Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Serba-Serbi arrow Tiga Pekan Melatih, M. Anshori Bawa Bank Jatim Juara Livoli
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday306
mod_vvisit_counterYesterday1617
mod_vvisit_counterThis week3711
mod_vvisit_counterThis month43359
mod_vvisit_counterAll5582562

sloganvoli.jpg

Tiga Pekan Melatih, M. Anshori Bawa Bank Jatim Juara Livoli PDF Print E-mail
Written by benny   
Tuesday, 25 November 2014

Kuncinya Hanya Kalem dan Merpati

Di bawah kendali Muhammad Anshori, Bank Jatim meraih titel Livoli kelimanya di Probolinggo Minggu lalu (23/11). Gelar itu menegaskan reputasi Anshori sebagai pelatih voli putri top tanah air.

Anshori diapit Amalia dan Asih

Di usianya yang menginjak setengah abad, Anshori masih terlihat bugar, tegap, dan atletis. Orang awam pasti mengira bahwa sosok yang dilihat adalah seorang tentara atau polisi. Namun, bila melihat Anshori di lapangan voli, orang pasti terkejut akan kekalemannya ketika memberikan instruksi kepada pemain-pemainnya.

Meski kalem, bukan berarti pelatih kepala tim voli putri Bank Jatim tersebut tidak bisa tegas. "Melatih tim putri itu memang harus kalem, kebapakan. Jangan terlalu keras. Tapi, ada kalanya ketegasan diperlukan agar pemain yang melakukan kesalahan bisa segera diperbaiki," tutur Anshori.

Prinsip kalem yang diterapkan kepada Bank Jatim pun berbuah manis. Bank Jatim merebut juara Livoli Divisi Utama 2014 di GOR Mastrip, Probolinggo. Itu menjadi gelar ketiga beruntun atau kali kelima sejak Livoli diselenggarakan kali pertama pada 1999.

Memang banyak yang menyebut sukses Bank Jatim dikarenakan memiliki skuad bertabur pemain langganan timnas. Nama-nama seperti Amalia Fajrina, Maya Kurnia Indri, Zara Alfa Lautania, Faiska Dwi Permata Ratri, Dini Indah Sari, sampai Asih Titi Pangestuti juga menjadi anak asuh Anshori kala merebut medali perunggu di SEA Games Myanmar 2013.

Tetapi, perlu dicatat bahwa Anshori baru menangani Amalia Fajrina dkk tiga pekan sebelum Livoli. Itu pun, semua pemain top Bank Jatim baru lengkap pada pekan-pekan terakhir. Waktu yang mepet dengan ekspektasi tinggi pun menjadi tantangan pelatih asli Situbondo tersebut.

"Meski punya materi pemain bagus, kalau tidak bisa meramunya, tidak akan jadi tim yang solid," kata Anshori yang juga menjabat pelatih timnas putri proyeksi SEA Games 2015.

Dia lantas menceritakan pengalaman saat menangani Popsivo Polwan pada Proliga 2012. Kala itu materi pemain Popsivo bukan yang terbaik. Tetapi, Anshori mampu membawa Pospivo sebagai juara.

"Saya beruntung menangani Popsivo yang para pemainnya memang sudah jadi dan punya passion di voli. Bila mengerjakan sesuatu dengan passion, hasilnya bakal bagus. Dan, passion saya memang di voli. Itulah sebabnya, saya tidak tertarik bekerja di bidang lain," beber pria yang menekuni voli sejak masih duduk di kelas 1 SMP tersebut.

Hanya, berkecimpung di dunia yang menjadi passion-nya terkadang tidak luput menghadirkan stres. Untuk itu, Anshori memiliki resep khusus guna mengantisipasi kejenuhan dalam voli. Yakni, melalui hobinya memelihara burung, khususnya burung merpati.

"Memelihara burung itu saya gunakan untuk melepas stres. Biasanya, saya adu kecepatan merpati dengan teman-teman sesama penghobi burung," tutur ayah Azhari Adjie Pratama dan Audre Aulisa Putri itu sembari tersenyum.

source : jawapos.com

Last Updated ( Tuesday, 25 November 2014 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=