Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Wilda Si Cantik Yang "Garang" di Lapangan
Skip to content

sloganvoli.jpg

Wilda Si Cantik Yang "Garang" di Lapangan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 07 May 2014

volimania.org - Kota Bandung adalah salah satu kiblat fashion Indonesia, kota yang lebih akrab dengan sebutan Paris Van Java ini seakan menjadi gudangnya wanita cantik.

Wilda

photo by : PLN TV

Salah satunya adalah Wilda Siti Nurfadilah, atau lebih akrab dipanggil Wilda, wajah cantik mahasiswi semester empat Universitas Bandung Raya kerap menjadi incaran mata lelaki di manapun dia berada. Namun siapa sangka kalau Wilda adalah quicker andalan timnas voli putri Indonesia saat meraih perunggu di Sea Games 2013 Myanmar beberapa waktu lalu.

Terlahir dari pasangan Ugan Sugandi dan Wiwi Lestiani anak kedua dari tiga bersaudara ini mulai berlatih voli sejak usia 9 tahun, saat dia duduk di bangku kelas 5 SD. Wiwi Lestiani adalah orang di balik layar kesuksesan wilda di kancah bola voli  Indonesia. Dia bisa melihat potensi besar dalam diri anaknya, dan tanpa ragu mendaftarkannya ke dalam club bola voli yang pernah dia bela semasa SMA. Di Alko Wilda dididik menjadi seperti sekarang, seorang quicker muda yang garang di lapangan.

"Saya awal masuk ke club voli yang ajak mamah. Dulu mamah waktu SMA sempet ikut club voli di Alko Bandung itu," ceritanya kepada crew volimania.org.

Wilda seperti ditakdirkan menjadi seorang atlet voli karena dia lahir di tengah keluarga penggila voli. "Mungkin karena dari keluarga banyak yang suka voli dan dikenalkan dari kecil kepada olahraga voli," ujar Wilda.

Meskipun berparas cantik dan mempunyai suara merdu serta sering menghiasi cover majalah terbitan Alko, tapi mojang Bandung ini tidak pernah berpikir untuk alih profesi di tengah maraknya fenomena girlband sekarang.

"Aduh kalo buat itu mah ga kepikiran ke sana, banyak yang jauh lebih cantik apalagi ini badan kekar, nikmat jadi atlit aja," candanya.

Saat dihubungi melalui pesan singkat aplikasi messenger perihal prestasi voli Indonesia yang belakangan ini menurun, Wilda pun sempat berkomentar kenapa kita sangat susah bersaing dengan Thailand dan Vietnam.

Wilda

photo by volimania.org

"Maaf yah, mungkin beda kualitas. Vietnam sama Thailand itu mereka TC jangka panjang, dan mungkin dari pemerintahnya juga mensupport mereka. Tim mereka gak pernah berubah, itu terus hingga matang. Kalaupun ada regenerasi tetap ada yang senior dan fasilitas mereka memang top," kata Wilda.

"Mungkin kita juga harus TC jangka panjang hingga tahunan kali yah, tapi di kita ini kulturnya beda, soalnya orang Indonesia butuh bekerja dan mungkin ibadah yang lainnya," ia menambahkan.

Namun, dia tetap optimis kalau suatu saat voli Indonesia juga bisa berprestasi di kancah internasional melihat semakin membaiknya kompetisi "Proliga" dengan makin banyaknya penonton yang datang.

Kesibukannya menjadi seorang atlet dan jadwal latihan yang padat memang sering membuat dara kelahiran tahun 1995 ini merasa jenuh. Belanja bersama teman, membaca novel dan berkaraoke ria adalah cara Wilda menghilangkan kejenuhannya. Dan salah satu motivasi terbesarnya adalah dukungan dari kedua orang tuanya.

Ada banyak orang yang paling berperan di tengah kesuksesan Wilda, di samping kedua orang tua dan keluarga serta staff pelatih di Alko Bandung tak henti-hentinya mereka memberikan dorongan dan semangat. Termasuk saat timnya kalah dalam final Proliga 2014 yang notabene adalah final pertamanya semenjak berkarir di dunia voli profesional.

Melakoni debut perdana di kompetisi tertinggi bola voli Indonesia pada tahun 2010 bersama Alko Bandung, hingga terakhir mengantarkan Manokwari Valeria Papua Barat ke final pada Proliga 2014 merupakan suatu kebanggaan tersendiri buatnya.

Amalia Fajrina adalah teman yang paling dekat dengan wilda saat ini, meskipun anak mama tapi nyatanya Amalia adalah tempat Wilda curhat dan meminta nasehat. "Untuk sekarang mungkin lagi sering sharing sama kak Amalia, dia enak diajak sharing, bisa dibilang dewasa," sambungnya.

Dan adalah Rendy Tamamilang, pria yang berhasil menaklukkan hatinya sekarang ini. Meskipun masih dibilang belia serta rentan terkena penyakit "galau", ternyata tidak mempengaruhi performanya di lapangan. Menurutnya kalau sudah di lapangan harus fokus dan bersikap profesional.

"Buat performa kalau udah di lapangan profesional aja, masalah asmara pasti dilupain dulu. Nah udah beresnya baru deh mulai lagi labilnya, hahaha," pungkasnya sambil bercanda. (ten)

Biodata

Nama : Wilda Siti Nurfadhilah Sugandi
Panggilan akrab : Wilda/Kiwil
TTL : Bandung, 07 Februari 1995
Orang tua : Ugan Sugandi dan Wiwi Lestiani
Tinggi / berat badan : 176 cm / 63 kg
Posisi : quicker
Klub : Alko Bandung, BNI 46, Manokwari Valeria Papua Barat
Prestasi : perunggu Sea Games 2011 & 2013 (timnas)
                runner up kejuaraan asean (timnas)
                runner up Proliga 2014 (Valeria)
                emas PON Riau 2012 (Jabar)
                runner up kejurnas junior 2012 (Jabar)
Twitter: @wildanurfadilah
Instagram: wildanurfadilah

"Voli itu hobi, voli itu kekasih, sudah jadi bagian dari hidup, sudah nempel di hati. Voli itu sudah sesuatu yang paling disayang selain Allah, orang tua dan pacar." (W17/tend's)

Last Updated ( Monday, 08 September 2014 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=