Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow SEA GAMES arrow Tetap Main Cepat
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2039
mod_vvisit_counterYesterday1939
mod_vvisit_counterThis week7884
mod_vvisit_counterThis month36265
mod_vvisit_counterAll5699610

sloganvoli.jpg

Tetap Main Cepat PDF Print E-mail
Written by marto   
Friday, 07 December 2007

bolanews.com, Lawan tangguh sudah menghadang tim voli putra Indonesia pada hari pertama. Myanmar bisa menjadi sandungan, Jumat (7/12), jika Joni Sugiyatno dkk. lengah. Kemenangan akan lebih memudahkan langkah berikutnya.

“Kami tak boleh terpancing permainan Myanmar. Mereka lebih sering menggunakan bola-bola terbuka dalam serangan,” kata Machfud Irsjada, asisten pelatih.

Jika meladeni permainan lawan, diperlukan tenaga lebih besar. Indonesia harus tetap menampilkan permainan asli dengan mengandalkan bola-bola cepat dan variatif.

Tenaga memang tak boleh terbuang percuma dengan sia-sia, apalagi lawan pada hari berikutnya adalah tuan rumah Thailand, yang ketangguhannya sudah diketahui.

“Jadwal memang menguntungkan Thailand. Mereka tampaknya berharap Myanmar menguras tenaga kita,” kata Machfud.

Hal serupa terjadi pada 13 Desember, sehari menjelang grand final. Hari itu, Indonesia dan Vietnam harus berjuang habis-habisan, sementara Thailand justru beristirahat. Ketiga tim ini dinilai paling berpeluang menembus grand final.

Cabang voli di SEA Games menggunakan format round robin, setiap tim akan bertemu sekali dan dua tim teratas berlaga di babak grand final.

Di bagian putra lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, dan Laos, akan bersaing. Sektor putri hanya diikuti empat negara, Indonesia, Vietnam, Laos, dan tuan rumah Thailand.

Di Kejuaraan Asia, Agustus lalu, putra Indonesia berhasil menundukkan Thailand setelah bertarung lima set. “Situasinya pasti berbeda, teman-teman harus siap mental. Di sana mereka tuan rumah. Kita memiliki peluang menjadi juara, namun harus dengan kerja amat keras,” kata Loudry Maspaitella, toser kawakan yang sempat mendampingi adik-adiknya berlatih di pelatnas selama dua bulan bersama quicker senior, Muhammad Zaenuddin.

Pelatih Hu Xinyu pun mengakui tekanan penonton akan menjadi tantangan bagi timnya. “Namun, setidaknya kemenangan atas Thailand di Jakarta bisa menjadi modal bagi anak-anak,” kata pelatih asal Cina ini.

Last Updated ( Friday, 07 December 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=