Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Putri Elektrik PLN Andalkan Tosser dan Legiun Asing Baru
Skip to content

sloganvoli.jpg

Putri Elektrik PLN Andalkan Tosser dan Legiun Asing Baru PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 18 January 2017

JawaPos.com - Juara bertahan tim putri Proliga, Jakarta Elektrik PLN, tak akan lagi menggunakan jasa tosser Novita Dinda Pratama pada musim ini. Posisinya akan digantikan oleh Yolana Betha Pangestika yang musim lalu membela Jakarta PGN Popsivo Polwan.

Kepergian Dinda ke PGN Popsivo Polwan memang membuat Elektrik PLN langsung bergerak mencari tosser mumpuni untuk mengarungi Proliga 2017. Apalagi, performa Dinda tengah menanjak sejak gelaran Proliga tahun lalu usai didaulat menggantikan Tri Retno Mutiara yang hijrah ke Jakarta Pertamina Energi.

Namun, status Dinda yang memilih karier sebagai polisi wanita (polwan) membuatnya merapat ke Popsivo. Elektrik PLN sendiri segera memboyong Tata -sapaan akrab Yolana- sebagai pengganti. Selain Tata, untuk posisi tosser tim asuhan pelatih asal Tingkok, Tian Mei ini juga memiliki kemuning Dyah Ayu, yang tahun lalu membela Gresik Petrokimia.

"Komposisi tim kami hampir 90 persen pemain yang memperkuat tahun lalu. Perbedaan hanya di tosser dan pemain asing. Dinda kalau tidak salah masuk Popsivo karena sekarang dia kan sudah polwan. Tahun ini kami pakai Tata sebagai tosser, mudah-mudahan bisa membawa kami juara lagi," ujar Manajer Elektrik PLN, Heri Hermawan, kepada JawaPos.com.

Sementara soal pemain asing, Elektrik PLN tak akan lagi menggunakan jasa duo Tiongkok, Wang Yimei dan Zhang Lei, yang tahun lalu berhasil membantu meraih gelar juara. Pada tahun ini, PLN akan bereuni dengan pevoli asal Venezuela, Maria Jose Perez yang juga sukses mempersembahkan gelar juara pada dua tahun lalu, ditambah satu legiun asing asal Amerika Serikat, Lindsay Marie Stalzer.

"Di Tiongkok kan sekarang ada semacam PON-nya di sana. Jadi semua pemain sana enggak boleh main di luar," jelas Heri.

Stalzer tercatat terakhir kali membela tim Filipina, Foton Tornadoes. Opposite Hitter berusia 32 tahun itu juga pernah bersua Elektrik PLN pada kejuaraan antarklub Asia di Manila saat membela Foton Philipinas.

Sementara, Maria Jose Perez sudah familiar karena pernah bahu-membahu menjuarai Proliga 2015 bersama pemain yang tahun ini masih menghuni tim Elektrik PLN seperti  Berllian Marsheilla, Yolla Yuliana, Wilda Siti Nurfadhilah, Dian Wijayanti, Chika Swinerlin, dan Aprilia Manganang.

Dengan amunisi yang sebagian besar masih sama, Elektrik PLN berharap bisa mencatat hat-trick juara beruntun. Namun, persaingan pada Proliga tahun ini dipastikan akan lebih ketat karena jumlah tim meningkat ketimbang tahun sebelumnya.

Selain Pertamina Energi yang menjadi finalis tahun lalu, ancaman lain datang dari Gresik Petrokimia, Batam Sindo BVN, Jakarta PGN Popsivo Polwan, dan dua tim yang comeback, Bandung Bank BJB serta Jakarta BNI 46.

"Saya kira semua tim menjadi pesaing dan harus diwaspadai karena komposisi tim sekarang pasti berubah dari tahun lalu. Jumlah tim yang lebih banyak juga saya kira lebih bagus jadi makin kompetitif dan meramaikan kompetisi," pungkas Heri.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=