untuk berkompetisi.

Maka, selepas Olimpiade tahun depan, dia sudah merancang banyak kegiatan untuk bersenang-senang.  Salah satunya pergi berlibur. Kota yang paling ingin dia kunjungi adalah Paris. Namun, dia pun suka menyinggahi Sydney, Australia. Hal yang dia sukai dari Sydney adalah keseluruhan kondisi kotanya. Dia mengunjungi kota itu saat perhelatan Olimpiade 2000. Hanya saja, waktu itu Italia gagal meraih medali dan harus puas di urutan kesembilan.

"Kapan-kapan saya akan datang lagi ke Sydney," ujarnya.  Penggemar buku-buku buah pena sastrawan Brasil, Paulo Coelho, dan mengidolakan bintang film gaek Sean Connery itu mulai berlatih bola voli saat berumur enam tahun. Dia bergabung di timnas Italia sejak masih remaja, 16 tahun.  Kala itu, dia masih membela klub Rexona tahun 1995 dan sudah ikut di Liga A1, yang merupakan liga bola voli paling top di dunia. Di situ berkumpul para atlet bola voli terbaik dari AS, Brasil, dan Polandia.

Sekarang dia bergabung di klub Foppapedretti Bergamo yang merupakan tim tangguh di Italia.  Ia pernah membawa Italia meraih perunggu di Kejuaraan Dunia 1998, perunggu di Grand Prix 1999, dan perunggu di Kejuaraan Kontinental 1999. Sebelumnya, ia terpilih sebagai Atlet Terbaik Kejuaraan Dunia Bola Voli Yunior 1997 dan meraih perunggu pada Kejuaraan Eropa 1998. (TIA)  Koran Kompas 

Last Updated ( Friday, 09 November 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=