Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow FIVB & AVC arrow Diikuti 52 Tim Putra dan 32 Tim Putri
Skip to content

sloganvoli.jpg

Diikuti 52 Tim Putra dan 32 Tim Putri PDF Print E-mail
Written by donny   
Tuesday, 09 September 2008

JAKARTA] Sedikitnya 52 tim bola voli putra dan 32 tim putri telah mendaftar untuk ikut serta pada Asian Beach Games (ABG) I atau pesta olahraga pantai se-Asia di Bali, 18-26 Oktober mendatang, demikian diungkapkan Ketua Panitia Penyelenggara ABG I Rita Subowo di Jakarta, baru-baru ini.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, dalam ABG I ini setiap negara boleh mengirimkan dua tim putra, dan dua tim putri. "Ada negara yang mengirim hanya satu tim, dan ada pula yang mengirim dua. Hal ini dimungkinkan," tutur Djoko Pramono, Direktur Olahraga ABG I, Minggu (7/9).

Menurut dia, banyaknya jumlah peserta menunjukkan antusiasisme negara-negara Asia untuk untuk mengikuti ABG I. "Konsekuensinya kita harus meyiapkan banyak lapangan, dan ini saya pikir bukan masalah. Paling kita perlu tambah empat atau lima lapangan."

Cabang bola voli akan dipertandingkan di kawasan Pantai Sanur. Indonesia telah menyiapkan dua tim putra-putri. Di bagian putra tim utama diperkuat Koko Prasetyo dan Andy Ardiyansah. Satu tim lagi baru akan dipastikan akhir bulan puasa. Para pemain yang akan diseleksi, yakni Agung Santosa, Suratno, Dian Putra Santosa, dan Naci Subagja.

Di kelompok putri, tim utama dan kedua baru akan ditentukan setelah puasa berakhir. Terdapat empat pemain yang disiapkan untuk mengisi posisi tersebut, yakni Devota Rahawani, Jorbeth Kapasiang, Ayu Cahyaning Siam, dan Timmy Yudhani Rahayu. Mereka telah berlatih di Bali ditangani pelatih asal Sidoarjo, Slamet Mulyanto.

Menurut Slamet peluang Indonesia untuk merebut medali emas cukup berat, karena terdapat sejumlah tim yang harus diwaspadai, misalnya tim Tiongkok, Jepang, Kazakstan, Thailand. Namun, Slamet mengingatkan bahwa peluang tim Indonesia untuk merebut medali tetap terbuka lebar.

Untuk itu, para pemain telah berlatih serius di Bali. Bahkan bulan puasa saat ini pun para pemain tetap berlatih dengan porsi yang sama seperti hari biasa. "Hanya saja waktu latihannya yang kami geser. Kalau biasanya kami berlatih pagi dan sore, selama puasa ini latihan kami geser menjadi sore dan malam masing-masing selama tiga jam," kata Slamet.

Pada sore hari latihan ditekankan pada taktik dan strategi, mengingat saat ini latihan telah memasuki tahapan pra-kompetisi. Sedangkan latihan malam lebih banyak pada latihan beban ringan. Tentang kondisi lapangan, dia menyatakan, tim Indonesia selama ini lebih banyak berlatih di Kuta yang berpasir kasar dan angin kencang. Sedangkan, pada tempat pertandingan di Sanur pasirnya lebih lembut dan angin tidak besar.

Dia berharap panitia segera menyelesaikan pembuatan lapangan pertandingan di Sanur. Hal ini dia maksudkan supaya para pemain Indonesia dapat segera mempersiapkan diri lebih dini, dan dapat beradaptasi dengan baik. Dia menyinggung pula bahwa kondisi fisik dan mental pemain saat ini sudah mencapai 90 persen. Dia berharap pada saat pertandingan nanti kondisi mereka mencapai 100 persen. [A-11]

 

Sumber.Suara Pembaruan


Last Updated ( Tuesday, 09 September 2008 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=