Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Nyoman Rudi Tirtana, Bintang Tim Nasional Voli Kebanggaan Bali
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday540
mod_vvisit_counterYesterday2165
mod_vvisit_counterThis week2705
mod_vvisit_counterThis month34625
mod_vvisit_counterAll5515440

sloganvoli.jpg

Nyoman Rudi Tirtana, Bintang Tim Nasional Voli Kebanggaan Bali PDF Print E-mail
Written by izy   
Tuesday, 04 December 2007

Demi Sea Games 2007,Tolak Gaji Rp 15 juta per bulan

[NUSABALI] Kesetiaan dan semngat pengabdian I Nyoman Rudi Tirtana, 23 thn , terhadap negara boleh di acungi jempol. Demi bisa membela negara ke arena Sea Games 2007 di Bangkok, Thailand, bintang voli asal Denpasar Bali ini menolak tawaran untuk bermain di Liga Bahrain. Padahal, sebuah club profesional asal Bahrain telah menawarinya untuk bergabung dengan gaji sebesar Rp 15 juta per bulan.

Bayaran yg ditawarkan klub di Bahrain itu besarnya 6 kali lipat dari gaji yang ditrima Rudi Tirtanasebagai atlet pelatnas Sea Games ,yakni Rp 2,5 juta per bulan. "Tawaran dari dr sebuah klub di Bahrain itu datang saat Kejuaraan Voli Asia 2007 di Jkarta, Agustus lalu. Ketika itu, saya ditawari gaji Rp 15 jt jika mau bergabung ke Bahrain," tutur Rudi Tirtana kepada NusaBali di Jakarta, Senin (27/11) lalu.

Dikatakan Rudi, pihak klub Bahrain tertarik dengan gaya permainannya.  "Katanya, saya sangat bagus baik dari sisi pasing, smash maupun fight spirit.  Pokoknya mreka menganggap saya bagus dari berbagai sisi, sehingga rela keluat duit banyak untuk merekrut saya." kenang anak ketiga dari empat bersaudara keluarga pasangan I Made Ruka dan Ni Ketut Tini ini.

Sebenarnya, kata Rudi, ada tiga pebola voli tim nasional Indonesia yg di incar klub Bahrain itu. Selain Rudi,dua rekannya adalah Ayip Rizal dan Muhammad Riviansyah. Dari ketiga pemain itu, Rudi yg paling diinginkan klub Bahrain. Bahkan, Rudi juga sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan pelatih klub Bahrain. Dalam pertemuan itu, disepakati Rudi akan di kontrakselama 2 tahun, dengan gaji sebesar Rp 15 juta per bulan.

Terus terang, Rudi mengaku tergiur juga dengan gaji besar yangditawarkan pihak klub Bahrain. Namun, demi Sea Games 2007, Rudi menampik tawaran menggiurkan itu. Apalagi dia diharuskan sudah gabung ke Bahrain per januari 2008 nanti.

Rudi sadar, sebagai pemain inti di tim nasional , dirinya selalu jadi pilihan utama di setiap pertndingan. Konsentrasinya juga tak bole terganggu selama masa persiapan Sea Games 2007. "Saya tak ingin mengecewakan pelatih yang telah memberi kepercayaan buat saya untuk jadi andalan di tim nasional," tutur Rudi yang jadi primadona bagi penonton selama Kejuaraan Asia 2007 di Jakarta, Agustus lalu.

Karena itu, Rudi langsung menyatakan menolak tawaran pihak klub Bahrain saat pertemuan dengan pelatihnya di jakarta itu. Sang pelatih mengatakan, kalau saya setuju katakan yes, kalau tidak katakan no. Maka, saya pun langsung mengatakan  no alias tidak bersedia bergabung", Terang Rudi.

Rudi mengatakan, jarak antara Bahrain dan Indonesia sangat jauh. Lagipula,  cuaca di negeri Timur Tengah itu sangat panas. Jadi, secara fisik dan mental, Rudi juga belum siap bermain di negeri itu. "Saya juga tak ingin jauh dari sang kekasih yang tinggal di Denpasar. Latihan di Jakarta saja,s aya jarang bertemu dengan keluarga  dan kekasih, apalagi kalau main di Bahrain," jelas bintang voli kelahiran  Renon, Denpasat, 11 Januari 1984 ini.

Rudi tak menyesal telah menolak tawaran menggiurkan dari Bahrain itu.Sebab,keputusannya telah dipertimbangkan secara matang. Buat dia,bermain di Bahrarintidak sesuai dengan hati nurani, "Meski gaji besar,tapi jika tidak cocok dengan hati nurani,tidak enak dijalankan," kata pemain yang menempati posisi open spiker alias tukang gebuk di tim nasional ini.

Kini, Rudi konsentrasi penuh di platnas guna membidik mendali emas Sea Games 2007 di Bangkok,Thailand. Jika berhasil, brarti itu emas ke dua bagi Rudi di arena Sea Games, setelah sukses mengantarkan Indonesia juara pada Sea Games 2003 di Vietnam.

Dalam Sea Games 2003 itu Rudi membela tim nasional bersama bintang asal  Bali lainnya. Wayan Windhu Segara. Rudi dan Windhu Segara kembali dipercaya membela tim merah putih pada Sea Games 2005 di Filipina.  Sayang, kala kala itu indonesia diungguli tim Thailand di babak final, sehingga harus puas kebagian mendali perak. Pada Sea Games 2007 di Bangkok, Windhu Segara tak lagi mendampingi Rudi, karena tidak fipanggil masuk tim.

Kalau Rudi berhasil mempersembahkan mendali emas pada Sea Games 2007 nnti, bonus sebesar Rp 200 juta sudah siap disiapkan Menpora Adyaksa Dault. Namun, Rudi tak mau memikirkan bonus tersebut, agar konsentrasinya tidak terpecah. Rudi tak mau terbebani oleh masalah bonus, ”Kalau memikirkan bonus, akan berangan-angan terus, uang itu untuk apa? Jika tidak tercapai, kan akan pusing sendiri,”  katanya

Bersadarkan pengalaman ketika Sea Games 2005 lalu, kata Rudi, para atlet juga dijanjikan bonus ratusan juta rupiah. Sebagai atlet , tentu Rudi berencana membeli sesuatu semisal mobil. Namun, impian Rudi kala itu kandas, karena tim indonesia hanya mnggondol mendali perak. Dari pengalaman itu, Rudi tidak terlalu memikirkan bonus.

Rudi sendiri sudah hampir sembilan bulan diisolasi dalam pelatnas Sea Games di Padepokan Bola Voli Sentul,Jawa Barat. Selama itu pula, dia jarang bertemu keluarga maupun kekasihnya, Ni Wayan Masriani ,di Denpasar. Namun, dia intens berkomunikasi per telpon, terutama dengan sang kekasih yang notabene gadis tetangganya.

Menurut Rudi, kekasihnya itu pula yang selalu memeberikan dorongan semangat dan motivasi dari jauh. ”Salah satu penyemangat saya dalam menghilangkan jenuh adalah Wayan Masriani. Saya serius berkarir sebagai atlet voli demi masa depan saya setelah menikah dengannya kelak,” tandas Rudi Tirtana yang bergabung di Klub BNI Jakarta .

Penghasilan Rudi sebagai atlet voli cukup melimpah. Selain mendapat gaji bersih di Pelatnas Sea Games sebesar Rp 2,5 juta per bulan, Rudi juga mengantongi pemsukan dari Klub voli BNI Taplus yang dibelanya pada kompetisi Pro Liga. Nominalnya tentu lebih besar dibanding gaji di Pelatnas.

Rudi memang termasuk atlet yang sangat memikirkan masa depan. Penghasilannya sebagai atlet voli pun ternyata dalam bentuk barang dan bangunan. Dia punya sepeda motor hargnya 19 juta. Dia juga membangun rumah lumayan besar di kampungnya, kawasan renon, Denpasar. Rumahnya itu kini masih dalam proses pembangunan.” Rumah itu sebagai persiapan saya membangun keluarga,”  katanya.

Selain rumah dan sepeda motor, Rudi tentu masih memiliki tabungan. Sayang, dia tidak mau membeberkan berapa jumlahnya.”  Tabungan pasti punya , Sebab sekaranglah saatnya saya mencari penghasilan sebagai atlet, karena 7 tahun lagi saya pasti pensiun. Setelah pensiun, saya ingin jadi pengusaha sukses,” tandas Rudi.

Last Updated ( Wednesday, 05 December 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=