Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Iwan Juhana, Main dengan Idola di Tectona
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday752
mod_vvisit_counterYesterday2561
mod_vvisit_counterThis week11068
mod_vvisit_counterThis month30739
mod_vvisit_counterAll5887156

sloganvoli.jpg

Iwan Juhana, Main dengan Idola di Tectona PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 21 February 2007

SI anak hilang itu telah kembali dan berjanji akan membawa Bandung Tectona menjadi jawara dalam kancah Proliga 2007. Ya, wajar saja jika rekan-rekannya di Tectona menyebut Iwan Juhana sebagai sosok si anak hilang. Bahkan, pemain senior seperti Rastoni menyebut Iwan dengan julukan "pemain dombaan" karena Iwan terkenal sebagai pemain yang rajin gacong bermain di banyak tempat.

 

Namun, setelah sekian lama meninggalkan latihan dan lebih memilih bekerja sebagai Satpol PP di Sumedang, ternyata tidak menyurutkan pelatih Jeffrey Walandau untuk tetap memakai tenaganya.

Jika mendengar namanya, Iwan Juhana memang tidak sepopuler pemain Tectona lainnya seperti Uus Susansah, Oktavian, dan Brian Alfianto. Namun, pemuda berusia 21 tahun itu punya talenta yang tidak bisa dianggap remeh. Meski baru bergabung Januari 2007, Iwan langsung menempati tempat terhormat sebagai starter pada laga Tectona nanti. Paling tidak, pujian untuk Iwan terlontar dari Jeffrey Walandau. "Dia pemain muda berbakat. Saya akan memasangnya sebagai starter pada pertandingan nanti," kata Jeffrey yakin.

Tentu saja, Iwan senang dan bangga bisa terpilih sebagai amunisi muda Tectona sekaligus tim pelatda Jabar. "Pokoknya, senang banget, enggak nyangka bisa dipanggil untuk memperkuat Tectona pada kejuaraan besar seperti Proliga. Ini pengalaman pertama saya main di Proliga. Ada seneng sekaligus malu sama pemain senior. Soalnya saya jarang latihan. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik dan berusaha membawa Tectona juara di Proliga tahun ini," kata pemain kelahiran Sumedang, 8 Agustus 1986 ini.

Selain bergabung dengan Tectona, kebanggaan Iwan yang lainnya tentu saja bermain bersama sang idola, Uus Susansah dalam satu tim. "Bisa bermain dengan idola tentu saja punya kesan tersendiri. Saya bersyukur mendapat kesempatan bersama Tectona dan bisa menjadi tandem idola saya, Kang Uus Susansah," kata Iwan.

Last Updated ( Wednesday, 21 February 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=