Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PIala Asia arrow Jakarta Elektrik PLN Tak Patah Arang Meski Telan Kekalahan Kedua
Skip to content

sloganvoli.jpg

Jakarta Elektrik PLN Tak Patah Arang Meski Telan Kekalahan Kedua PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 05 September 2016

JawaPos.com - Wakil Indonesia di kejuaraan bola voli putri antarklub se-Asia, Asian Women's Club Volleyball Championship 2016, menelan kekalahan kedua saat menghadapi wakil Jepang, Nec Red Rockets, Minggu (4/9).

Bermain di Alonte Sports Arena, Binan Laguna, Filipina, JE PLN kalah dengan skor 0-3 (16-25, 15-25, 17-25) dalam tempo 1 jam 4 menit. Skor 0-3 serupa dengan kekalahan JE PLN pada pertandingan pertama melawan wakil Kazakhstan, Altay VC, kemarin (3/9).

Sejak sebelum pertandingan, JE PLN memang sudah menyadari kekuatan tim Jepang yang masih berada di atas mereka. Permainan cepat NEC Red Rockets pun sejatinya sudah coba diantisipasi. Namun, tetap saja ketangguhan jawara enam kali kompetisi V.Premier League di Jepang itu sulit dibendung.

Di pertandingan ini, peran pelatih Tian Mei masih digantikan oleh asistennya, Alex Bonapea. Tian Mei batal ikut ke Filipina karena kendala visa yang tak dikeluarkan pihak otoritas di Filipina.

"Tian Mei batal ikut akibat visanya tidak keluar. Pengurusan visa superketat akibat konflik Laut China Selatan. Termasuk tim China datang terlambat. Mereka baru datang ke Filipina pada 3 September," bilang Alex Bonapea menjelaskan alasan ketidakhadiran Tian Mei mendampingi Aprilia Manganang dan kawan-kawan.

JE PLN sendiri pada laga ini masih mengandalkan starting line-up yang sama seperti kala menghadapi Altay VC. April -sapaan Aprilia Manganang-, tampil sebagai andalan didampingi Berllian Marsheille, Nety Dyah Puspitasari, Gunarti Indahyani, Shella Onnan Bernadetha, dan dua pemain asing asal Thailand, Wanitchaya Luangtonglang serta Kuttika Kaewpin.

April tetap menjadi motor serangan jawara Proliga 2016 itu dengan menorehkan 24 poin dari 80 attempts, lebih tinggi 4 poin dari pencapaiannya saat menghadapi Altay VC. Dari total 24 poin itu, 23 di antaranya dicetak melalui spike, dan hanya 1 yang berasal dari service aces.

Sementara, di kubu NEC Red Rockets, Sarina Koga menjadi best scorer dengan torehan 14 poin dari 46 attempts. Selain Koga, poin juga banyak diraih oleh Kana Ono dan Mizuki Yanagita yang masing-masing mencatat 9 poin.

"Tim Jepang sangat bagus. Serangan mereka susah dibaca. Defense mereka kuat. Kami sudah berjuang keras, namun mereka terlalu kuat," aku Alex kepada JawaPos.com.

Akibat dua kekalahan di Pool C, JE PLN gagal lolos ke pertandingan memperebutkan peringkat 1-8. Mereka hanya akan tampil dalam perebutan peringkat 9-12. Mereka kemungkinan besar akan menghadapi wakil Hong Kong, Kwai Tsing, atau tim Vietnam Lien Viet Post Bank, yang akan menempati peringkat ketiga di Pool A.

Kwai Tsing dan Lien Viet Post Bank akan saling berhadapan pada pertandingan terakhir Pool A pada Senin (5/9).

"Kami kemungkinan melawan Hong Kong. Anak-anak tetap semangat (meski dua kali kalah). Melawan Hong Kong sepertinya akan seimbang. Semoga kami bisa memenangi pertandingan. Dengan tidak adanya Tian Mei, kami semua memikul tanggung jawab bersama-sama terhadap nasib tim. Kami mencoba profesional," pungkas Alex.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=