Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow SEA GAMES arrow Menanti Medali Tim Regenerasi
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday313
mod_vvisit_counterYesterday1885
mod_vvisit_counterThis week4219
mod_vvisit_counterThis month32600
mod_vvisit_counterAll5695945

sloganvoli.jpg

Menanti Medali Tim Regenerasi PDF Print E-mail
Written by benny   
Wednesday, 11 December 2013

NAY PYI TAW, KOMPAS.com -  Bola voli adalah salah satu cabang olahraga yang menjadi penyumbang rutin medali kontingen Indonesia di SEA Games. Maka, sangat wajar apabila di Myanmar 2013 voli kembali diharapkan menyumbangkan medali.

Timnas Putri

photo: twitter

Meski dibebani target medali perunggu, tim bola voli putra dan putri sama-sama bertekad melampaui target tersebut. Menjadi finalis sudah dicanangkan Ayip Rizal dan kawan-kawan sebagai target minimal mereka.

"Kami menyadari lawan-lawan sangat berat. Thailand masih jadi yang terbaik, Vietnam juga berat. Tiga kali SEA Games, kami selalu peringkat ketiga," ungkap pelatih tim voli putri Indonesia Muhammad Ansori.

Di putra, dijelaskan pelatih Ibarsyah Danu Tjahjono, Thailand, Myanmar, dan Vietnam juga menjadi lawan berat bagi Indonesia. "Kami berharap bisa mencapai target yang ditetapkan pelatih, yaitu masuk final. Tim kita sekarang banyak pemain muda, hanya Ayip yang senior," ungkap Ibarsyah, menyebut Ayip Rizal, kapten tim putra.

Indonesia memang tertinggal dari Thailand dalam hal regenerasi pemain. Negeri Gajah Putih itu telah melakukan peremajaan sejak tahun 2008/2009. Indonesia baru melakukannya pada tahun ini.

Hasilnya terlihat pada kejuaraan Asia beberapa bulan lalu. Thailand tampil sangat kompak dan dominan, sedangkan tim Indonesia tertinggal cukup jauh.

Banyaknya pemain muda berarti memunculkan harapan. Namun, di sisi lain, kekhawatiran dirasakan pemain senior. Minimnya pengalaman bertanding pada turnamen internasional membuat banyak pemain muda sulit mempertahankan konsistensi emosi dan semangat.

"Turun naiknya permainan mereka masih sangat terlihat. Ini yang mengkhawatirkan. Kalau kami dalam posisi tertinggal, semangat para pemain muda cenderung cepat turun sehingga mainnya menjadi lebih jelek," ungkap Ayip.

Tantangan

Di putra, kekuatan Indonesia diyakini kalah tipis dari Thailand dan masih sedikit di atas negara Asia Tenggara lain. Untuk itu, target menjadi finalis cukup realistis. "Kami fokus bisa mengalahkan Thailand. Kami punya sesi khusus melihat video Thailand, Myanmar, dan Vietnam agar pengetahuan tentang lawan tidak nol," kata Ibarsyah.

Gambaran lebih menantang dihadapi tim putri. Selain Thailand dan Vietnam, Myanmar perlu diwaspadai. Ansori pun menggembleng timnya dengan sejumlah uji tanding melawan tim-tim voli putra.

Kondisi fisik pemain putri sebenarnya sudah memadai. Kelemahan ada pada koordinasi antara para pemain yang melakukan blok dan mereka yang bertugas untuk bertahan.

Minimnya pemain putri berkualitas juga menjadi kendala pembentukan tim dengan jaminan medali. Namun, dengan semangat juang tinggi, tim putri di bawah pimpinan Amalia Fajrina Nabila diharap bisa mencapai target.

Last Updated ( Wednesday, 11 December 2013 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=