Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Daerah arrow Thailand dan Singapura Juara Ketiga
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1991
mod_vvisit_counterYesterday1970
mod_vvisit_counterThis week1991
mod_vvisit_counterThis month30372
mod_vvisit_counterAll5693717

sloganvoli.jpg

Thailand dan Singapura Juara Ketiga PDF Print E-mail
Written by benny   
Tuesday, 21 May 2013

BATAM (HK) - Tim asal Thailand, Sisaket dan VA of Singapore berhasil meraih juara ketiga dalam turnamen 4 negara Haluan Kepri Batam Internatinoal III 2013.

Dalam pertandingan yang digelar di Indoor Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Minggu (19/5), Sisaket yang menghadapi PGRI Batam menang dengan skor 3-0(25-21, 25-19, 25-18).

Sedangkan satu-satunya tim asal Singapura yang mengikuti iven paling bergengsi dan  terbesar di Kepri ini, mengalahkan tim PU Deli Serdang dengan skor 3-0(25-23, 25-13, 27-25).   

Dalam laga tersebut, tim Sisaket kembali menampilkan permainan dan gaya menghibur ribuan penonton yang memadati sport hall. Berulangkali, para pecinta bolavoli Kepri dibuat tersenyum dan tertawa atas aksi para pemain asal Thailand tersebut, yang hampir semuanya adalah waria.

Namun dibalik gayanya yang kewanitaannya, permainan Sisaket justru mematikan dan membuat kagum penikmat bolavoli. Tak ayal, tim PGRI yang diperkuat para pemain muda dibuat kewalahan dan kelabakan. Selain spike keras mematikan, servis para waria Thailand ini juga sering merepotkan pemain PGRI untuk menghalaunya.

Teriakan ratusan pendukung PGRI yang merupakan para kepala sekolah dan guru di Batam tersebut, tak dapat mendongkrak permainan PGRI yang bermaterikan Syepri, Asril, Irham, Safrizal, Aliska, serta Iqbal.   

Pelatih PGRI Sularno pun terlihat geleng-geleng kepala dan berulangkali harus meminta time out, untuk mengubah strategi. Meski sempat memberi perlawanan, namun pasukan Sularno tak berdaya utnuk mengimbangi Sisaket yang saat itu menurunkan Kraisorn, Adisak, Nopporn, Thee ra Yut, Attapon, dan Sutat.

"Anak-anak sudah bermain maksimal dan all out. Namun kita akui, Sisaket memang lebih baik. Secara keseluruhan kami bersyukur bisa melaju hingga ke semifinal pada keikutertaan kali pertama ini. Tim ini (PGRI,red) bermaterikan pemain-pemain muda berbakat lokal yang bisa lebih baik lagi kedepan," kata Sularno usai laga.

Keberhasilan Sisaket meraih juara ketiga ini merupakan kemunduran. Karena waria Thailand yang di tahun sebelumnya menggunakan nama Chiang Rai menjadi runner, setelah di final kalah atas Bunga Nusa Mahakam.

Menyikapi hal itu, pelatih Sisaket, MR Chan chai tidak terlalu risau. Menurutnya kalah menang adalah hal biasa dalam sebuah turnamen. Namun, ia sangat berterimah kasih kepada media Haluan Kepri yang selalu mengundang pihaknya untuk mengikuti ajang internasional ini.

"Untuk tahun depan kami akan mempersiapkan tim yang lebih baik lagi agar bisa menjadi juara," ujar MR Chan chai melalui penerjemahnya.

Sementara itu, tim VA of Singapore yang digadang-gadang menjadi juara pertama harus puas menempati urutan ketiga. Padahal, skuat bayangan timnas Singapura ini memiliki materi pemain yang mumpuni dan bermain sangat padu. Namun tak disangka sejumlah pihak, tim yang bermaterikan Zhen Jolly, Cecilia, Cassandra, Chien Wen, Lenis Phoa, dan sang kapten Queek Soo Theng menyerah 1-3 saat meladeni tim Vedra's Batam.

Hasil tersebut membuat kecewa sang pelatih yang terlihat gusar sepanjang pertandingan. Laga semifinal tersebut digelar pada Minggu (19/5) sekitar pukul 00.30 WIB.

Absennya salah satu pemain andalannya, Marylyn juga menjadi penyebab Singapura gagal melaju ke babak final. Padahal dalam pertandingan tersebut, tim Vedra's terlihat seperti hanya bermain empat orang. Di antaranya Desi, Maya Herlina, Aprilia, serta Yunia. Sedangkan dua pemain lagi, Wiji dan Santy bisa dikatakan hanya sebagai pelengkap saja.

Namun demikian, kekuatan empat pemain Vedra's tersebut mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan, di mana memiliki postur tubuh yang lebih tinggi. Bukan itu saja, pertahanan kokoh dan penempatan bola yang akurat juga membuat tim lokal asal Batam Centre ini bisa menang 3-1(25-12, 25-23, 16-25, 25-23).

Pelatih Singapura, Narita menyatakan sedikit geram dengan anak asuhnya saat melawan Vedra's. Ia juga seakan tak percaya dengan permaianan timnya yang terlihat amburadul dan tak terkoordinir. Pertandingan yang digelar dinihari juga menjadi salah satu kendala timnya untuk bermain optimal.

"Kami terlalu lama menunggu di dalam sport hall. Fisik anak-anak jadi drop dan bermain kurang fokus. Tapi permainan tim Vedra's memang bagus, terutama pemain nomor 9 (Desi) dan 8 (Aprilia)," sesal Narita.

Beruntung dalam laga perebutan juara ketiga, VA of Singapore mampu membuktikan sebagai tim yang mumpuni dengan mengalahkan PU Deli Serdang. Di laga tersebut, Queek Soo Theng dkk bermain taktis dan kompak. Hal itu membuat tim PU Deli Serdang yang bermaterikan Nadya, Dina, Ria Junita, Heria Rizky, Sri wahyuni, serta Nurdiana jatuh bangun menghalau serangan Singapura.

Meski sempat memberikan perlawanan, Nadya dkk harus mengakui keunggulan tim VA of Singapore dengan skor 0-3 (23-25, 13-25, 25-27).

source: haluankepri.com

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=