Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow FIVB & AVC arrow Lumayan, Bisa Curi Satu Set
Skip to content

sloganvoli.jpg

Lumayan, Bisa Curi Satu Set PDF Print E-mail
Written by Uyiek   
Saturday, 30 July 2011
PALEMBANG-Indonesia tetap harus banyak belajar dari Iran, dalam urusan bola voli putra. Meski sempat mencuri satu set, kemarin (28/7) dalam The 2011, Asian Men’s Club Volleyball Championship di GOR Sriwijaya, Palembang Sport and Convention Centre, tim pelatnas ditekuk wakil Iran, 1-3 (14-25, 18-25, 27-25, 23-25).

Bentrok dua negara diwakili Bank Sumsel Babel dan Paykan, dalam perempat final kejuaraan untuk mencari satu wakil Asia di kejuaraan dunia ini. Meski sudah ditonton langsung oleh Presiden SBY beserta sejumlah menteri, Andri cs terkesan begitu tegang dan seakan-akan terlalu ”respect” dengan nama Paykan, lima kali juara Asia ini.

Saat pemanasan pun, tampak para pemain Bank Sumsel Babel masih ’melirik’ dan kagum atas smes pemain Iran yang menghujam keras garis serang. Set pertama dimulai, Paykan Iran langsung tune in dan tanpa sungkan membuat ribuan penonton di venue bungkam! Open spike-open spike dari Hamzeh Zarini (tinggi 190 cm), Hesam Bakhsheshi (2 meter) atau quick smes dari Seyed Bazargarde (2 meter) tak bisa diblok pemain Indonesia.

Set ini cukup cepat dituntaskan Iran, 25-14. Set kedua, Andri, Agung Seganti atau Affan Priyo masih tak patah arang. Mereka masih mencari cara terbaik bagaimana melawan Macan Asia ini. Dan akhirnya untuk pertama kalinya Bank Sumsel Babel berhasil memimpin di skor 6-5, 7-5, 8-7 sebelum sang Macan kembali mengamuk dan lagi-lagi memenangi set dengan 25-18. Set ketiga terjadi pertandingan ketat. Rotasi pemain yang dilakukan head coach Bank Sumsel Babel, Li Qiujiang cukup efektif.

Erwin Rusni, Septio Hadi hingga Joni Sugiyatno cukup bisa menyeimbangkan performa tim. Agung, Andri, Ramzil Huda, Nur Widayanto dan tentunya sang tosser tim Bagus Wahyu berjuang mengumpulkan poin. Di sisi lain, Iran yang juga mencoba merotasi pemain justru terlihat serbasalah dengan tekanan timnas.

Sebuah momen hebat, open spike keras dari Agung tak terbendung blocker Paykan, dan akhirnya mengenai telak kepala dari libero Paykan, Ali Hossein. Sementara asisten pelatih tim, Dadang Sudrajat mengaku, timnya sangat buruk dalam receive di set pertama, begitu juga halnya dengan block. ”Di awal set kedua masih belum membaik. Pertengahan mulailah pemain memperbaiki, meski tetap diambil Iran,” tutur Dadang. (md)

Sumber : Indopos

Last Updated ( Sunday, 31 July 2011 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=