Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow SEA GAMES arrow Filipina Pertanyakan Aprilia, Perwakilan Indonesia: Itu Keterlaluan
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday280
mod_vvisit_counterYesterday1885
mod_vvisit_counterThis week4186
mod_vvisit_counterThis month32567
mod_vvisit_counterAll5695912

sloganvoli.jpg

Filipina Pertanyakan Aprilia, Perwakilan Indonesia: Itu Keterlaluan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 10 June 2015

Jakarta - Sikap Filipina yang mempertanyakan jenis kelamin salah satu pemain tim nasional voli indoor putri, Aprilia Santini Manganang, pada SEA Games di Singapura dinilai mengada-ada. Sebab, protes baru dilakukan setelah pengesahan pemain dilakukan.

Kehadiran Aprilia sebagai salah satu pemain timnas voli indoor putri Indonesia mengundang kontroversi. Adalah Filipina yang mempermasalahkan jenis kelamin spiker dari Jakarta Elektrik PLN tersebut.

Semuanya bermula saat pelatih timnas voli Filipina, Roger Gorayeb, menyatakan kecurigaan terhadap tenaga dan fisik Aprilia. Filipina kemudian meminta Komite Penyelenggara dan Komite Medis SEA Games untuk melakukan tes hormon kepada Aprilia.

Direktur Pertandingan Voli Indonesia Hanny Surkatty mengatakan permintaan tersebut sebagai tindakan yang keterlaluan dan melanggar hak asasi Aprilia sebagai manusia.

"Tim lain protes atas dasar apa? Mereka meragukan dasarnya apa? Secara human right mereka sudah melecehkan seseorang tanpa bukti. Itu bisa dituntut apalagi ini menyangkut bela negara. Itu sudah keterlaluan. Kita harus membela negara jangan ada orang sembarangan seperti itu, yang membuat pernyataan tanpa dasar," kata Hanny kepada wartawan di Singapura pada Rabu (10/6/2015).

Lagipula, Hanny menilai protes itu sudah terlambat. Jika memang mengajukan protes semestinya diberikan saat technical meeting.

"Sekarang begini, saat technical meeting apakah ada yang protes? Tidak ada sama sekali. Waktu pengesahan nama pemain ada yang protes? Tidak ada sama sekali. Padahal yang menyetujui adalah orang Filipina dan tidak ada protes secara resmi kepada kami," ucap Hanny yang juga menjadi penanggung jawab kompetisi voli setengah profesional tanah air Proliga.

"Sebenarnya tidak ada masalah dan tidak ada peraturan soal ini. Tapi memang pertandingan ini penting sekali buat mereka. Karena kalau mereka menang dengan Indonesia, peluang mereka bisa besar untuk melaju ke semifinal. Bagi Indonesia, hasil pertandingan ini juga berpengaruh besar," ungkap dia.

Filipina tetap menjalani pertandingan dengan Indonesia pada babak penyisihan Grup B, siang tadi di di OCBC Arena Hall 2, Singapura. Di laga yang akhirnya dimenangkan Indonesia itu, Aprilia menjadi salah satu pemain yang diturunkan

"Tanya saja ke orang NOC. Bukan saya," ucap Gorayeb saat dikonfirmasi soal kehadiran Aprilia dalam pertandingan.

source : sport.detik.com

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=