Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Bidik Final, Tim Voli Pantai Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Tim Kuat
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday835
mod_vvisit_counterYesterday2927
mod_vvisit_counterThis week5722
mod_vvisit_counterThis month45549
mod_vvisit_counterAll5834439

sloganvoli.jpg

Bidik Final, Tim Voli Pantai Indonesia Siapkan Strategi Hadapi Tim Kuat PDF Print E-mail
Written by benny   
Friday, 09 May 2014

Jakarta - Tim voli pantai Indonesia membidik target tinggi di Asian Games dengan ingin masuk final. Sadar persaingan akan sangat sengit, skuat Merah Putih sudah menyiapkan strategi khusus.

Voli pantai akan menurunkan dua tim pada Asian Games 2014 mendatang. Kedua tim itu masing-masing terdiri dari duet Koko Prasetyo Darkuncoro/Ade Chandra Rachmawan, dan pasangan Dian Putra Santoso/Fahriansyah.

Pada ajang empat tahunan tersebut mereka juga ditargetkan bisa masuk ke babak final. Namun begitu, pelatih voli pantai Andy Ardiansyah mengaku kalau perjuangan yang akan dilalui tidak akan mudah karena ada beberapa negara tangguh yang lebih difavoritkan jadi juara yakni China, Qatar, dan Khazakstan.

"Ya diharapkan bisa masuk final, meski sebenarnya kalau melihat lawan berat juga," kata Andy Ardiansyah ketika ditemui di sela latihan di Lapangan Pasir, kawasan Senayan, Kamis (8/5/2014).

"Pemain dari Qatar postur tubuhnya tidak jauh berbeda dari kita, hanya memang dari skill mereka sangat bagus. Karena pemainnya rata-rata diambil dari Brasil. Sementara pemain China lebih kepada postur tubuh. Mereka itu fostur tubuhnya bisa capai 2 meter. Saya saja tingginya se-dahi mereka," terang Andy.

"Thailand juga, karena posisinya under dog jadi mainnya juga tanpa beban. Hantam sana-hantam sini. Kalau tuan rumah (Korea Selatan) kurang bagus," ia menambahkan.

Namun begitu, Andy mengingatkan timnya agar tidak patah semangat. Menurut mantan partner Koko Prasetyo Darkuncoro di Asian Games 2010 ini, timnya bisa mengakali kekurangan timnya dengan speed (kecepatan). "Dengan speed, kita bisa merusak pertahanan lawan," sebutnya.

Meski akhirnya, Andy mengakui, atletnya yang baru memenuhi kriteria itu hanyalah Koko Prasetyo Darkuncoro. Namun ia meyakini dengan waktu yang tersisa pemain yang lain bisa mengejar hal tersebut.

"Atlet proyeksi Asian Games yang secara speed dan skill bagus tetap Koko. Pengalamannya sudah banyak sekali, engga bisa dibohongilah. Atlet itu semakin banyak pengalaman dia pasti semakin matang. Kekurangannya hanya di kondisi fisik, kalau itu faktor usia," terangnya.

"Sementara untuk fisik seperti Ade (Chandra Rachmawan), dan Dian (Putra Santoso), Fahriansyah, lumayan oke. Lihat saja otot Dian itu ototnya bagus. Tapi masalahnya justru ada pada cara bermain dan taktik, Dian itu suka blank," katanya.

"Tapi saya yakin dengan porsi latihan yang lebih banyak, fisik dan teknik anak-anak akan lebih bagus," pungkas Andy.

source : detiksport

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=