Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Daerah arrow Putri Jatim Hadapi Do or Die
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday322
mod_vvisit_counterYesterday2336
mod_vvisit_counterThis week5103
mod_vvisit_counterThis month48176
mod_vvisit_counterAll5771099

sloganvoli.jpg

Putri Jatim Hadapi Do or Die PDF Print E-mail
Written by benny   
Thursday, 30 October 2014

GRESIK - Dianggap salah menempatkan Hani Budiarti sebagai all-round, Djoko Purnomo mengembalikan posisi kapten tim voli putri Jatim itu sebagai quicker saat melawan Jogjakarta kemarin. Keputusan pelatih tim putri Jatim tersebut membuahkan hasil. Laga pada hari ketiga Kejurnas Voli Indoor Junior di GOR Tri Dharma, Gresik, itu pun berbuah kemenangan Jatim 3-0 (25-10, 25-19, 25-13).

Penampilan Hani sebagai quicker, yang ditunjang Baika Anggraeni dan Yolana Betha, memberikan pertahanan kokoh yang tidak mudah ditembus pemain Jogjakarta. "Tapi, di set kedua, para pemain sedikit kehilangan konsentrasi. Akibatnya, mereka (Jogjakarta) sempat menekan. Untung kami kembali mengambil kendali permainan," kata Djoko.

Selain kembalinya posisi asli Hani, kunci kemenangan tim putri Jatim kemarin adalah performa bagus Khalisa Azilia Rahma. Tosser asal Petrokimia Gresik itu memberikan warna baru dalam permainan. Serangan Jatim lebih bervariasi dan mengalir.

Dengan kemenangan kemarin, kepercayaan diri pemain Jatim yang sempat drop setelah kalah atas Jateng (28/10) kembali pulih. Bukan hanya itu, Hani dkk membuka peluang lolos ke babak grand final yang akan dilaksanakan Jumat (31/10).

Hanya, syarat untuk lolos tidak mudah karena DKI Jakarta bakal menjadi lawan pemungkas pool siang ini (30/10). Laga tersebut tidak mudah lantaran DKI adalah favorit juara sekaligus tim pertama yang telah memastikan tiket ke grand final. Dari tiga laga yang dijalani, Nandhita Ayu cs meraih hasil sempurna (9 poin).

Kalah oleh DKI pun, Jatim yang memiliki 6 poin juga bisa lolos. Tetapi, itu dengan catatan Jateng (4 poin) kalah atas Jogjakarta yang notabene tim terlemah pool (kalah terus dari dua laga). "Menghadapi DKI, anak-anak harus meningkatkan reserve mereka dan meminimalkan kesalahan sendiri," tandas Djoko.

Berbeda dengan tim putri, tim putra Jatim terus melaju sempurna. Kemarin kemenangan ketiga dipetik atas Jateng dengan skor 3-1 (25-20, 23-25, 25-16, 25-23). Hasil tersebut membuat Rivan Mulki dkk hanya butuh sekali kemenangan untuk memastikan tiket ke babak grand final.

Kans itu terbuka saat pasukan Bambang Hermanto menghadapi Sulut dalam pertandingan jam pertama pagi ini (30/10). Kalaupun meleset, masih ada laga pemungkas pool kontra Jabar pada sore. "Target kami adalah memenangkan semua pertandingan alias juara pool. Seandainya menang atas Sulut (yang otomatis lolos ke grand final, Red), kami tetap akan fight lawan Jabar," kata Bambang.

Jika menilik peta persaingan hingga kemarin, kandidat lawan tim putra Jatim pada grand final adalah Jateng. Meski dikalahkan kemarin, Jateng di luar dugaan mampu bangkit untuk mengalahkan Jabar dengan skor 3-1.

source : jawapos.com

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=