Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PON arrow Pemain Bank Jatim Belum Tentu Inti
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1748
mod_vvisit_counterYesterday1127
mod_vvisit_counterThis week6745
mod_vvisit_counterThis month1748
mod_vvisit_counterAll7744367

sloganvoli.jpg

Pemain Bank Jatim Belum Tentu Inti PDF Print E-mail
Written by benny   
Tuesday, 27 May 2008
GRESIK - Ini peringatan bagi Purwitasari maupun Kiki Maria. Dua pemain Surabaya Bank Jatim tersebut tidak dijamin bakal menjadi pemain inti tim voli PON XVII Jatim. Padahal, keduanya sukses membawa klubnya, Bank Jatim, menjadi juara Proliga 2008. Pemusatan latihan daerah (Puslatda) Jatim lebih memprioritaskan pemain muda, seperti Dini Indah Sari, I Maya Napalina, serta Novia Andriyanti sebagai tulang punggung Jatim. Pembinaan menjadi alasan puslatda.

"Kalau yang muda-muda tidak diberi kesempatan, bagaimana mereka bisa berkembang?" kata Banu Sunarto, manajer Puslatda Jatim, kemarin (26/5).

Para pemain muda tersebut, lanjut dia, diproyeksikan memperkuat Jatim di PON 2012. Proyek jangka panjang itulah yang akan digarap dengan serius oleh Puslatda PON XVII Jatim sejak sekarang.

"Apalagi saya sudah yakin dengan kemampuan pemain muda kami. Mereka sudah ditempa di Proliga, walaupun hasilnya memang belum menggembirakan," tambahnya.

Meski begitu, Banu menyatakan tetap akan memberikan kesempatan kepada dua pemain tersebut untuk tampil, walaupun bukan sebagai starter. Sebab, bagaimanapun, pengalaman serta kematangan kedua pemain tersebut tetap dibutuhkan pemain lainnya.

"Terutama, untuk posisi tosser. Sebab, tosser muda kami (Maya Puspita, Red) belum banyak pengalaman tampil di kejuaraan besar," ujar Banu.

Apakah itu berarti peluang Kiki Maria masih terbuka lebar? Banu belum berani memastikan. Sebab, semua akan dilihat dalam latihan puslatda. Jika Maya mampu menunjukkan kualitas selama latihan, bukan tidak mungkin dia dipasang sebagai pemain inti di PON nanti.

"Pada dasarnya, kami tetap memprioritaskan pemain muda di Kaltim nanti," tegas Banu.

Hal senada diungkapkan Eko Priyono, asisten manajer puslatda. Eko mengaku tidak ada yang perlu diresahkan dengan keputusan tersebut. Menurut dia, ada atau tidak adanya Purwitasari dan Kiki Maria, peluang Jatim menggondol emas tetap terjaga. Hasil di Pra-PON Juni 2007 menjadi pertimbangan.

"Saat itu, kami juga hanya menurunkan pemain-pemain muda. Nyatanya, kami bisa menjadi juara," terangnya.

Pada Pra PON di Jakarta 2007, provinsi paling ujung di Pulau Jawa itu memang berhasil menggondol emas. Dini Indah Sari dkk menghajar Jawa Barat tiga set langsung.

sumber: jawapos.com
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=