Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Serba-Serbi arrow Membuat Kejuaraan Bola Voli
Skip to content

sloganvoli.jpg

Membuat Kejuaraan Bola Voli PDF Print E-mail
Written by ahmad zul   
Tuesday, 20 April 2010

Tidak semudah yang dibayangkan, tidak segampang yang terlihat, lebih dari sekedar senang - senang, dibutuhkan banyak hal dan banyak kegiatan, apa sajakah hal - hal yang kira - kira berguna untuk membuat suatu kejuaraan bola voli sukses dan tepat guna, mari kita lihat dari kacamata orang awam seperti penulis.

1. Ide

Awal terciptanya suatu kejuaraan adalah ide brilian, tidak peduli ide itu datang dari siapa dan bagaimana tercetusnya, tidak peduli level kejuaraannya mau tingkat rt/rw maupun nasional atau internasional sekalipun, selama anda punya ide dan memperoleh dukungan dari orang - orang disekitar anda yang se-ide maka “the show must go on”.

 

 2. Bagaimana Kejuaraannya

Tahap selanjutnya adalah menentukan batasan dari kejuaraan yang akan kita lakukan, apakah dengan mengundang tim terpilih (maksudnya : bisa enggak tim ini kita kalahkan kalau kita undang, secara gitu lho, kitakan tuan rumah), open turnamen (siapapun bebas mendaftar, kecuali yang jago voli dan tuan rumah enggak bisa ngalahin), atau sesuai peringkat di rt, rw, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi dan negara setempat ataupun sesuai peringkat AVC dan FIVB, ya terserah yang mau bikin kejuaraan dong.

Selanjutnya level apa yang akan dipertandingkan, misalnya senior, junior, ku-16, ku-14, ku-12 atau apapun, tapi berhubung tim saya hanya punya ku-14 ya saya bikin kelompok umur ini saja, kalau saya bikin level senior sementara tim saya ku-14 ya babak belur dong mas…

Apakah tim putra atau putri atau keduanya ya…, tergantung yang mau bikin kejuaraan dong, kalau pengen melihat lelaki macho serta aroma badan dan kaos kaki yang khas bikin aja tim putra, tapi kalau anda senang dengan yang indah - indah ditambah dengan wangi yang hmm… bikin kejuaraan putri dong, tapi kalau anda perlu sesuatu kejuaraan yang lebih kombinasi gimana gitu, ya bikin aja putra dan putri (asal buat hadiah para juara uangnya cukup).

Di dalam ruangan atau di luar ruangan, kalau di luar ruangan lapangan yang ada di tanah girik desa itu bisa kita gunakan, dan dijamin gratis. Kalau di dalam ruangan ya harus cari GOR dong (biaya sewanya? tanya bagian marketing gor-nya ya, jangan tanya kesaya…), kalau dalam ruangan mau pake lantai tembok, lantai kayu atau karpetnya pbvsi? Ya terserah yang mau bikin kejuaraan dong. Siapa tau baru kejatuhan uang dari langit terus bikin kejuaraan ku-14 pake karpet, bisa masuk rekor muri tu…

Selanjutnya adalah menentukan hadiah bagi para juara, apakah hadiahnya uang, piala, roti kaleng, ongol - ongol, kambing, entog, kelinci, piagam/sertifikat atau cukup dengan ucapan selamat dan terimakasih serta foto - foto dengan pak camat. Atau kalau anda berkantong tebal, hadiahnya bisa dari semua yang disebutkan diatas tanpa perlu foto - foto dengan pak camat, cukup foto - foto dengan anda sebagai donatur bermuka tebal, eh maaf berkantung tebal…

Siapa yang akan membuka dan menutup kejuaraannya? ya tergantung level kejuaraannya dong, masak kejuaraan ku-14 antar rt/rw dibuka oleh ketua fivb (gak nyambung deh, terus emang situ tau siapa gitu ketua fivb? Ayo bingung…) jadi gak perlu rame - rame cukuplah dibuka dan ditutup oleh pak lurah ditambah bu lurah, anak-anaknya, menantu, cucu, besan, mertua, pak lek, bu lek, pak rw, pak rt, ketua adat, sesepuh kampung, pak mantri, bu bidan desa, kaur ekonomi dan pengembangan desa, sekdes, serta tetangga kanan kiri atas dan bawah (soalnya rumah pak lurah ada di atas bukit), baik itu yang ngerti ataupun tidak soal voli, jadi gak perlu rame-rame khan…

Bagaimana dengan perlengkapan pertandingan? Padahal kita perlu net yang baik sesuai standard pbvsi, harus pake rud (tiang besi yang ditepi atas net, gak tahu bahasa Indonesianya apa?), papan skor, kursi pelatih dan atlet, kursi wasit, scoring sheet, form o2 bis, sempritan, pulpen dll. (wah masih banyak lagi yang bahasanya saya enggak ngerti, kalau anda enggak ngerti kayak saya, tanya sama yang ngerti ya…).

Bagaimana dengan perangkat pertandingan? wasit I, wasit II, penjaga garis, penjaga papan skor, pengepel cepat, src, dewan hakim dll. Kalau cuma level rt/rw cukup minta bantuan ’lek selamet’, ’lek vhandi’ atau ’lek uyiek’ semuanya pasti tuntas tas...(beliau bisa merangkap semuanya) yang rame kalau anda bikin level yang lebih tinggi, ya harus melibatkan pbvsi dong atau malah AVC dan FIVB (asyik kan...soalnya harus pakai bahasa casciscus...)

Terus kalau mau bikin kejuaraan emang gak perlu izin? untuk level yang cukup tinggi maka harus ada izin keramaian, sowan ke pak kapolsek dan pak danramil, bayangkan kalau anda bikin level yang lebih tinggi anda harus sowan ke siapa? ayo...

Apakah perlu diiklankan? sangat perlu, minimal dari mulut ke mulut (jangan membayangkan yang ngawur…) atau kalau anda memang tajir bisa juga iklan di radio (enak didengar tapi orangnya enggak kelihatan, jadi deh ngebayang - bayangin doang), kalau lebih tajir bisa pasang iklan di tv lokal, lebih tajir lagi tv nasional, sangat tajir anda bisa iklan di CNN, tapi kabel atau dimanapun anda suka (misal bis kota, badan pesawat, bajaj atau tubuh kereta api dll), tajir gitu lho...atau kalau anda tertarik pasang iklan di volimania silahkan tanya mbah marto dan jeng esti bagaimana mekanismenya (sumpah...bukan iklan lho...)

O ya belum lagi iklan dikoran...kalau yang tajir sich iklan dikoran mah kecil... koran lokal, nasional atau di luar negeri juga bisa misal di Radar Bangkok, Johannesburg Pos dll. itu belum bikin/pasang spanduk, umbul/umbul, poster, selebaran dan lain sebagainya. Ngurus ijinnya juga lumayan, belum lagi harus naik pohon dan tiang listrik untuk masangnya.

Untuk iklan di tv, koran, radio, spanduk atau brosur serta piala, piagam/plakat, undangan - undangan dll, anda masih harus mendesainnya itu pun kalo anda bisa, kalo gak bisa ya nyuruh orang lain dengan biaya lagi.

Mencari sponsor, untuk kejuaraan tiga hari dibutuhkan waktu tiga bulan untuk sebuah sponsor itupun dengan sedikit pemaksaan (istilah lain ancaman, kalo bapaknya gak mau jadi sponsor, anak gadisnya gue putusin...secara lagi, bapaknya kaya / sugih / benghar) bayangkan kalau anda ingin mencari sampai enam sponsor, bisa - bisa sampai lebaran Jepang itu kejuaraan baru bisa diselenggarakan....(emang orang Jepang ada lebaran?),

Dan yang jelas sponsor adalah masalah klasik ”dari masa ke masa” (kayak acara mas koes hendratmo di tv ya, itu ”berpacu dalam melodi” ding... kalo yang ini wak agen pasti tau)

 

3. Biaya Kejuaraan

Kalau yang ini sebaiknya enggak perlu penulis bahas, ya terserah yang mau bikin kejuaraan saja, kenapa ? karena berdasarkan pengalaman ini bisa bikin berantem sama bini…

 

4. Penutup

Usul saya sebagai orang awam mengenai membuat kejuaraan bola voli adalah, cari saja Even Organizer (istilah kerennya EO) yang bonafid, anda cukup setor uang sesuai proposal dari EO, duduk ongkang - ongkang sambil senyum manis (tebar pesona), makan apel impor dan isap rokok “grendel”, menonton pertandingan voli di tribun kehormatan didampingi istri pertama sebelah kiri, istri kedua sebelah kanan, istri ketiga di belakang dan istri keempat di depan, dan tak lupa saya mendoakan mudah - mudahan tahun ini anda terpilih lagi menjadi camat untuk periode ke-6 karena sukses membuat kejuaraan bola voli... (@az19042010)

 

Last Updated ( Tuesday, 20 April 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=