Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow SEA GAMES arrow Emas Bola Voli Milik Thailand
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday25
mod_vvisit_counterYesterday2054
mod_vvisit_counterThis week7924
mod_vvisit_counterThis month36305
mod_vvisit_counterAll5699650

sloganvoli.jpg

Emas Bola Voli Milik Thailand PDF Print E-mail
Written by Esti Fauziah   
Monday, 21 November 2011

Pentingnya Persiapan Dan Regenerasi

Foto by : Esti Fauziah

Voli putra Indonesia gagal mendapatkan meda

li emas setelah pada partai final dikalahkan Thailand 23-25, 17-25, 19-25 di Palembang Sport and Convention Center, Minggu (20/11).

 

Raihan perak ini gagal memenuhi target hattrick medali emas, setelah pada dua perhelatan Sea Games sebelumnya pada tahun 2007 dan 2009  Indonesia meraih emas. Sementara itu medali perunggu diraih Myanmar yang mengalahkan Vietnam sebelum laga final berlangsung dengan skor 3-1 (25-15, 25-18, 14-25, 25-17).

Berbekal materi pemain yang berkualitas dan ditunjang kerja sama tim yang selalu kompak dan solid, tim putra dan putri Thailand memperoleh hasil sempurna di Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-26 itu. Mulai dari babak penyisihan, kedua tim dari Thailand tersebut mencatat rekor belum pernah terkalahkan.

Praktis hanya pada set pertama Indonesia mampu mengimbangi permainan Thailand. Kejar mengejar angka terjadi di sepanjang babak pembuka pertandingan ini. Strategi menyerang dan bertahan yang sama baiknya, menjadikan partai final semakin menarik dan enak ditonton. Babak pertama diakhiri smesh Affan yang membentur net,  23-25 untuk keunggulan Thailand.
 
Indonesia langsung tertinggal memasuki set kedua, pertahanan yang kurang rapat dimanfaatkan pemain andalan Thailand Raksakaew Jirayu untuk mendapat angka dan unggul di pertengahan babak. Thailand bahkan tidak memberikan kesempatan bagi tim Indonesia untuk mengembangkan permainan. Serangan seringkali dimentahkan oleh block-block pemain Thailand. Set kedua berlangsung cepat dengan kekalahan Indonesia 17-25.
 
Mendapat dukungan penuh lebih dari 6000 penonton yang memadati Palembang Sport Convention Center (PSCC) Palembang, anak asuh Li Qiu Jiang ini berusaha bangkit mengejar ketinggalan pada set ketiga. Pergantian tosser pun tidak mampu mendongkrak permainan. Setelah sempat mengimbangi angka, tim Indonesia harus menyerah dari Thailand 19-25.

Asisten pelatih Dadang Sudrajat mengaku sedikit kecewa dengan hasil yang dicapai tim putra. Menurutnya, pertahanan Indonesia sering kedodoran menghadapi serangan dari Thailand. "Pemain sering tidak siap menghadapi kombinasi serangan Thailand, tapi anak-anak sudah berbuat yang terbaik," kata Dadang.

Dadang bahkan menyatakan bahwa materi pemain di tim putra Indonesia yang diturunkan pada SEA Games di Palembang tersebut lebih baik apabila dibanding SEA Games 2009. "Namun Kini persiapan Thailand lebih baik sehingga kita harus mengakui keunggulan mereka," lanjutnya.Rekor pertemuan Indonesia melawan Thailand dalam tiga laga terakhir adalah 3-0 untuk Thiland.

Kemenangan tersebut diraih Thailand pada Kejuaraan antar Klub Asia 2011 di Palembang, dimana pemainnya adalah para pemain timnas kedua Negara, kemudian Kejuaraan Asia 2011 di Iran, dan terakhir Sea Games 2011 di Palembang.

Sementara pada bagian putri, Thailand berhasil meraih emas, sedangkan perak diraih Vietnam. Indonesia hanya membawa pulang medali perunggu setelah mengandaskan perlawanan Myanmar. Hasil tim putri ini menyamai pencapaian di Sea Games Laos 2009 lalu. 

Tim Putri Raih Perunggu

Foto by : Esti Fauziah

Di sektor putri Indonesia berhasil menyumbangkan medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 3-1 (25-19, 17-25, 25-16, 25-13).
Raihan ini sama dengan hasil yang dicapai Indonesia pada SEA Games dua tahun lalu di Laos.  Sebenarnya target peraklah yang dibebankan pada tim putri.  “Anak-anak terbebani untuk menang sehingga tadi tidak bermain lepas,” kata Victor Laiyan, pelatih tim voli putrid Indonesia.

Pada set pertama tim putrid Indonesia memenangkan pertandingan dengan poin 25-19.  Keadaan berbalik pada set kedua dengan Myanmar memenangkan set dengan poin 25-17.  Namun, dengan tambahan semangat dukungan penonton yang memadati Palembang Sport and Convention Center, pemain Indonesia perlahan-lahan mampu menemukan irama permainannya pada set ketiga dan keempat.

Pada dua set terakhir, Indonesia selalu unggul dalam pengumpulan angka. Menurut Victor, penampilan tim putri Indonesia sudah cukup baik namun masih sering membuat kesalahan sendiri. “Mungkin karena ada 5000 penonton yang ingin mereka menang,” kata dia.  

Sementara itu emas berhasil diraih Thailand, sedangkan perak diraih Vietnam 3-1 (21-25, 25-20, 25-15, 25-14).

 

Pentingnya Persiapan Dan Regenerasi

Pelatih tim putrid Indonesia Victor Laiyan  menyebut latihan yang dilakukan secara intensif dan dalam waktu yang lama sebagai  faktor utama untuk bisa tampil sebagai juara. Metode itu memunculkan rasa kebersamaan di antara pemain baik di dalam atau luar lapangan.

Foto by : Esti Fauziah

"Faktor itulah yang menjadi kekuatan dari Thailand dan Vietnam. Jika memang pengurus olah raga di tingkat pusat menginginkan hasil seperti itu, maka perlu mencontoh apa yang dilakukan Thailand dan Vietnam. Kami sebagai lakon, tinggal menjalankannya saja," kata Victor.

Usai SEA Games, tim putri Indonesia akan "bubar" karena setiap pemain akan kembali ke daerah asal atau ke klub masing-masing. "Seharusnya, ada pemain klub dan pemain nasional. Pemain nasional inilah yang dipelihara negara. Mereka tetap bersama-sama berlatih dan mengikuti pertandingan-pertandingan secara rutin. Tidak seperti saat ini," katanya.

Waktu ideal yang dibutuhkan oleh sebuah tim agar menjadi tim yang solid dan kompak adalah sekitar dua tahun, sehingga apabila hal tersebut dilakukan, maka Victor pun berani memasang target pada SEA Games 2013 Myanmar, tim putri Indonesia bisa menjadi finalis.

Tidak berbeda jauh dengan sector putrid, hal senada juga dinyatakan Dadang Sudrajat. "Jika memang menargetkan medali emas, maka tim harus disiapkan dalam waktu yang lama," katanya. Pada SEA Games 2011, tim putra Indonesia hanya mengikuti pemusatan latihan nasional selama sekitar lima bulan atau kurang dari waktu ideal yang dibutuhkan.

"Dua tahun lalu, Indonesia menurunkan pemain senior dan Thailand menurunkan pemain junior. Selain itu, Indonesia pun banyak melakukan uji coba di berbagai pertandingan internasional, sehingga hasilnya maksimal," katanya

"Dan jangan lupa untuk terus melakukan regenerasi pemain. Jika memang emas yang diincar," kata Dadang. (ef)

Last Updated ( Tuesday, 22 November 2011 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=