Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Candra/Koko ke Perdelapan Final Voli Pantai
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday683
mod_vvisit_counterYesterday2001
mod_vvisit_counterThis week10197
mod_vvisit_counterThis month50620
mod_vvisit_counterAll6043198

sloganvoli.jpg

Candra/Koko ke Perdelapan Final Voli Pantai PDF Print E-mail
Written by benny   
Wednesday, 24 September 2014

INCHEON, KOMPAS.com - Tim Indonesia 1 cabang voli pantai, Ade Candra Rachmawan/Koko Prasetyo Darkuncoro, keluar sebagai juara pool G setelah meraih kemenangan 2-0 (21-9, 21-0) atas Kuwait pada laga terakhir babak penyisihan grup Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan, Selasa (23/9).

Indonesia vs Kuwait

Candra/Koko menang telak pada set pertama dengan 21-9. Mereka memastikan kemenangan tanpa harus menjalani set kedua menyusul cederanya salah satu pasangan Kuwait yang menurunkan Dashti Abdulaziz/Yaqubaamy bin Eid.

"Kami tidak terlalu sulit mengalahkan mereka, apalagi tadi lawan cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan," kata Koko. "Kami masih memiliki pertandingan 16 besar, tapi yang perlu diwaspadai adalah di perempatfinal, karena kemungkinan kami akan menghadapi Qatar, tim yang cukup kuat."

Pada babak penyisihan grup, Candra/Koko bermain tiga kali dan selalu mendapatkan kemenangan. Menurut Koko, laga paling sulit adalah yang kedua ketika bertemu Thailand, Kittipat Yungtin/Chutipong Sukarayotin.

Candra/Koko menang 22-20, 21-18 atas pasangan Thailand tersebut, Senin (22/9). "Dua pertandingan lain cuma mencari irama tim sendiri," kata Koko.

Meski sudah memastikan tiket babak 16 besar, Koko tak ingin lengah. Menurut dia, babak selanjutnya bakal lebih sulit.

"Sebenarnya semakin ke sini semakin sulit dan krusial karena kami kemungkinan besar bisa saja bertemu tim Qatar, yang seperti diketahui mereka itu memiliki pemain naturalisasi dari Brasil," bebernya.

"Kami sudah lihat pola permainan mereka (Qatar) saat menghadapi Kazakhstan. Saya pikir pemain Brasil ini menang di pengalaman karenanya mereka terlihat lebih matang di lapangan," ujar Koko.

"Satu hal yang mungkin jadi pelajaran adalah saya dan Chandra harus bermain lebih sabar ketika penyelesaian akhir ketika menghadapi mereka nanti," kata dia.

source : kompas & detik

Last Updated ( Wednesday, 24 September 2014 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=