Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Serba-Serbi arrow Kebal dengan Ledekan Macho
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday310
mod_vvisit_counterYesterday1617
mod_vvisit_counterThis week3715
mod_vvisit_counterThis month43363
mod_vvisit_counterAll5582566

sloganvoli.jpg

Kebal dengan Ledekan Macho PDF Print E-mail
Written by benny   
Tuesday, 18 November 2014

DENGAN dada bidang, lengan kekar, dan tumbuh sedikit kumis, orang-orang pasti mengira bahwa Aprilia Manganang adalah seorang laki-laki. Padahal, ketika diajak ngobrol, April -sapaan akrab Aprilia- bersikap dan bertutur kata halus layaknya perempuan.

April Manganang dan Amasya Manganang

Nama April memang pernah menghebohkan perhelatan Livoli tahun lalu. Yakni, ketika memaksa tim Popsivo Polwan mengundurkan diri dari turnamen karena jenis kelamin open spike Alko Bandung itu diprotes.

Masalah gender April mengemuka pada Livoli 2011. Kala itu banyak pihak yang meragukan status gender April. Perempuan kelahiran Pulau Siau, Sulawesi Utara, 22 tahun lalu tersebut lantas diminta melakukan tes feminitas. Hasilnya, kandungan hormon laki-lakinya mencapai 60 persen.

Tetapi, PP PBVSI tetap memberi lampu hijau kepada April untuk bertanding sampai sekarang. Itulah sebabnya, meski menghadapi konsekuensi berbagai macam ledekan atau cemoohan dari penonton, April sudah kebal.

"Saya sudah biasa dicemooh penonton. Yang dibilang macho lah, masa cowok main di tim cewek lah. Tetapi, saya cuek saja. Masak saya harus buka baju dulu untuk membuktikan bahwa saya cewek tulen?" kata April.

April mengaku tidak peduli dengan hal tersebut lantaran merasa tidak melanggar peraturan. Yang dilakukannya di dunia voli pun bertujuan mulia, membantu ekonomi keluarganya yang kurang mampu. Orang tuanya tidak bekerja. Walhasil, dengan kakaknya yang turun di Livoli kali ini bersama LNG Badak Bontang, Amasya Manganang, mereka menjadi tulang punggung keluarga.

source : jawapos.com

Last Updated ( Tuesday, 18 November 2014 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=