Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Bandung Tectona Pakuan Andalkan Pemain Lokal
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1366
mod_vvisit_counterYesterday2028
mod_vvisit_counterThis week7565
mod_vvisit_counterThis month30172
mod_vvisit_counterAll5819062

sloganvoli.jpg

Bandung Tectona Pakuan Andalkan Pemain Lokal PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 21 February 2007

HANYA dengan mengandalkan materi pemain lokal, Bandung Tectona Pakuan tetap yakin bisa berbicara banyak pada kompetisi voli profesional tertinggi tingkat nasional Proliga 2007. Paling tidak, persiapan untuk merengkuh takhta juara sudah 75 persen.

Bahkan, telatnya kedatangan pemain asal Rumania, Bachou Ionot pun tidak menjadi masalah berarti. Sang arsitek, Jeffrey C. Walandau mengaku, dirinya lebih sreg memakai tenaga para pemain lokal. Menurutnya, jika saja peraturan pemain asing tidak diwajibkan, Tectona tidak akan mengambil pemain asing yang belum tahu betul kualitasnya. Tectona percaya diri dengan kekuatan amunisi lokal.

"Terus terang, saya lebih sreg dengan kekuatan tim ini. Mereka sudah bergabung latihan dalam waktu yang lama. Praktis, kekompakan, kerja sama, dan karakter permainan sudah terbentuk. Namun, karena dalam peraturan diwajibkan memakai pemain asing, akhirnya kita memilih pemain asal Rumania itu," ungkap Jeffrey di sela-sela latihan Tectona di GOR Persada, Jln. Soekarno-Hatta Bandung, Senin (19/2).

Saat ini, Tectona mengandalkan pemain junior dan senior. Komposisi pemain senior dan junior 50-50. Tentu saja, ini memudahkan bagi pelatih untuk memilih kombinasi tim senior dan junior dalam timnya. Pasalnya, peran para pemain muda seperti Ijan Samsudin, Anwar Sadat, dan Iwan Juhana, sangat penting sebagai bagian untuk persiapan PON mendatang.

"Konsentrasi latihan menjelang Proliga sudah berjalan satu setengah bulan. Terus terang, jika melihat kekuatan tim-tim lain, kami yakin bisa mengimbangi mereka. Kami tidak akan pernah menganggap enteng lawan. Namun, kami juga punya target realistis kapan Tectona wajib menang atau kapan peluang kemenangannya itu 50-50. Misalnya saja, pas pertandingan pertama melawan Jakarta BNI Taplus, peluang Tectona cukup berat. Namun, saat melawan Semarang Pemkot, saya menekankan agar Tectona meraih kemenangan," kata Jeffrey.

Kendati dinilai kekuatan lawan merata, Jeffres mengakui, tim yang akan menjadi rival terberat Tectona adalah Surabaya Samator, Yogya Yuso Tomkins, dan Jakarta Sananta.

Mengenai formasi inti, pelatih berambut putih itu mengatakan, akan memasang kombinasi pemain junior dan senior sesuai dengan kebutuhan tim maupun tim yang akan dihadapinya. "Kombinasi pemain yang akan menjadi starter, bisa 60 persen pemain senior, sisanya pemain junior. Atau sebaliknya, 40 persen senior dan 60 persen junior. Tergantung siapa lawan yang bakal dihadapi," katanya.

Jeffrey pun tidak menampik selama masa persiapan, para pemainnya secara bergantian terserang sakit. "Kendala yang kami hadapi yaitu pemain yang bergantian absen dari latihan karena sakit. Seperti Brian Alfianto yang mengalami infeksi usus, Usep demam, Ijan oprasi mata ikan," kata pelatih yang sukses membawa Tectona menjadi juara Livoli sebanyak 3 kali.

Last Updated ( Wednesday, 21 February 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=