Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PON arrow Putri Jatim Belum Teruji
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1704
mod_vvisit_counterYesterday1748
mod_vvisit_counterThis week15023
mod_vvisit_counterThis month28115
mod_vvisit_counterAll5691460

sloganvoli.jpg

Putri Jatim Belum Teruji PDF Print E-mail
Written by marto   
Thursday, 30 August 2012

SURABAYA - Optimisme tim putri bola voli indoor meraih target medali emas di PON XVIII/Riau mengendur. Pasalnya, kesiapan tim tersebut belum teruji. Hingga sepekan menjelang keberangkatan ke Riau, mereka belum mendapat lawan seimbang dalam berbagai uji tanding yang dilakukan.

Sejak dipersiapkan setelah berakhirnya Proliga 2012 awal Juni lalu, Dini Indah Sari dkk tidak banyak bertanding dengan tim putri. Terlebih dalam kurun waktu sebulan terakhir ini. "Kualitas tim putri jelas sangat jauh jika dibandingkan dengan tim-tim yang menjadi sparring partner," ujar pelatih kepala tim putri Jatim Machfud Irsyada.

Kali terakhir tim PON Jatim menjajal sesama tim putri saat berkompetisi dalam ajang bertajuk Mini PON di Kendal pertengahan Juli lalu. Hasilnya, saat itu tim putri Jatim menjadi pemenang setelah menumbangkan putri Jabar dengan skor 3-2 (17-25, 25-21, 24-26, 29-27, 15-9) di laga final.

Setelah itu, tim putri Jatim nyaris tidak pernah lagi menjajal sesama tim putri dari klub-klub yang ada di sekitar Surabaya. Mereka malah sering menjajal tim putra. Sepanjang pertengahan Juli hingga Agustus, putri Jatim hanya beruji tanding dengan klub putra sepuluh kali.

Selanjutnya, skuad putri Jatim lebih banyak memasukkan tiga pemain putra dalam game di setiap sesi latihan. Pemain-pemain tersebut didatangkan dari mahasiswa olahraga di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Fokusnya hanyalah untuk melakukan simulasi serangan.

Machfud menyebut opsi itu sebagai langkah tepat untuk mengatasi kesulitan dalam mencari lawan tanding. "Bukan sekadar dimainkan, tiga pemain putra yang kami masukkan itu diminta untuk melakukan serangan bervariasi," bebernya. (ren/c4/ruk)

source: jawapos.com

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=