Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Daerah arrow Bank Jatim juara di bandung
Skip to content

sloganvoli.jpg

Bank Jatim juara di bandung PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 01 November 2006

 

Takjub, kagum, lega, puas, nikmat,  dan sejuta untaian kata indah lain tidak akan cukup untuk melukiskan apa yang penulis rasakan saat menyaksikan betapa Prima dan memikat serta cantiknya pertandingan final putra piala menpora antara bank jatim melawan bandung tectona tanggal 17 september 2006 malam di CTRA ARENA bandung. Bisa dikatakan bahwa madu itu nikmat,  namun mustahil untuk melukiskan secara persis bagaimana nikmatnya rasa madu. Penulis tidak bisa menceritakan bagaimana pertandingan final ini benar2 membuat kami terkesima. Yang bisa kami sampaikan adalah berdukalah volimania yang tidak menyaksikan final putra Piala Menpora malam itu.

 Pertandingan antara team jawa barat dan jawa timur selalu membawa perubahan pada atmosfer di dalam dan diluar arena pertandingan. Bandung yang terkenal sejuk udaranya tiba-tiba berubah menjadi gerah, terutama bagi penonton yang terbawa tegang menjagokan teamnya. Permainan dalam  tempo tinggi, bersemangat, dan didukung teknik memadai yang ditunjukkan kedua team membuat pertandingan sangat enak ditonton. serangan silih berganti mematikan dan sulit dibendung block lawan benar2 merupakan hiburan tiada tara

Bank jatim malam itu diperkuat oleh alumni2 samator generasi pertama yang diramu kembali oleh pelatih yg alumni samator juga yaitu Mashudi. Hadi Esmanto, Susilo HW, Mawan sutrisno/tosser, joni priyanto, Johan "petualang" rahmadi, sutono, abdul kholik kembali menunjukan jati dirinya yang masih bisa bermain maksimal, prima dan padu. Paduan semangat heroik mereka kembali muncul setelah sempat tercerai berai di berbagai “klub kota" maupun oleh deraan skorsing dan "proteksi" yang membuat bbrp pemain tdk bisa terjun di proliga. Sementara itu armada bandung tectona  terdiri dari : uus, rastoni, octavian, brian, usep, Asep-quicker, Ijan serta beberpa debutan lain

 

Komposisi dasar kedua team diatas mendapatkan suntikan dari pemain2 jogja yang kocar-kacir mencari induk dan penghidupan. Zainudin, khaerul dan sodikin (tosser) memperkuat barisan bank jatim, sedangkan Andri widoatmoko yang kabarnya istrinya berdomisili di bandung kali ini memperkuat bandung tectona. 

 

Melihat komposisi dan kualitas pilar utama, sebenarnya kedua team memiliki kedigdayaan yang sama. Namun dari sisi kuantitas pemain,  bank jatim lebih memiliki keunggulan. Mereka memiliki pemain pelapis yang levelnya bisa dibilang sama. Tosser sodikin dan mawan S tanpa ragu2 akan langsung saling diganti jika yang sedang bertanding mengalami penurunan. Mashudi cukup jeli  dalam melakukan penggantian dan cukup berani karena kedua tosser ini memiliki kualitas yg sama. Keduanya pernah menghuni pelatnas. Hanya saja mawan sempat terpental lama karena kabarnya dipecat olehclub lamanya sehingga sempat tidak boleh main beberapa tahun di proliga. Di barisan spiker, Pemain2 Bank Jatim cukup stabil karena di saat spiker mengalami penurunan, maka penggantinya juga memiliki level permainan yang sama. Antara johan rahmadi, joni priyanto, khaerul dan abdul kholik sama2 bermain taktis dan efisien. Pergantian antar mereka (yg punya pola serengan berbeda2) membuat serangan sulit ditebak dan bisa lebih banyak lolos block. 

 

Kondisi sebaliknya dialami oleh bandung tectona. Tosser mereka tidak pernah diganti karena pelapisnya masih "hijau". Demikian juga spiker. cadangan mereka ada rusli, ijan yg sempat main di kapolri cup mewakili jabar namun masih perlu jam terbang untuk bertanding di level senior ini. Diluar itu, Praktis bandung tectona tidak banyak pilihan selain mengoptimalkan pemain yg ada. Masuknya andri w mengubah pola permainan bandung tectona. Gaya spike UUs yg cukup unik, "liar" dan sulit ditebak malam itu tidak optimal. Bahkan di set ke 4 UUs harus ditarik keluar digantikan rusli karena spikenya mulai sering terbaca lawan. Andri W yg selama ini mempunyai jump  servis yang keras sama sekali tidak dikeluarkan. Demikian juga spike dari belakang garis 3 mtr jarang muncul.  "Berkah" malam itu justru jatuh pada Ijan samsudin. Menggantikan Octavian yang harus istirahat sejak akhir set 1 karena jatuh dan tertimpa papan sponsor yang mengakibatkan hidungnya berdarah memberikan kesempatan emas bagi Ijan untuk mengekspresikan kemampuannya secara maksimal. Dengan status debutan, malam itu dia layak disebut bintangnya Bandung Tectona. Pukulannya sering menghunjam jantung pertahanan bank jatim secara telak dan menggelegar. Sembilan puluh persen lebih pukulannya masuk telak di daerah bank jatim. Reputasinya yang belum banyak dikenal pemain2 lawan dan status sebagai pendatang baru patut diduga membuatnya kurang diperhitungkan oleh bloker lawan sehingga banyak menghasilkan poin.  Dari sisi ini  penggantian oktavian oleh ijan justru berdampak baik bagi tectona krn banyaknya poin yg dia hasilkan.  

 

Apresiasi perlu diberikan juga kepada zaenudin yg malam itu menjadi inspirator dan tulang punggung permainan bank jatim. konsistensi teknik dan tinggi badan yang dia miliki benar2 dimaksimalkan. Ini yang membuat jatim lebih terjaga konsisten permainannya selain pergantian pemain yg bisa menjaga kebugaran. Kombinasi serangan baik dengan bola quick, open maupun spike dari lini belakang yang dilancarkan oleh zaenudin maupun hadi esmanto cukup efisien. 

Pertahanan kedua team juga sangat berimbang. libero sutono dan usep pun sama2 gemilang. Bola2 smash keras banyak yg bisa diselamatkan. supply bola pertama juga sangat prima.  

 

Dari sisi emosi, terlihat bank jatim lebih stabil. beberapa kali pemain jabar  sering terlihat emosi dalam menanggapi keputusan wasit dan perang urat syaraf dengan lawan.  

 

AKhirnya, meski di penyisihan bank jatim kalah 1-3 oleh tectona, malam itu mereka menunjukkan kualitas yang lebih prima dan meraih gelar juara dengan membalas kekalahan 3-1 meski score tiap set kemenangan tipis (28-26, 25-23, 25-23, kalah set 2 19-25). Tidak dipungkiri, kemenangan kadang memang ditentukan juga oleh “nasib”. Namun tanpa didukung kematangan teknik dan mental, kemenangan tak akan bisa diraih. Bahwa pertandingan dilaksanakan di bandung, tentunya poin ini sangat berharga bagi bank jatim krn umumnya tuan rumah sering menang. Terlebih, ini adalah turnamen pertama yg diikuti jebolan samator dalam even besar. Semoga ini akan membuka penglihatan pbvsi jatim untuk mengkombinasikan mereka lagi dgn samator jilid 2 dalam event yg memungkinkan.  Sebaliknya team2 bandung harus segera memberi banyak kesempatan kepada pemain muda untuk ambil bagian. pemain2 sekarang sudah banyak melewati usia puncak, sementara pemain pengganti masih kekurangan jam terbang.  

 

Selamat untuk jebolan samator yang bisa reuni lagi dan meraih sukses dibandung. Salut untuk bank jatim yg punya inisiatif briliant untuk mengumpulkan mereka dgn pelatihnya serta bisa meramu dengan "kelembutan" jurus jogja zainudin dan sodikin. Ikut berkabung untuk musibah yg menimpa ook/oktavian. semoga tidak ada cidera berarti yg bisa mengganggu reputasinya di voli. Ikut berkabung juga untuk  andri Widiatmoko yg lagi2 masih juga gagal meraih gelar di level domestik bersama team yg dibelanya.  

 

Akankah sukses bank jatim di bandung ini membulatkan langkah mereka ke kancah proliga? Belum bisa dipastikan. Selentingan yg beredar masih menyisakan misteri akan status pemain-pemain mereka. Sengketa dengan club lain  dalam administrasi pemain masih menyeruak dan bisa menjadi ganjalan bagi langkah mereka di proliga. Akan Elegankah manajemen bank jatim dalam menyikapi administarsi pemain? Tentu harapan kita demikian. Persaingan samator, Bank Jatim, Team bandung, Team Jakarta-BNI yang sehat akan memberikan hiburan tersendiri dan memuaskan dahaga penonton akan tontonan voli yang menarik. Tentunya kita juga bosan tiap kali akan dimulai proliga selalu dibumbui oleh tarik menarik administratif pemain. Masih mendingan jika tarik menarik ini memang untuk memberikan pemain bersangkutan untuk berlaga. Tidak jarang, tarik menarik akhirnya berbuah pahit bagi pemain alias tidak bisa main di proliga. Gajah bertarung, pelanduk mati ditengah, mungkin itu ungkapan yang cocok untuk melukiskan adu gengsi antar club dan atau instansi yang ujung2nya justriu pemain “digantung”. Mudah-mudahan dalam proliga 07 itu tidak terjadi dan semua pemain berbakat berkesempatan menunjukkan jati dirinya.amin (mrto)

Last Updated ( Friday, 03 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=