Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Maya Kurnia Indri Sari, Quicker Andalan Indonesia
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday717
mod_vvisit_counterYesterday2132
mod_vvisit_counterThis week12031
mod_vvisit_counterThis month56800
mod_vvisit_counterAll6543858

sloganvoli.jpg

Maya Kurnia Indri Sari, Quicker Andalan Indonesia PDF Print E-mail
Written by marto   
Thursday, 14 November 2013
Kali Ini Tak Mau Perunggu
Jawapos.com, Maya Kurnia Indri Sari masih ingat betul pengalaman pertamanya saat dipanggil masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) bola voli pada 2007. Setiap habis latihan, pemain yang bulan lalu terpilih sebagai MVP (most valuable player alias pemain terbaik) Livoli 2013 yang saat itu baru berusia 15 tahun dan termuda di antara rekan-rekannya selalu dipanggil sang pelatih asal Tiongkok, Li Quijang.

''Selalu nangis (tiap dipanggil), deg-degan. Saya ditanya ini itu soal latihan. Apa yang didapat, apa yang masih kurang, lalu apa yang harus ditambah lagi besoknya,'' kenang istri Bhranararya Rakyandito itu ketika ditemui Jawa Pos di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat, Rabu lalu (6/11).

Meski berat, masa berlatih di bawah asuhan Li diakui pemain yang berposisi sebagai quicker tersebut menjadi salah satu pemacu fundamental karakternya dalam bermain voli hingga kini. Apalagi, ketika itu dia beruntung dibimbing para senior seperti Gunarti Indahyani, Dewi Wulandari, Dhini Indahsari, dan Rita Kurniati.

Kini, enam tahun berselang, dengan teknik yang semakin matang dan jam terbang yang kian tinggi, Maya semakin enjoy menjalani pelatnas SEA Games. Apalagi rekan-rekan setimnya kali ini rata-rata berusia sebaya. Komunikasi, hal yang sangat penting dalam sebuah olahraga tim, menjadi lebih lancar.

''Semua saling membantu dan mendukung. Kalau habis latihan atau pas makan, kadang ya curhat. Pokoknya enjoy lah,'' tutur pemain setinggi 178 sentimeter tersebut.

Maya juga merasa sudah sehati dengan ''pelayannya'' di timnas, tosser Komang Bumi Rekta. Meski di tiga SEA Games sebelumnya dia selalu bekerja sama dengan tiga tosser berbeda. Yakni, Rita Kurniati pada 2007, Gunarti Indahyani pada 2009, dan Maya Purwita pada 2011.

Dengan latar belakang tim seperti itu, Maya pun berani memasang target mengakhiri ''kutukan'' perunggu di SEA Games 2013 di Myanmar bulan depan. ''Masak empat kali ikut SEA Games dari 2007 sampai tahun ini belum ada perubahan medali, perunggu terus? Harus bisa lebih baik,'' kata pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, tersebut.

Apalagi, persiapan timnas bola voli putri menuju Myanmar terhitung maksimal. Sejauh ini tim asuhan M. Ansori tersebut sudah dua kali menjalani uji coba.

Yang pertama pada Juni lalu di kualifikasi kejuaraan dunia zona Asia Tenggara. Indonesia tampil sebagai runner-up di bawah Vietnam. Yang kedua bulan lalu di Thailand dalam kejuaraan putri senior Asia. Indonesia finis di posisi sepuluh di antara 16 peserta.

Ansori juga menyatakan Maya sebagai salah satu senjata andalan Indonesia di Myanmar kelak. Sejauh ini kondisinya memang baru 85 persen. Tapi, di SEA Games nanti, Ansori berharap anak buahnya itu bisa tampil 120 persen.

''Maya sangat saya butuhkan untuk blok serta sambaran bola di depan net. Saya ingin menajamkan aksi-reaksi dari Maya ini. Saya akan genjot dia dan semoga menjadi maksimal di SEA Games mendatang,'' ujar Ansori. (Diar Candra/c16/ttg)

Tak Bisa Quick Jadi Quicker

Proses Maya Kurnia Indri Sari menjadi quicker tentu tidak bisa quick (cepat). Dibutuhkan proses yang tidak sebentar.

Latihan lompat

Pada awal proses menjadi pemain voli, Maya berlari lima sampai tujuh kilometer per hari. Lalu squat puluhan kali. Hasilnya, kini vertical jump Maya mencapai sekitar 60-70 sentimeter.

Asah speed

Sebagai quicker, Maya lebih sering berlari melebar. Karena itu, sprint pendek jarak sembilan meter bolak-balik dilakukan. Minimal setiap latihan sepuluh kali ketika pemanasan.

Kuatkan tangan

Untuk menguatkan poros pergelangan tangan, Maya punya bola besi seberat satu kilogram. Ketika tak berlatih, Maya sering menggenggam bola tersebut untuk melatih otot tangannya.

Perhatikan blocking

Seusai latihan, untuk menguatkan feeling blok, Maya berlatih bersama tosser. Tosser akan memberikan bola yang arahnya random kepada Maya. Maya harus menebak bola itu dan menghalangi menyeberang net. Latihan tambahan biasanya memakan durasi 15 menit.

---

Biodata

Nama: Maya Kurnia Indri Sari

Lahir: Sidoarjo, 17 Februari 1992

Posisi: quicker

Tinggi: 178 sentimeter

Klub:

Sparta Sidoarjo

Petrokimia Gresik

Bank Jatim Surabaya

Pendidikan:

SD Waru I Sidoarjo

SMPN 2 Sidoarjo (sampai kelas 2)

SMPN 4 Gresik (kelas 3)

SMAN 1 Manyar

Universitas Yos Sudarso Surabaya

Penghargaan individu:

Most valuable player (MVP) Livoli 2008, 2011, 2012, 2013

Blocker terbaik Piala Presiden 2010

Pemain favorit kejuaraan voli Asia Tenggara di Filipina 2010

Best scorer kejuaraan junior Asia Tenggara 2009

Best blocker kejuaraan Asia Tenggara di Vietnam 2010

Karir tim

Livoli

2007: Petrokimia Gresik

2008: Bank Jatim (juara)

2009: Bank Jatim (runner-up)

2010: Bank Jatim (juara)

2011: Bank Jatim (runner-up)

2012: Bank Jatim (juara)

2013: Bank jatim (juara)

Proliga

2007: Petrokimia Gresik (runner-up)

2008: Prayoga Bogor (kalah di penyisihan)

2009: Bank Jatim (runner-up)

2010: Petrokimia Gresik (posisi ketiga)

2011: Popsivo Jakarta (runner-up)

2012: Popsivo Jakarta (juara)

2013: Manokwari Valeria Papua Barat (runner-up)
Last Updated ( Thursday, 14 November 2013 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=