Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Dari Redaksi arrow KOLOM BARU, SELAMAT DATANG KOLUMNIS BARU
Skip to content

sloganvoli.jpg

KOLOM BARU, SELAMAT DATANG KOLUMNIS BARU PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 13 December 2006

Rekan2 Volimania,Beberapa minggu yang lalu, telah mengetuk pintu situs ini seorang pengamat berat voli yang memperkenalkan diri sebagai  WAK AGEN. Beliau mengklaim sebagai mantan pemain klas RT. Merendahkah beliau ini dengan menyamar sbg pemain RT? Atau beliau ini sebenarnya pengamat tingkat kota, propinsi atau nasional? 

Tidak penting apakah RT yang dimaksud ini Rukun Tetangga atau Republik Tetangga. Kami telah menjalin komunikasi intensif melalui jaringan yang telah membentang di bumi ini dan simbah menyimpulkan bahwa ternyata beliau mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap voli dan ingin menuangkan gagasan2 konstruktif, inovatif dan kreatif dalam situs ini. Tentu saja bukan dalam bentuk pidato satu arah, melainkan dalam bentuk umpan dan variasi smash yang tertata rapi sebagaimana layaknya pola permaian voli yang cantik dan sering kita tonton. Kita berdiskusi dan bertukar pendapat dalam suasana santai namun kritis, jenaka dan dewasa.

Haruskah kita menyeleksi ide2 dari wak agen atau siapapun dalam menuangkan tulisan? Tidak! Biarlah gagasan2 muncul dan mengalir sedemikian rupa untuk membentuk warna-warni pemikiran dan gagasan perbola volian layaknya orkestra kehidupan anak bangsa. Akan nakal/usilkah kah wak Agen? Akan menggelikan kah gagasan2 beliau? Marilah kita berpikir positip saja, lebih baik berbuat dan berani memperbaiki kesalahan dari pada tidak berani salah akhirnya tidak berkarya apa-apa bagi kehidupan.

Semoga bergabungnya WAK AGEN benar2 memberi warna kas bagi situs kita. Sedikit bocoran, beliau punya latar belakang kuat dalam perbolavolian karena salah satu pinisepuhnya pernah menjadi pengelola club besar di jawa  barat. Beberapa pemain putri tenar yg saat ini berjaya adalah salah satu binaan  pinisepuh beliau.  

Apa yang hendak disuguhkan oleh beliau ? kavling yang diminta adalah kolom ULAH PANITIA. Simbah mensinyalir, kolom ini akan berisi problem dan pernak-pernik seputar penyelenggaraan suatu turnamen. Mudahkah menyelenggarakan turnamen? Mudahkan menggaet sponsor? Bagaimana menyuguhkan adegan voli menjadi tontonan menarik? Mengapa yang di ekspose dalam turnamen selalu team dan atau pemainnya saja? Amat jarang panitia mendapatkan pujian. Sebaliknya, jika ada kesalahan, mereka akan menjadi santapan hujatan. Menderitakah menjadi panitia? Kenapa masih ada yang mau? Mari kita simak dan tanggapi suguhan wak agen yang akan segera muncul mengisi dan memoderatori kolom ULAH PANITIA dalam waktu dekat ini.

 

KI GENDENG PINDAKAAS

Tanpa muncul ke permukaan, telah pula mencoba menggerilya simbah seorang calon kolumnis volimania lain. Beliau menamakan diri sebagai KI GENDENG PINDAKAAS. Namanya sedikit edan. Gak usah repot2 menterjemahkan lha wong gendeng itu artinya edan kok. Simbah masih belum paham kenapa beliau melahirkan diri di situs inidengan nama demikian. Tapi, apalah arti sebuah nama? Konon kita tidak wajib/perlu melihat siapa yang menyampaikan pendapat, tapi lihatlah apa isi ucapannya. Demikian nasihat bijak yg pernah simbah dengar. 

Menariknya, meski namanya cukup edan alias gendeng, Beliau ini ingin membawakan dan memoderatori kolom MQ yang sebelum heboh akhir2 ini punya kesan sejuk dan melangit. Tapi jangan salah, MQ disini kita maknai sebagai Manajemen Qlub.Ahli bahasa boleh menggerutu karena tatanan kata diacak-acak, tapi yang penting kita sepakat bahwa yang dimaksud Qlub disini adalah club sebagaimana selama ini kita pahami dan ucapkan.  .

Banyak hal yang bisa dikaji dan dikuak dalam pengelolaan Qlub. Penonton umumnya hanya melihat “hasil akhir” dari sebuah proses panjang dalam pengelolaan qlub. Qlub seolah hanya ada pemain. Jika menang pemain yang dipuja. Bagaimana dengan aktivitas dibalik “hasil akhir“? Ada pemilik club, pelatih, donatur dsb yang terlibat. Siapa sebenarnya yang lebih berperan menghidupkan voli? Layakkah pemilik qlub yang mendapat pujian? Kabarnya, pemilik club di Negara ini masih banyak berkorban materi.

Tidak aneh jika menjelang proliga kita terpaksa mengelus dada dengan bubarnya club sekelas APAC INTI semarang. Fenomena apakah yg terjadi dibalik “organ” club sampai2 club besarpun harus gulung tikar? Wajarkah jika akhirnya begitu pemain sudah ngetop pindah qlub lain ? pemain berprestasi wajar mendapatkan imbalan yang pantas. Tapi menjadi ironis jika club yang membesarkan pemain harus dilindas “qlub karbitan” tapi banyak uang. Bagaimana hal ini harus ditata? Marilah kita diskusikan dalam kolom ini bersama KI GENDENG..PINDAKAAS

Wak Agen dan Ki Gendeng Pindakaas, atas nama kerabat lama dan pembaca volimania, kami ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam wadah keramat ini. Silahkan duduk dan bertutur sapa, jangan sungkan2. Kami percaya tulisan2 anda akan melengkapi cakrawala pemikiran yang sudah ada dan kita bisa saling mengisi dan mengkoreksi. Kami tunggu pendapat2 sampeyan untuk lebih memeriahkan wadah voli kita ini dan menyegarkan perbola volian nasional. (Marto)
Last Updated ( Wednesday, 26 March 2014 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=