Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Affan Priyo Wicaksono, Quicker Nasional yang Doyan Rujak
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1546
mod_vvisit_counterYesterday1696
mod_vvisit_counterThis week5407
mod_vvisit_counterThis month37327
mod_vvisit_counterAll5518142

sloganvoli.jpg

Affan Priyo Wicaksono, Quicker Nasional yang Doyan Rujak PDF Print E-mail
Written by Esti Fauziah   
Thursday, 29 November 2007

Volimania.org, Jakarta: Jika ada pemain tim nasional bola voli Indonesia yang awalnya menggeluti olahraga bola basket, Affan Priyo Wicaksono adalah salah satunya. Saat di bangku sekolah menengah atas (SMA), best spiker Proliga 2007 ini tergabung dalam tim basket sekolahnya. 

Ketika kejuaraan antarsekolah, Affan sempat menjadi pemain terbaik (MVP) dan dilirik oleh klub Gudang Garam. Bahkan, oleh klub perusahaan rokok itu dia diiming-imingi akan disekolahkan hingga sarjana (S1). 

Namun, tawaran itu ternyata tidak membuat Affan tertarik. Pasalnya, dia telah tergoda dengan bola voli. Apalagi, olahraga ini sudah familiar di kampungnya di Madiun, Jawa Timur. Berawal dari hanya melihat kejuaraan bola voli antarkampung, Affan akhirnya tertarik untuk mencobanya. "Teman mengajak saya bergabung di salah satu klub bola voli di Madiun," kata Affan.

Karena memang berbakat, Affan pun cepat menguasai teknik bermain bola voli. Tak heran, jika dia terpilih memperkuat tim bola voli pelajar Gresik dalam Pekan Olahraga Daerah Antarsekolah pada 2002. Naik ke kelas tiga, Affan pindah sekolah ke salah satu SMA di Sidoarjo dan mengikuti kejuaraan antar daerah di Ponorogo. 

Saat Affan bertanding di Kejurda Jatim 2002, klub Surabaya Samator sedang mencari bibit pemain. Melihat Affan berbakat, Samator pun mengajaknya untuk mengikuti tes. Setelah mengikuti tes, dua pekan kemudian putra pasangan Djiun dan Sarmini ini resmi bergabung dengan Samator pada 2003. 

Di klub Samator, teknik Affan semakin terasah. Pada kompetisi Proliga 2006, Affan sudah masuk tim inti Samator di bawah besutan pelatih Mr Hu Xinyu. Sayang, di final, Affan dan kawan-kawan kalah dari Jakarta Bank BNI Taplus dengan skor 3-1.  

Namun pada final Proliga 2007, Affan dan kawan-kawan membalas kekalahan dari Jakarta Bank BNI Taplus dengan menang 3-0. "Waktu itu (2006) kami dalam tahap penyatuan. Setelah setahun kami sudah menyatu, kompak, dan solid. Sehingga bisa meraih kemenangan yang menjadi hak kami," ucap Pria yang berulang tahun saban 14 Maret itu. 

Prestasi itu membawa penghobi burung ini masuk dalam tim nasional senior yang dipersiapkan untuk Piala Asia 2007 di Jakarta dan Sea Games ke-24 pada Desember mendatang di Thailand. Gemblengan fisik pun harus dijalani Affan selama hampir 11 bulan di padepokan bola voli Sentul, Jawa Barat. Bahkan, untuk meningkatkan teknik dan metal bertanding, Affan dan kawan-kawan berlatih di Cina. "Target saya emas," tegas cowok yang suka ngerujak ini. 

 Mengaku sangat menggemari Motor GP, sehingga bila saat siaran langsung balapan Motor GP berlangsung, Affan selalu menyempatkan diri untuk menonton di layar TV. ”Meskipun pamornya mulai menurun, aku tetap menyukai Valentino Rossi” tegas Affan.

Affan tak tahu sampai kapan akan terus bermain voli. Dia juga belum mempunyai niat untuk menjadi pelatih jika kelak pensiun menjadi pemain voli. "Saya ingin bekerja kantoran dengan bekal ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah", ungkap dia. Pria yang sedang menuntut ilmu di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Dr. Soetomo Surabaya inipun berharap, ikut bergabung sebagai pemain pelatnas bisa membuat dia dengan mudah mendapatkan pekerjaan tetap. 

Karena itu, Affan memohon kepada Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) agar tidak menjatuhkan sanksi yang berat bagi pemain-pemain yang menolak masuk pelatnas. Terlebih bagi mereka yang sudah memiliki pekerjaan mapan.  Sebab menurut Affan, pada dasarnya semua pemain ingin membela negara, terutama di event-event internasional. Namun, mereka juga membutuhkan jaminan yang jelas dari PBVSI soal masa depan, terutama pekerjaan. "Jika PBVSI menjamin masa depan kami namun para atlet masih menolak, maka saya setuju atas sanksi yang ditetapkan, seperti skorsing," tutur Affan yang berposisi quick spiker (quicker).

(Gie, Isma, dan Pippin) 

 

Nama       : Affan Priyo Wicaksono

Lahir        : Balikpapan, 14 Maret 1985

Postur      : 188 cm/79 kg

Bapak      : Djiun

Ibu           : Sarmini

Anak ke   : 3 dari 5 bersaudara

Prestasi   :

2002 Emas Popda di MAgetan                 

2002 Emas Popnas                  

2003 Perak Kejuaraan Pelajar se Asia di Hongkong 

2003 Emas Kejurnas Junior di Bandung 

2004 Emas Pon di Palembang        

2004 Juara Proliga  (Samator) 

2005 Peringkat 3 Proliga 

2006 Runner Up Proliga 

2007 Juara Proliga 

2007 Best Spiker Proliga 2007

Last Updated ( Thursday, 29 November 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=