Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow JUTHARAT Merebut Hati Pencinta Voli
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday492
mod_vvisit_counterYesterday1413
mod_vvisit_counterThis week7598
mod_vvisit_counterThis month43690
mod_vvisit_counterAll6818434

sloganvoli.jpg

JUTHARAT Merebut Hati Pencinta Voli PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 28 January 2009

jutharat

Bandung-PR,  JUTHARAT Montripilia mungkin hanya dapat mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia, seperti "siap," dan "satu, dua, tiga."

Akan tetapi, dengan keterbatasan bahasa itu, atlet asal Thailand ini mampu menjadi motivator utama tim voli putri Bogor Prayoga Unitas, sehingga mereka merasakan manisnya kemenangan pertama dalam kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009.

Saat melawan Jakarta Popsivo Polwan di GOR C-Tra Bandung, Minggu (25/1), Jutharat tak henti-hentinya bertepuk tangan, menyalami teman-teman setimnya, serta berteriak menyemangati mereka. Sungguh luar biasa, para pemain Prayoga bermain dengan rasa percaya diri tinggi, dan memenangi pertandingan dalam tiga set. Gadis kelahiran 2 Oktober 1986 ini kemudian meluapkan kegembiraannya dengan melompat-lompat dan tertawa bersama Mella dkk.

Dalam sekejap, dia sudah merebut hati para pecinta voli di Kota Bandung. Bukan hanya kepribadian yang memesona banyak orang. Permainan mahasiswi Dhurakij Pundit University ini juga patut diacungi jempol. Di balik lengan putih dan mungilnya itu, tersimpan kekuatan spike keras menukik yang mematikan.

Setidaknya, setengah perolehan poin Prayoga saat melawan Popsivo merupakan hasil pukulan keras tangan kanannya. Kalau tak jatuh di lapangan kosong, spike peraih gelar Best Player POM ASEAN 2008 (kompetisi bola voli antarperguruan tinggi se-ASEAN) ini selalu gagal dikembalikan pemain lawan.

"I`m happy," katanya terbata-bata. Hanya kalimat itu yang meluncur dari bibirnya ketika ditanya tentang perasaannya setelah memenangkan tim Prayoga. Namun, gadis manis itu langsung berucap, "No, can`t speak English," ketika ditanya lebih jauh tentang kesannya bermain di Indonesia. Jawaban itu justru membuat Jutharat menjadi sosok yang semakin menarik.

Semoga Jutharat cepat bisa berbahasa Indonesia, karena banyak pertanyaan dari para penggila voli, yang menunggu untuk dijawab pemain ini. (Lia Marlia/ "PR")***

Last Updated ( Thursday, 29 January 2009 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=