Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Sempurna BNI
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday916
mod_vvisit_counterYesterday2680
mod_vvisit_counterThis week9189
mod_vvisit_counterThis month26433
mod_vvisit_counterAll4989927

sloganvoli.jpg

Sempurna BNI PDF Print E-mail
Written by Esti Fauziah   
Monday, 17 May 2010

Jakarta BNI 46 Kawinkan Gelar Juara

JAKARTA, 16 Mei - Tim putra dan putri Jakarta BNI 46 mengawinkan gelar juara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010. Ini merupakan ulangan sejarah tahun 2005.


Di final, tim putra menjadi yang terbaik setelah mengalahkan juara bertahan Surabaya Samator 3-1 (18-25, 25-19, 25-23, 25-18 ), sedangkan tim putri juga menumbangkan juara bertahan Jakarta Electric PLN dengan skor 3-2 (20-25, 15-25, 25-23, 25-12, 15-10), di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/5).

Bagi tim putra, gelar itu merupakan yang keempat kalinya. Sementara itu, bagi tim putri, gelar juara itu  yang kedua. Kedua tim tidak pernah absen berpartisipasi sejak Proliga pertama kali digelar pada 2002.


"Selamat untuk Jakarta BNI 46 yang berhasil mengawinkan gelar. Jakarta BNI 46 bermain bagus dan kami juga sudah bermain semaksimal mungkin. Namun, blocker Jakarta BNI 46 hari ini sangat bagus, itu salah satu kunci kemenangan mereka," kata manager Surabaya Samator, Hari Trisnardjo. Namun, Suarabaya Samator masih bisa berbangga diri karena pemainnya, Ayip Rizal dan Adam menjadi blocker dan spiker terbaik. "Kami bermain tanpa beban karena telah memenuhi target," kata Ayip Rizal, sang kapten tim.


Hasil  itu disambut gembira kubu Jakarta BNI 46. "Sejarah terulang kembali, mudah-mudahan hasil ini bisa membuat semangat baru bagi pervolian nasional," kata manager Jakarta BNI 46, Dasuki Amsir.
Kapten tim Jakarta BNI 46, Loudry Maspaitella mengatakan, timnya bersyukur bisa memenangi final itu. Dia merasa beruntung karena Surabaya Samator tidak dalam kondisi terbaiknya.

"Secara nonteknik, Surabaya Samator tidak tampil dengan kondisi penuh, Ayip dan Affan (Priyo Wicaksono) kurang maksimal. Tosser utamanya (Didi Irwadi), tidak ada, walau begitu memang tosser Bagus Wahyu hari ini juga bermain baik," kata Loudry, yang menjadi pengumpan terbaik.


Menurut Loudry, timnya sebenarnya sempat kaget karena formasi Surabaya Samator berbeda di set pertama. "Yang ada di otak kami, Surabaya Samator menggunakan posisi baku. Itu yang kami pelajari terus. Sempat bingung memang. Titik baliknya set kedua dan dapat menikmati pertandingan. Dan pada set keempat, ketika Affan dan Ayip masuk, malah lebih enak. Kami sudah hafal dengan kekuatan dan kelemahan mereka, tambah tosser berumur 40 tahun ini.
MVP (Most Valuable Player) atau pemain terbaik disandang pemain muda Jakarta BNI 46, Ma'ruf Herlambang. Selain itu, yang mengawali kariernya di Bantul Yuso Gunadarma ini juga menjadi server terbaik.


Di bagian putri, pemain Jakarta BNI 46, Wang Ting merebut MVP. Untuk menjadi juara, Jakarta BNI 46 harus melewati laga yang dramatis. Perjuangan para pemain Jakarta BNI 46 harus diacungi jempol karena sempat tertinggal dua set dan ketinggalan 1-5 di set ketiga. Saat tertinggal itulah pelatih Jakarta BNI 46, Huang Miancheng melakukan perubahan dengan menarik Erlani Wijayanti dan menggantinya dengan Yunita Sari Ayu. Penggantian itu membawa angin segar bagi Jakarta BNI 46. Meskipun masih junior, Yunita dapat membangkitkan semangat rekan-rekannya, dari yang lesu menjadi penuh gembira.

"Kami bersyukur dapat mengulang prestasi lima tahun lalu. Pertandingan ini sangat berat bagi kami karena sempat tertinggal di dua set awal. Pemain kami sempat nervous, bola-bola kami tidak jalan, akibatnya, tidak ada variasi serangan, dan blok kami tidak jalan. Harus diakui,service Jakarta Electric PLN sangat bagus, dan menyulitkan kami untuk menyerang di dua set awal," kata asisten pelatih Jakarta BNI 46, Sukirno.


Namun, kata Sukirno, dengan masuknya Yunita, permainan timnya menjadi hidup. "Peran dia bagus, karena selalu tersenyum, itu membawa pengaruh positif. Saat yang lain tertekan, dia justru tersenyum, itu membangkitkan kami semua," tambahnya.


Kapten tim Jakarta BNI 46, Sari Widowati pun mengakui jika masuknya Yunita membawa angin segar bagi timnya. "Dia masih junior, tetapi justru membuat kami bangkit," kata mantan tosser nasional ini.Pelatih Jakarta Electric PLN, Viktor Laiyan menegaskan, timnya bermain ceroboh ketika sudah memimpin di set ketiga. "Merasa sudah leading, pemain kami mengubah service. Dari service menyerang menjadi service yang slow. Akibatnya, justru kita yang tertekan sendiri," kata pelatih tim nasional ini.


Menurut Viktor, pertandingan tersebut merupakan puncak dari penampilannya selama Proliga tahun ini. "Kami sempat terseok-seok di awal kompetisi, tetapi kami bangkit dan saat inilah peak kami," tambah Viktor yang juga memberikan ucapan selamat kepada Jakarta BNI 46 atas gelar juara yang mereka raih.
Viktor juga mengakui permainan menawan sang lawan, terutama dua pemain asingnya, Juliana Escobar dan Wang Ting.


Tiga set terakhir memang petaka bagi dua pemain asing Jakarta Electric PLN, Jutarat Montripillia dan H Amporn, yang smash-smashnya dimatikan oleh blok ketat Jakarta BNI 46.
Libero Jakarta Electric PLN, Silvy Pangajow, kata Viktor, justru tidak bermain baik saat poin-poin kritis. "Libero malah ikut menyerang dengan bermain terburu-buru,  karena itu umpannya ke tosser tidak sampai, hingga akhirnya tosser pun hanya dapat mengumpan ke Eri (Widiastuti), dan itu mudah dibaca lawan. Tiga blok pun langsung naik dan menahan smashnya," jelas Viktor.


Menurut kapten tim Jakarta Electric PLN, Susanti Martalia, permainan kedua tim luar biasa karena menguras pikiran dan tenaga. "Dari permainan, cukup puas. Inilah permainan terbaik, karena hingga detik-detik terakhir kami tetap berjuang. Selamat buat Jakarta BNI 46," kata Santi. 

Dalam penjelasan saat jumpa pers dengan rekan media, Marketing Manager  Sampoerna Kretek, Yasin Tofani Sadikin mengatakan, “Ajang Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 ini telah berakhir dengan sukses, semoga dengan ajang ini dapat memberi pengaruh positif terhadap cabang olah raga bola voli Indonesia”, uangkapnya. 

Senada dengan Yasin Tofani Sadikin, Hanny Surkatty selaku Direktur Proliga, mengukapkan “Selamat kepada pemenang baik Putra dan Putri, semoga dengan ajang Proliga ini dapat menjadi bekal untuk ke kancah Internasional guna membawa prestasi terbaik olah raga bola Voli Indonesia”, tutup Hanny.

Last Updated ( Wednesday, 19 May 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=