Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Menerima dan Mengumpan Jadi Fokus
Skip to content

sloganvoli.jpg

Menerima dan Mengumpan Jadi Fokus PDF Print E-mail
Written by benny   
Sunday, 05 November 2006
Jakarta - Latihan tim nasional voli pantai menghadapi Asian Games XV di Doha, Qatar, Desember mendatang, kini terfokus pada kemampuan pemain dalam menerima bola pertama kali dari lawan dan mengumpan. Pembenahan teknik menerima bola dan mengumpan sejauh ini lebih mengarah pada individu-individu. Namun, sembari itu berjalan, dilakukan pula perbaikan kerja sama tim.

 

Pemain tim nasional bola voli pantai, Supriyadi, menuturkan, menerima bola dan mengumpan menjadi faktor penting serangan tim. Penerimaan yang bagus bisa melahirkan umpan matang, yang lalu diakhiri smes mematikan. Jadi, wajar kalau pelatih asal Australia, Steve Andersen, membuat fokus latihan ke situ," ujar Supriyadi saat ditemui di sela-sela latihan kebugaran di Kompleks Gelora Bung Karno, Jumat (3/11).

Hal lain yang juga ditekankan adalah usaha pemain dalam mengantisipasi perkembangan di lapangan. Dalam upaya meningkatkan kemampuan itu, lanjut Supriyadi, Andersen menerapkan latihan simulasi. "Simulasi dilakukan dengan pola-pola simultan dan dalam tempo lama sehingga, bagi saya, sempat terasa melelahkan. Tetapi, setelah dilalui terasa banget manfaatnya," ujar pemain asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu, yang menilai metode Andersen membuat proses latihan makin variatif.

Menurut Supriyadi, sejauh ini pesaing berat yang diwaspadai tetaplah China, Jepang, dan Kazakhstan. Ketiga negara itu masing-masing menyertakan dua pasangan yang tangguh. Seperti diketahui, Indonesia menampilkan dua pasangan: Koko Prasetyo/Andy Ardiansyah sebagai pasangan utama; dan pasangan Agus Salim/Supriyadi. Dalam penentuan penyisihan grup nanti, Koko/Andy akan menjadi pasangan yang diunggulkan sehingga tidak ikut diundi. Sementara Agus/Supriyadi bakal diundi.

Simulasi di Bali

Kedua pasangan tim Merah Putih akan menjalani pertandingan simulasi di Kuta, Bali, pada 14-18 November mendatang. Dalam simulasi itu, Koko/Andy dan Agus/Supriyadi akan beruji coba dengan pasangan asal Australia. Setelah simulasi itu, tim menjalani pematangan akhir di Jakarta sebelum bertolak ke Qatar pada 25 November mendatang.

Selain tiga pesaing yang telah disebut itu, Supriyadi juga menganggap tuan rumah Qatar sebagai kekuatan yang harus diwaspadai. "Tuan rumah biasanya aneh- aneh sehingga tidak boleh menganggap enteng sebelum kita bertemu mereka di lapangan. Siapa tahu tiba-tiba Qatar menurunkan pasangan pemain asal China, yang sudah punya paspor Qatar. Itu bisa saja terjadi," ujarnya.

Selain itu, faktor cuaca juga berpotensi menjadi masalah. Jika terlalu dingin, misalnya, permainan tim tidak bisa berkembang karena tim Indonesia terbiasa bermain di cuaca panas.

source: Kompas 

Last Updated ( Monday, 06 November 2006 )
 
< Prev
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=