Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Manca Negara arrow Putra AS Ganti Empaskan Brasil
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday579
mod_vvisit_counterYesterday1798
mod_vvisit_counterThis week7264
mod_vvisit_counterThis month47091
mod_vvisit_counterAll5835981

sloganvoli.jpg

Putra AS Ganti Empaskan Brasil PDF Print E-mail
Written by koko prasetyo   
Monday, 25 August 2008
Beijing, Kompas - Tim voli putra Amerika Serikat membalas kekalahan rekan putri mereka dengan merebut medali emas Olimpiade Beijing 2008. Sehari setelah putri AS menyerah dari putri Brasil, tim putra AS mengalahkan lawan dari negara yang sama lewat laga penuh emosi 3-1 (20-25, 25-22, 25-21, 25-23) pada final di Capital Indoor Stadium, Minggu (24/8). ”Kemenangan ini adalah perwujudan mimpi yang ditanamkan pelatih Hugh MacCutcheon empat tahun lalu. Kami harus percaya kami bisa sebelum melakukannya. Dia mendorong kami untuk melakukan yang terbaik setiap latihan dan kami gembira bisa melakukannya,” ujar kapten tim AS, Thomas Hoff.

Brasil, sang juara bertahan, melakukan start lebih bagus dengan merebut set pertama. Dimotori spiker Dante Amaral dan pemain kawakan Gilberto Godoy Filho, mereka mengungguli tim AS 25-20. AS bangkit di set kedua dan melejit 6-0 lewat servis Clayton Stanley. Brasil mencoba mengejar, tetapi tak mampu menyamai perolehan angka AS. Smes Stanley menutup set kedua untuk kemenangan AS, 25-22.

Perolehan angka berjalan lebih ketat di set ketiga hingga angka 9-9, sebelum AS melaju menutup set ini dengan 25-21. Di set keempat Brasil lebih dulu memimpin sebelum dikejar AS pada kedudukan 20-20. AS mendapat tiga angka berturut-turut lewat blok terhadap smes Filho. Filho juga yang memberi angka terakhir pada AS, karena gagal mengembalikan smes Stanley, 25-23 untuk AS. ”Sulit untuk menganalisis kekalahan ini sekarang. AS bermain bagus. Mereka berkembang menjadi tim yang kuat dalam empat tahun terakhir. Kami sudah berusaha semampunya, tetapi belum cukup,” ujar Filho.

Medali emas bagi AS ini adalah yang pertama dalam 20 tahun terakhir. Setelah memenangi emas Olimpiade Los Angeles 1984 dan Seoul 1988, prestasi voli AS merosot dan baru mulai bangkit setelah mendatangkan MacCutcheon, pelatih asal Selandia Baru. Sebelum menjadi juara olimpiade, tim AS baru saja menjuarai Liga Dunia 2008.
Sumber:Kompas

Last Updated ( Monday, 25 August 2008 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=