Berita
Profesional Liga
Grand Final Dimeriahkan T2, Irfan Hakim Dan Terry Putri | Beranda |
| Nasional |
| Links |
| Proliga |
| LIVOLI |
| Voli Yunior |
| Voli Pantai |
| Voli Daerah |
| Voli Kampus |
| Home |
| Grand Final Dimeriahkan T2, Irfan Hakim Dan Terry Putri |
|
|
|
| Written by Esti Fauziah | |
| Saturday, 28 March 2009 | |
|
Jakarta – www.volimania.org Volimania yang datang di Tennis Indoor pada grandfinal Sampoerna Hijau Proliga 2009 Minggu (29/3), selain disuguhi pertarungan tim-tim voli terbaik tanah air, juga akan mendapatkan banyak hiburan. Demikian penjelasan Suminto Alexander Hermawanto, Brand Manager Sampoerna Hijau, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Sabtu (28/3). Begitu masuk gerbang Tennis Indoor akan tersedia beraneka game yang dapat diikuti oleh siapa saja, gratis. “Tentunya pemenang di tiap game akan mendapatkan hadiah dari Sampoerna Hijau selaku sponsor”, jelas Alexander . Jalannya pertandingan akan dipandu oleh duet MC yang biasa membawakan sebuah acara infotainment di sebuah televise swasta, Irfan Hakim dan Terry Putri. Tak ketinggalan, duo penyanyi T2 (Tika dan Tiwi) juga akan memeriahkan gelaran grand final. Harga tiket yang dipatok oleh panitia tak tanggung-tanggung. Penonton tribun (ekonomi) dikenakan harga tiket 75 ribu rupiah, sedangkan VIP 150 ribu rupiah. Hanny Surkatty, direktur Proliga tak memungkiri bila harga tiket tersebut yang cukup mahal. Jika dibandingkan tahun lalu, tiket ekonomi dijual 50 ribu rupiah dan VIP 75 ribu rupiah. “Kami mengantisipasi membludaknya penonton yang hadir di Tennis Indoor”, kilah Hanny. “Kapasitas Tennis Indoor lebih sedikit jika dibandingkan Istora”, lanjut Hanny. Penonton yang tak kebagian tiket tak perlu khawatir, panitia menyediakan beberapa TV plasma di luar GOR. Istora yang semula direncanakan menjadi tempat pelaksanaan grandfinal urung digunakan, karena pada saat yang bersamaan digunakan untuk kampanye salah satu partai politik. Panitia juga telah menyiapkan pengamanan yang cukup ketat untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu jalannya grandfinal. “Kami bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Mabes Polri untuk pengamanan”, ujar Hanny. Untuk menghindari terjadinya konflik, panitia melarang masuk penonton yang memakai atribut partai. (ef) |
|
| Last Updated ( Saturday, 28 March 2009 ) |
| < Prev | Next > |
|---|