Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Kampus arrow Pernah Bangga yang Bener-bener Nendang?
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday898
mod_vvisit_counterYesterday1948
mod_vvisit_counterThis week2846
mod_vvisit_counterThis month11516
mod_vvisit_counterAll6374795

sloganvoli.jpg

Pernah Bangga yang Bener-bener Nendang? PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 28 February 2007

Wajah ini lho yang bikin judul "Pernah Bangga yang Bener-bener Nendang?" namanya Raka whisnu. Mungkin orang tuanya penggemar dewa wisnu, dewa kebijaksanaan. Akan bijaksanakah Raka? Apa sih mksdnya bangga bener-bener nendang?  Marilah kita simak tulisannya (marto)

Pernah merasa bangga terhadap diri sendiri ga? Bukan bangga biasa, tapi bangga yang bener-bener nendang dan buat kalian merasa boleh sombong untuk sejenak. Saya merasakan perasaan seperti itu kemarin (Sabtu, 17 Februari 2007), pas penutupan kejuaran Voli antar kampus di bandung 2007. Lega dan bahagia menjadi-jadi karena hajatan yang saya bidani berjalan lancar 100%.

Saya cerita sedikit persiapan malam hari menjelang partai final. Tim artistik yang dikomandani Piki Seni Rupa 2005 dan beranggotakan Piki juga, dibantu Eka sama Roni ding, ngerjain papan simbol hadiah pake styrofoam, bikin pola huruf, di-mal (ini bahasa SR, artinya menjiplak pola), dicutter, diwarnain pake cat poster. Melliza, Eri bikin publikasi pake kertas buram, publikasi penghabisan kata saya. Lainnya main bola hehe.

Selesai semua itu, kita mulai bikin konsep penutupan dengan serius. Jangan dulu mikir rapat serius versi ubv itu bener-bener fokus, banyak silang pendapat, dll. Serius ala kita itu ribut, banyak intermezzo-nya daripada rapatnya. Untung ada Roni, diasisteni Feri, yang niat ngurusnya. Tapi justru dari rapat kayak gini lah timbul ide-ide cemerlang yang oke punya. Pas mereka maparin konsepnya, giliran saya sebagai ketua yang teriak-teriak. “yang detil.. yang detil…” Terus begitu sampai mereka berdua frustasi hehe. Ga sia-sia saya ngabisin pita suara, karena akhirnya kita punya satu konsep matang yang hemat biaya.

Hari penutupan
Saya datang jam 7 pagi, ngalahin Wira dan Piki yang ngajakin lomba cepet-cepetan datang. Berhari-hari ini saya datang paling pagi dan pulang paling malem. Membuatku tampak keren (halahh…) Tapi datang tepat waktu emang keren, karena itu merupakan sebuah skill yang hanya dimiliki segelintir orang Indonesia.

Alde datang kemudian. Cuma ada 2 orang, mulailah kita angkut-angkut, dari balok hoki, batas penonton, tempat duduk penonton, sampe tiang. Kondisi pagi emang berantakan, banyak sampah. Jadi kepikiran bisa beres jam 9 gak ya? Ooiii teman-teman datanglah… Untunglah pada datang beneran. Herannya ditengah kesibukan anak-anak nyiapin venue, Mas Eri, ketua UBV, malah lari pagi bareng Thane, cewek barunya itu. Wah kurang ajar tenan Mas Erii iki, kene gek kesel-kesel ngene, qo njenengan malah mbojo ki piye??

Hari ini ada tiga pertandingan yang digelar. Pertama perebutan tempat ketiga antara Polban vs Sekolah Tinggi Farmasi Bandun. kedua, all star himpunan, ketiga yang ditungggu-tunggu final antara IPDN melawan Unpas. Polban menang mudah 3-0. Ga usah saya ceritain lah, semua yang lihat pasti sepakat Polban bakal menang. Partai all star adalah partai hura-hura buat temen-temen himpunan yang jago main voli tapi ga masuk ubv. Rame dan ga jelas. Pertandingan red star melawan blue star dimenangi red star dengan skor 3-2.

Lalu sampailah kejuaraan ini pada babak final. IPDN dan Unpas bertanding untuk memperebutkan gelar juara. Pertarungan IPDN vs Unpas benar-benar layak diberi label final. Keduanya main mati-matian, skornya juga kejar-mengejar. Smash kencang Unpas ditahan blok rapat IPDN, pukulan-pukulan variasi bergantian dilancarkan kedua tim, Loncat, jatuh, berguling-guling dilakukan demi meraih tempat terhormat. Set pertama dimenangi Unpas, set berikutnya giliran IPDN yang unggul. Kedudukan menjadi dua-sama karena masing-masing tim menang satu set di dua set berikutnya. Di set penentuan mental juara lah yang berbicara. Unpas yang tampil lepas mengungguli IPDN yang bermain penuh tekanan. Yapps, Unpas juara Invitasi voli Antar Perti se bandung 2007. Tim jagoan saya ini berhasil menyimpan piala rektor dan mengantongi uang 1 juta rupiah.

Seremonial penyerahan hadiah dilakukan a la Liga Champion. Ini buah karya Roni dan Feri semalam. Juara 3,2 dan1 secara bergantian naik ke panggung untuk menerima piala dan papan simbolis hadiah exclusive buatan Piki. Piala untuk Polban sebagai juara ketiga diserahkan oleh Eri selaku ketua Unit bola Voli. Piala untuk IPDN saya yang nyerahin. Wah sayang ada yang kelewatan. Pas nyerahin piala ke kapten tim, Mas Abdur Rachim, harusnya saya difoto dulu, ah ya sudahlah.

Diiringi lagu We Are The Champion, Pembina UBV menyerahkan piala untuk juara 1, UNPAS. Adalah sebuah kehormatan beliau bersedia hadir untuk menutup even tahunan bergengsi ini. Tepat ketika piala diangkat oleh Heri, kapten tim, confetti diledakkan. Ceprett! Hujan kertas warna-warni dan blitz kamera menutup Invitasi Bola Voli 2007 dengan meriah. Wooaa kegembiraan saya menyeruak.

Dalam hati,”Gila, ini acaraku! Keren banget aku bisa bikin acara kayak gini.
Damn I’m cool!!”

Selamat kepada tim voli Unpas atas keberhasilannya. Selamat kepada saya karena akhirnya perjuangan empat bulan ini selesai dengan manis. Terima kasih buat rekan-rekan panitia atas kerja keras dan kerjasamanya. Kesuksesan ini punya kalian. Mantaph!

Penonton pulang. Waktunya bersih-bersih dan… main voli lagi. Kita tanding versus alumni. Ada  Mas Inu,  Bang Chandra, Mas Luluk dan Bang Ibnuy calon wisudawan Maret nanti. Gayeng, yang penting rame. Main 5 set, tim sekarang menang 3-2. Ya wajarlah, beda usia powernya juga beda. Tapi melihat mainnya Bang Chandra yang masih bagus, kebayang dulu pas muda pasti jago. Kali ini benar-benar selesai, jam 8 kita bubar ke rumah masing-masing. Satu fase hidup saya terlampaui. Muka saya pasti tersenyum ketika tidur.
  raka whisnu at 7:25 AM
Last Updated ( Wednesday, 28 February 2007 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=