Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Daerah arrow Klub Nilai PBVSI Kota Surabaya Pilih Kasih
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday727
mod_vvisit_counterYesterday2466
mod_vvisit_counterThis week11765
mod_vvisit_counterThis month15027
mod_vvisit_counterAll5871445

sloganvoli.jpg

Klub Nilai PBVSI Kota Surabaya Pilih Kasih PDF Print E-mail
Written by marto   
Wednesday, 02 January 2013
Jawapos.com SURABAYA - Menjelang Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) PBVSI Surabaya pada Januari 2013, bidang pembinaan dan prestasi (binpres) mendapat sorotan tajam dari klub-klub anggota. Mereka menilai Binpres PBVSI tidak berjalan dengan semestinya.
 
Klub-klub tersebut mengeluhkan sikap pengelola binpres yang dinilai pilih kasih. Kekecewaan itu terlontar dari pelatih klub Porppad Sapta Agus. Dia mengatakan, Pengkot PBVSI kurang mengakomodasi kepentingan klub. Dalam pemilihan pemain untuk diterjunkan dalam turnamen pun, PBSVI hanya mengambil pemain dari klub-klub tertentu.

"Seharusnya binpres juga memantau klub-klub lain di Surabaya. Selama ini binpres jarang melihat potensi-potensi dari klub lain,'' ujar Agus kemarin (29/12).

Dia menambahkan, selama ini yang diturunkan ke turnamen-turnamen selalu dicomot dari Samator untuk pemain putra dan Surabaya Bank Jatim untuk pemain putri. Padahal, dua klub itu sering absen pada turnamen rutin Piala KONI Surabaya. Namun, saat ada pemilihan pemain, khususnya untuk kompetisi junior, pemain dari dua klub tersebut selalu mendominasi.

''Dari mana binpres tahu kemampuan pemainnya jika dalam ajang rutin itu mereka sering absen? Apa itu tidak menganakemaskan mereka,'' paparnya.

Agus mengatakan, seharusnya PBVSI melakukan seleksi terbuka untuk pemilihan pemain yang akan diturunkan. ''Kami siap kok bersaing secara terbuka. Kami siap jika toh nanti kalah oleh Samator maupun Bank Jatim. Asalkan semua dijalankan secara adil,'' ucapnya.

Dalam Musorkot Januari mendatang, Agus dan klub-klub lain mendesak agar kepengurusan bisa dirombak. Terutama pengelolaan binpres.

Sekretaris Umum PBVSI Edy Swasono membantah telah menganakemaskan klub tertentu. Dia menuturkan, pemain-pemain terbaik Surabaya-lah yang berhak membela Surabaya. ''Tidak benar. Buktinya, dalam porprov mendatang, Surabaya juga diperkuat pemain-pemain dari Nanggala, Porppad, dan tim lain,'' ujarnya.

Terkait dengan perombakan kepengurusan, Edy berjanji melakukannya. ''Klub-klub bebas memberi masukan dalam musorkot. Jika ada yang tidak berkenan, bisa diutarakan dan dibicarakan bersama,'' ujarnya. (ovi/c13/ruk)
Last Updated ( Thursday, 03 January 2013 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=