Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PON arrow Panen Pengalaman dari Myanmar
Skip to content

sloganvoli.jpg

Panen Pengalaman dari Myanmar PDF Print E-mail
Written by marto   
Thursday, 01 September 2016
Skuad Voli Putra Jatim yang Perkuat Samator 

JAWAPOS.COM SURABAYA - Para pemain voli putra Jatim yang akan turun di PON XIX/2016 baru saja kembali ke Indonesia setelah beruji coba di Myanmar. 12 pemain tersebut tergabung dalam tim juara Proliga 2016, Polri Samator. Mereka bertanding pada kejuaraan Asian Men's Club Volleyball Championship 2016. 

Mulai dari pemain inti hingga skuad cadangan Polri Samator terdaftar sebagai pemain yang akan membela nama Jatim di multievent empat tahunan tersebut. 

Di antara 12 pemain tersebut, enam pemain di antaranya mendapatkan kesempatan yang lebih banyak di dalam lapangan pertandingan.Enam pemain tersebut adalah Muhammad Mirza Pratama yang juga kapten tim Polri Samator, Samsul Kohar, Nizar Julfikar, Rivan Nurmulki, Rendy Tamamilang, dan Yoga Tegar Sujiwa. 

Manajer tim Polri Samator Hadi Sampurno mengungkapkan para penggawa voli putra Jatim tersebut menunjukkan perkembangan yang bagus saat mengikuti turnamen internasional. 

Hanya, performa mereka belum mampu membawa tim Samator memenuhi target menembus babak 8 besar kejuaraan klub bola voli tingkat Asia tersebut. Mereka harus puas meraih posisi ke-9 setelah mereguk tiga kemenangan. Hadi menjelaskan, timnya terhitung memang kurang beruntung. 

Pendapat Hadi cukup beralasan. Sejak babak awal, Samator sudah tergabung dengan tim-tim kuat di pool B. Antara lain, juara bertahan Taiwan Powers (Taiwan) dan Toyoda Gosei Trefuerza (Jepang). ''Tim kami sebenarnya cukup solid. Bandingkan dengan tim Vietnam, Maseco Tshcpm. Mereka menang cuma sekali di babak awal, tapi bisa masuk 8 besar,'' ujar Hadi. 

Namun, meski gagal memenuhi target, ungkap Hadi, tim Samator tetap dapat mengambil banyak pengalaman dan wawasan di kejuaraan klub voli tingkat Asia tersebut. Pengalaman dan wawasan itu pula yang akan jadi modal berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya di Indonesia.

Termasuk untuk PON yang berlangsung mulai pertengahan bulan ini. ''Secara teknik, anak-anak juga menunjukkan perkembangan, tapi tentu harus dibenahi lagi,'' jelas Hadi. 

Polri Samator yang mewakili Indonesia di Myanmar berhasil finis di urutan ke-9. Dalam pertandingan terakhir perebutan peringkat ke-9 pada Selasa malam (30/8), Samator menang atas wakil Iraq, Gas Aljanoob.

Muhammad Mirza Pratama dkk harus melalui game yang ketat sebelum memenangkan pertandingan atas Gas Aljanoob. Di dua game awal, Samator berhasil unggul 25-19 dan 25-20. Namun, saat memasuki game ke-3 dan ke-4, performa tim Samator menurun. Akibatnya, anak asuh Ibarsyah Djanu Tjahjono tersebut harus menyerahkan dua game berikutnya kepada Gas Aljanoob dengan 12-25 dan 18-25.

Namun, di game penentuan, Samator berhasil bangkit dan menyudahi perlawanan wakil Iraq dengan 15-12. ''Saat leading, kita sering lengah. Daya juang tiba-tiba menurun. Sebaliknya, waktu dapat momentum, performa lawan langsung meningkat,'' ungkap Hadi. (raz/c20/ady)
Last Updated ( Thursday, 01 September 2016 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=