Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Daerah arrow Optimistis tanpa Ratih-Anna
Skip to content

sloganvoli.jpg

Optimistis tanpa Ratih-Anna PDF Print E-mail
Written by benny   
Sunday, 05 November 2006
SURABAYA - Optimisme tim Pemusatan Latihan Daerah (puslatda) Voli wanita Jatim tetap menggelora menatap PON XVII/2008 di Kalimantan Timur (Kaltim) mendatang. Meski, dua pemain nasional, open spiker Ratih Puspita Rahayu dan libero Anna Yohana tipis harapan memperkuat Wenny Evitasari dkk di perhelatan multieven empat tahunan tersebut.

Ratih tercatat sebagai atlet puslatda Jabar, dan Anna sebagai atlet DKI. Keduanya sulit untuk pindah ke Jatim karena batas waktu perpindahan atlet sudah habis.

Pelatih puslatda voli wanita Shobirin memang tak menampik kebutuhan mereka akan dua pemain andal seperti Ratih dan Anna. Namun, bukan berarti kekuatan anak asuhnya bakal pincang jika kedua pemain tersebut batal bergabung."Masih cukup waktu untuk meningkatkan kemampuan tim voli wanita menghadapi PON XVII nanti," kata Shobirin kepada Jawa Pos kemarin.

Shobirin juga tak setuju jika hasil buruk yang diraih tim voli wanita Jatim di Piala Kapolri yang digeber Agustus lalu dijadikan patokan prestasi menghadapi PON XVII/2008 nanti. Dalam kejuaraan tersebut, tim voli wanita Jatim terhenti di putaran pertama dan hanya menjadi penonton laga final yang digeber di GOR Tridharma Gresik. Hasil tersebut berbanding terbalik dengan torehan manis tim pria yang mampu menjadi jawara tanpa tersentuh satupun kekalahan.

"Pemain yang turun di PON nanti berbeda dengan pemain yang berlaga di Piala Kapolri lalu," terang Shobirin. Di kejuaran Piala Kapolri, Jatim menurunkan para pemain juniornya yang berusia tak lebih dari 23 tahun. Sedangkan pada PON mendatang, selain diperkuat delapan pemain berusia 25 tahun, akan ditambah empat pemain senior yang berusia lebih dari 25 tahun.

Maka, bukan kemampuan teknik yang menjadi hambatan tim voli wanita Jatim. Tetapi, kekompakan para pemain senior dan junior lah yang menjadi ganjalan terbesar kemajuan latihan mereka."Tinggal menggabungkan kekuatan antara pemain junior dan pemain senior. Jika itu berhasil, tim voli wanita tak mustahil meraih emas, seperti keinginan KONI Jatim," ucap Shobirin.

Selain mematangkan kerja sama tim, langkah lain yang harus ditempuh Shobirin adalah membaca kekuatan lawan. Sampai sekarang, dia mengaku belum mengetahui kekuatan tim-tim voli yang bakal menjadi lawan-lawannya di PON mendatang."Belum ada ajang untuk uji coba antardaerah. Biasanya, kami akan mencoba tim-tim lain di ajang mini PON," ujar Shobirin. Biasanya, mini PON dilaksanakan enam bulan sebelum digebernya PON yang sesungguhnya. Hanya, pihaknya diuntungkan tanpa perlu merangkak melalui Pra PON berkat raihan perak PON XVI/2004 di Sumatera Selatan lalu.

"Kami belum tahu perkembangan masing-masing tim yang akan berlaga di PON nanti. Tetapi, DKI dan Jawa Barat tetap menjadi dua daerah yang harus diwaspadai," tukas Shobirin.

source: Jawa Pos

Last Updated ( Monday, 06 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=