Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Surabaya Samator - Grand Finalis Putra Proliga 2010
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday427
mod_vvisit_counterYesterday2336
mod_vvisit_counterThis week5208
mod_vvisit_counterThis month48281
mod_vvisit_counterAll5771204

sloganvoli.jpg

Surabaya Samator - Grand Finalis Putra Proliga 2010 PDF Print E-mail
Written by Renni Indritha Afendi   
Monday, 10 May 2010
Solo, Volimania.org  Siapa yang tak kenal dengan tim Surabaya Samator? Publik voli pasti mengenal kiprah tim kebanggaan arek-arek Suroboyo ini dalam perkembangan bola voli di Indonesia. Langganan juara dalam berbagai even besar bola voli dan kontribusi dalam menyumbangkan atlet nasional menjadikan Surabaya Samator sebagai tim yang layak diperhitungkan dalam pentas bola voli nasional.
 
-- ki-ka : Affan Priyo, Renni Indritha (crew volimania), Ayip Rizal-- Photo by : Prima

Di sela-sela Final Four Putaran 2 Solo, kru Volimania sempat berbincang dengan Hari Trisnardjo selaku Manajer Tim Surabaya Samator dan duet atlet senior Ayip Rizal dan Affan Priyo Wicaksono mengenai profil dan tentang hal-hal yang selama ini ingin diketahui fans dan publik voli. 

--Hari Trisnardjo, manajer Surabaya Samator-- photo by Prima 

 Sejarah Klub 

Adalah menarik mengamati bagaimana sebuah perusahaan manufaktur ikut berkiprah secara total sebagai sebuah klub dengan pembinaan yang konsisten dalam dunia perbolavolian di antara klub lain yang terbentuk secara temporer menjelang diselenggarakannya liga. 

Bagaimana sejarah berdirinya klub Surabaya Samator? 

(HT) Semua diawali oleh ketertarikan pemilik perusahaan, terhadap olahraga, terutama terhadap olahraga basket. Mereka berasumsi dengan pendekatan dari sisi sport, perusahaan bisa memberikan contoh nyata bagaimana seharusnya sebuah team work dibentuk, bagian produksi tidak bisa tanpa marketing, marketing juga ngga akan jalan kalau penagihannya macet, dan seterusnya.. 

Wah, awalnya justru basket ya? 

(HT) Ya.. dalam konteks internal perusahaan, kami sering mengadakan pertandingan olahraga dalam event-event tertentu, basket, sepak bola, antar karyawan saja.. tapi ternyata kok sering ributnya.. haha.. terutama sepak bola.. kami merasa olahraga dengan adanya body contact memang beresiko memunculkan konflik. 

Lalu beralih ke voli, sejak kapan? 

(HT) Sekitar tahun 1994, dimulai dengan karyawan dulu.. kami ada event pertandingan antar cabang, dan semakin serius hingga memiliki sebuah tim. Waktu itu kami masih ikut event-event lokal di lingkup kecamatan, saya masih ingat, saat itu tim Miwon menjadi tim paling kuat, bertahun-tahun selalu jadi juara, jadi target kami cuma mau menggeser tim Miwon dari kursi juara…itu awalnya.. selanjutnya kami mulai latihan konsisten tapi ngumpet-ngumpet, untuk ikut serta di event-event seperti Kejurda, Kejurnas, hingga Livoli. Saya masih ingat, tahun-tahun itu kami masih dipandang sebelah mata, Bimantara yang kuat pada saat itu. Bahkan ada kejadian, saking tidak kenalnya dengan Samator, kami sempat dikira perusahaan usaha perjalanan (travel) Sama Tour.. haha. 

Jadi awalnya voli digunakan sebagai sarana untuk membangun company culture ya Pak? 

(HT) Betul..  sampai saat ini pun masih demikian, kemarin saat seri Gresik, kebetulan kami sedang ada meeting nasional, itu sempat dihentikan sementara dan semua peserta meeting diboyong ke lapangan untuk ikut nonton secara langsung pertandingan. Kami ingin, bagaimana team work yang terbentuk di lapangan, fungsi tosser, spiker, libero bekerja sama menghasilkan permainan yang padu,.bisa terinternalisasi dalam benak karyawan.

 Kalau saat ini, posisinya bagaimana? 

(HT) Saat ini akhirnya lebih ke CSR (corporate social responsibility, -red). Sejak kami dapat berkiprah di Livoli, terpikir untuk membuat liga yang lebih besar, itu yang membuat kami menjadi salah satu perintis diselenggarakannya Proliga. 

Pembinaan Tim 

Sudah cukup jelas tentang komitmen Perusahaan terhadap bola voli secara umum, nah bagaimana dengan komitmen terhadap atlet? 

(HT) Kami merekrut atlet, anggota tim klub kami dengan posisi murni sebagai atlet, supaya bisa fokus, mereka mendapatkan remunerasi berupa gaji dan benefit-benefit lainnya. 

Tentang pendidikan dan karier? (HT)

Kami mewajibkan anak-anak untuk sekolah, harus, dan kami biayai sampai jenjang S1, karena kami mempersiapkan mereka untuk berkarier setelah masanya selesai. Yang jelas kami telah mempersiapkan formasi sebagai karyawan di Samator, namun tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ingin berkarya di bidang lain, tetap kami fasilitasi, karena kami juga memiliki kerjasama dengan pihak-pihak luar. Seperti misal dengan Kepolisian, atau bagi mereka yang ingin berkarir di bidang voli, kami arahkan dan biayai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. 

Bagaimana dengan mengelola atlet, dengan range usia mereka yang berada di tahap remaja akhir dan dewasa awal, secara psikologis apakah ada tantangan? 

(HT) (diawali dengan tersenyum).. Intinya kami mencoba memposisikan diri sebagai keluarga besar, dimana kami berusaha mengerti kebutuhan dan kondisi mereka. Misal, kami paham bahwa mereka tidak akan selamanya jadi anak kecil, pasti akan datang masanya mereka pacaran, menikah, untuk itu kami membuka tangan lebar-lebar untuk merangkul mereka (pacar atau istri, -red), kami lebih suka mereka menjadi bagian dari kami secara terbuka. Kami juga berusaha menjadi pengganti keluarga, seperti saat Ayip sakit kemarin, istri saya yang ngurus, sampai urusan beli jambu dsb, (saat mengungkapkan ini beliau masih tersenyum, -red) 

Tentang kedisiplinan mereka? Ada yang beranggapan, dari luar tampak kedisiplinan squad Surabaya Samator menurun, apakah benar demikian? 

Memang ada perbedaan perlakuan saat berada dalam pelatih sebelumnya, dahulu pendekatannya lebih seperti pendekatan militer, kalau Mr. Li lebh demokratis, tapi tetap dengan level disiplin yang sama. Mr. Li lebih memberikan ruang bagi anak-anak untuk bersikap dewasa dan bertanggung jawab. Kalau terlihat ada perbedaan, mungkin karena anak-anak juga sedang beradaptasi dengan gaya kepelatihan yang sekarang. 

Bagaimana mengatasi kejenuhan atlet? Terutama dalam kondisi jadwal padat seperti sekarang ini? 

Kami tetap memberikan ruang bagi anak-anak untuk refreshing, contohnya kemarin kami sempat mengajak anak-anak refreshing di Batu, Malang, ada yang mau main gokart dll, kami persilakan. Atau saat hari libur kemarin, mereka pamit nonton, kami persilakan, tentunya dengan tetap menekankan bahwa mereka memiliki struktur, setiap hal yang dilakukan harus sepengetahuan dan seijin pelatih atau saya sebagai penanggung jawab, jangan sampai ada apa-apa, atau orang lain menemukan mereka aneh-aneh dimana, sedangkan saya ngga tahu.. haha..   

Samator dalam Proliga 2010 

Tahun 2010 ini menjadi tahun kesembilan bagi Surabaya Samator dalam keikutsertaan mereka di Proliga sejak tahun 2002. Perlu dicatat, sepanjang itu, Surabaya Samator telah tiga kali mencatatkan diri sebagai Juara Proliga.  

Apakah ada yang berbeda di Proliga tahun ini, dari sisi target, hambatan dll? 

(HT) Target pastinya mempertahankan gelar juara, tapi secara bertahap, di putaran awal, target kami adalah Final Four, saat Final Four target kami masuk Grand Final, setelah itu, kami lebih lepas, apa yang terjadi, terjadi lah.. 

(APW) Target sama, mempertahankan gelar juara,  yang terasa sebagai tantangan, bukan hambatan ya (dalam hal ini, dengan nada penuh penegasan, -red), berbeda dari komposisi pemain yang siap, kami banyak mengandalkan junior, karena Didi ngga ada, Joni cedera, saya bermain di Vietnam, Ayip sempat sakit, Kieu juga baru menyusul bergabung. 

A2 terlihat sebagai pilar yang diandalkan tahun ini, bagaimana komentarnya? 

(HT) Tahun ini, memang kami mengandalkan Affan-Ayip pasca absennya Joni, Didi, namun demikian kami tetap berupaya mengoptimalkan pemain junior.  

(APW) Pelatih memang menekankan  pada kami berdua untuk menjadi motor, karena kalau kami bermain baik, diharapkan yang lain juga akan terbawa menjadi baik. 

Sebagian media menyatakan bahwa Surabaya Samator akan sulit mempertahankan gelar tahun ini, tanggapannya? 

(HT) Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, kami memasang target secara bertahap, bagi kami ini semua adalah proses, bahkan dalam perjalanan kami, terutama di Malang, saat kami menelan dua kali kekalahan sebagai tuan rumah, kami dan termasuk para pemilik perusahaan justru tidak menekan anak-anak, tapi terus memberikan semangat. Masuk Grand Final tentunya kami syukuri, dan saat sudah berada di Grand Final, apa yang terjadi terjadi lah.. 

(AR) Kami selalu menganggap hal-hal seperti itu bukan sebagai tekanan, tapi justru sebagai motivasi dan kesempatan untuk membuktikan usaha kami. Dalam perjalanannya, kami selalu berpikir pasti bisa, dengan semangat dan usaha. 

Dalam Final Four, dapat dikatakan semua tim memiliki kekuatan teknis yang berimbang, lalu apakah yang menjadi persiapan utama tim? 

(HT) Mental anak-anak.. itu saja.. maka dari itu saya selalu berusaha mengikuti kemana pun mereka bertanding. Para pemilik perusahaan sudah mempercayakan pada saya, jangan sampai saya tidak mendampingi anak-anak, terutama saat mereka mengalami kekalahan. Jangan sampai mereka merasa seperti habis manis sepah dibuang. Selain saya, saya terkadang juga melibatkan Pak Slamet (HRD Head Office, -red) untuk berbincang-bincang dengan anak-anak, siapa tahu ada masalah, dan juga Pak Hadi (HRD di Field Driyorejo, -red.) karena beliau yang lebih dekat dengan anak-anak di mess. Buat saya, ini sekalian refreshing juga, sesudah mengurus pekerjaan kantor, akhir minggu saya di lapangan.. (beliau terbahak saat menyampaikan ini, -red) 

(AR) Mental dan stamina. Sesudah kami sempat turun kemarin dalam putaran penyisihan dan Final Four 1, (dalam hal grafik performa, -red) kami berharap, pertandingan perdana dengan PBSS dapat kami menangkan dan memang setelah kami menang, lebih mudah untuk menjaga mental teman-teman dalam menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. Stamina juga sangat penting untuk diperhatikan, mengingat kami harus main dalam waktu tiga hari berturut-turut dan itu juga berturut-turut selama Final Four 1 dan 2. 

(APW) Mental bertanding. Mampu main tenang meskipun bermain dalam tekanan.  

Tekanan seperti apa yang bisa merusak mental bertanding? 

(APW) menghadapi lawan yang lebih senior, ketinggalan poin cukup jauh, bagi pemain, terutama yang junior, itu lumayan bisa mempengaruhi konsentrasi dan bermain lepas. 

Kemarin, tim mana yang diprediksi akan menjadi lawan tertangguh dalam Final Four? 

(HT) BNI,  kita bisa melihat grafik mereka terus meningkat dalam perjalanan sejak putaran penyisihan hingga Final Four. 

(AR) BNI,  saya lihat mereka tim yang paling bisa meminimalkan kesalahan sendiri. Dan menurut saya itu kuncinya, karena semakin sedikit membuat kesalahan sendiri, semakin kecil peluang lawan mengambil poin sebagai keuntungan. 

(APW) Semua berat. Karena semua tim yang masuk ke Final Four adalah tim unggulan dengan kualitas yang baik. 

Kalau boleh memilih, saat Grand Final, tim mana yang akan dipilih sebagai lawan? 

(HT) Waduhh.. ngga ada pilihan, buat kami, lolos sudah cukup. 

(AR) Ngga ada pilihan, karena semua tim sama. 

(APW) Sebenarnya, semua tim sama, tapi kalau bisa milih, milih Sananta saja.. haha..  

Samator dan Publik Voli 

Samator selama ini terkesan sebagai tim elit, apakah sengaja dibentuk seperti itu? 

(HT) Tidak, kami tidak dengan sengaja membangun citra supaya terlihat elit.  Yang pasti kami memang selalu mengajarkan anak-anak untuk berperilaku baik, santun, dan hasilnya mungkin seperti yang terlihat sekarang. 

(AR) Ah, nggak. Kami asyik asyik aja kok.. haha.. 

(APW) Masa sih? Sebenarnya biasa saja, kami terbuka kok dengan fans, misal foto-fotoan sama fans, tapi juga harus lihat kondisi, tidak semua bisa terpenuhi karena keterbatasan waktu dan situasi kondisi yang tidak memungkinkan, kadang kami capek juga habis main, apalagi kalau kalah.. (tersenyum, -red) 

Kalau tentang voli di antara cabang olahraga lain, misal sepakbola, basket dan bulutangkis, adakah pendapat mengapa voli kurang bergaung? 

(HT) Saya melihat, media yang berperan, karena sebenarnya voli itu olahraga rakyat, hampir sama dengan sepakbola, kalau pernah berkunjung ke Sumenep contohnya, jalan sedikit sudah ketemu lapangan voli lagi, lapangan voli lagi. Kalau saja media bisa mengangkat secara lebih masif, saya pikir voli akan jauh lebih bergaung dibandingkan basket. 

(APW) Kalau dibanding sepakbola agak sulit, karena basis penggemarnya sudah kuat, tapi kalau voli harusnya bisa, media yang bisa berperan lebih banyak.  

Tentang Fans Apa pendapat tentang peran supporter bagi Surabaya Samator? 

(AR) Kalau supporter kami, perannya jadi seperti pemain ketujuh, dan sebaliknya kalau itu supporter lawan ya jadi seperti musuh ketujuh.  

(APW) Besar, terutama saat keadaan genting, kami ketinggalan poin, selain itu, yaaa biar ramai juga. 

Sebaliknya, ada kah fans yang menyulitkan? 

(AR) Tidak ada. 

(APW) Tidak ada. 

Sebagai atlet tim besar, atlet nasional dan otomatis juga menjadi public figure adakah beban dalam menyandang predikat itu? 

(AR) Kalau sebagai wakil dari tim, jelas ada bebannya, karena publik pasti akan menaruh harapan besar pada tim, masa Samator banyak yg timnas mainnya gitu aja.. dan sebagainya. Tapi kembali lagi, itu semua menjadi motivasi buat saya. 

(APW) Sama..  

Kalau secara pribadi? 

(AR+APW) Secara pribadi? Kelakuan… haha.. 

Terakhir, apakah sudah berkunjung ke www.volimania.org? Adakah kesan dan komentar terhadap isinya? 

(HT) Pernah, beberapa kali.  Secara umum bagus, tapi karena belum mengamati secara detil, belum bisa berkomentar dulu, nanti kalau ada komentar atau input pasti saya sampaikan. 

(APW) Sering, terutama saat berada di luar negeri dan ingin tahu tentang perkembangan berita voli disini. Sarannya, harus lebih updated, terutama foto-fotonya, jangan itu-itu saja.  (ri)

Last Updated ( Tuesday, 11 May 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=