Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Yunior arrow 29 Klub Se-Indonesia Tarung di Invitasi Voli U-17 Nasional
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1593
mod_vvisit_counterYesterday1660
mod_vvisit_counterThis week3253
mod_vvisit_counterThis month7122
mod_vvisit_counterAll6433776

sloganvoli.jpg

29 Klub Se-Indonesia Tarung di Invitasi Voli U-17 Nasional PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 28 September 2015

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Semangat membangunkan kembali prestasi bola voli Indoor nasional coba dihidupkan kembali melalui Invitasi Kejurnas Bola Voli Antar Klub Junior U-17 di Kota Malang.

Tak kurang 29 klub amatir bola Voli dari berbagai kota di Tanah Air telah mendaftar mengikuti invitasi yang akan diselenggarakan di GOR Ken Arok pada 23-27 September 2015 itu.

Ketua Umum Invitasi Kejurnas Voli antar klub junior U-17, Hadi Muhono, menyatakan, penyelenggaraan invitasi berasal dari ide para veteran pemain bola voli nasional.

Hadi yang pernah aktif dalam klub amatir Hiam di Kota Malang pada tahun 1967 itu berharap, klub-klub bola voli amatir bisa kembali bangkit dan bersemangat.

"Klub-klub amatir biasanya adalah klub yang justru pencetak pemain tapi yang muncul ke permukaan klub-klub profesional yang tinggal mengambil atlet jadi. Melalui invitasi ini semoga bisa mengangkat klub yang selama ini membina atlet dari nol,"ujar Hadi, Selasa (22/9).

Tokoh olahraga voli pantai nasional, Slamet Mulyanto yang juga menjadi panitia invitasi ini menjelaskan, panitia terpaksa memberlakukan babak kualifikasi karena banyak klub yang ingin mendaftar.

Panitia menetapkan kuota 12 tim putra dan 12 tim putri di invitasi ini tapi klub pendaftar membeludak.

Di kelompok putri, animo klub peserta sangat besar, dari Jatim sendiri sudah ada 15 klub pendaftar dari Banyuwangi, Probolinggo, Surabaya, Kediri Blitar, Ngawi, jadi kami buat kualifikasi khusus tim asal Jatim, akan kami ambil empat atau lima tim terbaik," ujar Slamet.

Klub peserta yang dipastikan ambil bagian seperti Bahana Bandung, Kudus dan Vita Solo dari Jateng, Ganevo Yogyakarta, Pervos dari Banten, KBC dari Bali dan AVC dari NTB. Klub dari kota Malang sendiri yang dipastikan mengikuti invitasi yakni KFC, Arema Vi, MVC, Gajayana, dan Bravo.

Hari pertama penyelenggaraan pada 23 September 2015 akan diisi dengan babak kualifikasi. Babak utama akan mulai dibuka pada 24 September.

Panitia menerapkan sistem setengah kompetisi di babak awal dengan menempatkan peserta dalam empat grup. Hasil pertandingan babak pertama natinya akan menentukan posisi peserta dalam babak kedua yang mulai menerapkan sistem gugur hingga babak final.

"Melalui sistem ini semua peserta akan tetap ikut bertanding di babak kedua hanya saja hasil rangking akan menentukan posisi di bagan di babak kedua. Peserta juara grup akan diuntungkan karena akan bertemu dengan tim terlemah di babak sistem gugur," papar Slamet.

Slamet yang sukses membawa voli pantai Indonesia masuk Olimpiade berharap, kejuaraan nasional ini bisa jadi momen kebangkitan voli Indonesia sesuai program PP PBVSI dengan program KBVI.

"Indonesia punya mimpi juga untuk voli indoor. Tahun 2017 mudah-mudahan voli indoor juga bisa berbicara di tingkat Asia hingga Olimpiade. Klub amatir yang belum bangun bisa bangun lagi sehingga Indonesia bisa punya banyak atlet berpotensi lagi," ujar mantan atlet voli yang juga jadi pengurus PP PBVSI itu.

Selain menjalankan kejuaraan kelompok umur 17 tahun, panitia juga akan menjalankan pelatihan bagi pelajar di Malang.

Pelatih bola voli yang memiliki lisensi kepelatihan internasional, Gugi Gustaman akan memberi pelatihan praktis pada Rabu (23/9).

"Saya sangat tergugah, Malang bisa buat investasi bagi atlet muda. Malang tahun 1960an banyak atlet nasional, Saya harapkan invitasi ini bisa jadi trade mark Malang dan jadi tolak ukur derah lain bagi olahraga voli klub amatir," ungkap Gugi.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=