Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Yunior arrow Putra Junior INA "Runner-up" ASEAN
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday26
mod_vvisit_counterYesterday1401
mod_vvisit_counterThis week9059
mod_vvisit_counterThis month37685
mod_vvisit_counterAll6764194

sloganvoli.jpg

Putra Junior INA "Runner-up" ASEAN PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 29 September 2010

Akan berlaga di Kejuaraan Asia 1-9 Oktober 2010 

BANGKOK, (Pikiran Rakyat).-Tim bola voli putra junior Indonesia harus puas di posisi runner-up pada Kejuaraan Voli ASEAN 2010 yang berlangsung di Ratchaburi, Thailand. Pada laga terakhir, Timnas dipaksa menyerah 1-3 kepada tim tuan rumah. Bertanding di Ratchaburi Gym, Ratchaburi, Thailand, Selasa (28/9), Febriyanto Endar Pratomo dkk. kalah 26-24, 17-25, 20-25, 19-25.

Thailand berhasil melakukan balas dendam atas hasil dua tahun lalu. Ketika itu, Indonesia tampil sebagai juara. "Ibarat partai hidup mati, pertandingan berlangsung ketat. Itu bisa dilihat dari raihan poin kedua tim. Memang sejak dulu keduanya merupakan musuh bebuyutan. Pada Kejuaraan ASEAN 2008 di Jember, kita juga berhasil menjadi juara," ujar manajer tim Indonesia Hari Trisnardjo melalui surat elektronik.

Turun dengan kekuatan terbaiknya, Febriyanto Endar Pratomo, I Putu Randu Wahyu Pradana Putra, Sigit Ardian, Ahmad Grahari, Dwi Sistin Nova Yuga, Mey Yunan Kharisma Perdana, dan Akmal Alamsyah (libero), tak mampu mengatasi kekuatan tuan rumah. Penampilan menawan saat mengalahkan Vietnam, Australia, Malaysia, dan Myanmar tidak terlihat. Dukungan penonton untuk tuan rumah seakan-akan membuat tegang permainan tim Indonesia hingga banyak melakukan kesalahan sendiri.

Menurut Hari, servis yang dilepaskan para pemain Thailand sangat bagus dan sulit untuk diterima dengan baik. "Sebenarnya secara permainan anak-anak bisa mengimbangi permainan lawan, hanya pada angka-angka kritis, banyak kesalahan sendiri yang dilakukan pemain, terutama pada servis dan penerimaan bola pertama," tuturnya.

Secara materi, Hari menilai kekuatan para pemain "negeri gajah putih" lebih merata. Pergantian yang dilakukan pelatih Ibarsjah saat kedudukan 1-1, dengan memasukan kembali Sigit Ardian menggantikan Febriyanto di set ketiga ternyata tidak membuahkan hasil apapun. Justru sebaliknya pergantian itu membuat permainan Indonesia sedikit berantakan.

"Tapi kami masih bisa sedikit tersenyum setelah Febriyanto dan Ahmad Grahari berhasil merebut dua gelar pemain terbaik untuk kategori best spiker dan best blocker," imbuh Hari.

Setelah tampil di kejuaraan tingkat ASEAN, Indonesia akan berlaga di Kejuaraan Asia, yang digelar di Nakhonpathom dan Ratchaburi, 1-9 Oktober mendatang. "Seperti yang saya bilang sebelumnya, ini merupakan suntikan motivasi bagi tim. Karena lawan yang akan dihadapi akan lebih tangguh, seperti Jepang dan Korea," ungkapnya. (A-161)***

Last Updated ( Wednesday, 29 September 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=