Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Hadapi Proliga 2017, Samator Tak Lagi Krisis Libero
Skip to content

sloganvoli.jpg

Hadapi Proliga 2017, Samator Tak Lagi Krisis Libero PDF Print E-mail
Written by Nindy   
Wednesday, 25 January 2017
Skuad Samator di Proliga 2017

Volimania.org
- Jelang kick off Proliga 2017 yang akan dimulai di GOR Ken Arok, Malang pada 27 Januari 2017 mendatang, tim-tim peserta semakin intensif mempersiapkan diri dan mematangkan strategi. Tak terkecuali juara Proliga tahun lalu, Bhayangkara Surabaya Samator.

Tim kebanggaan Surabaya ini memang selalu jadi favorit juara, baik diajang Livoli maupun Proliga. Hal tersebut wajar, apalagi mengingat deretan nama pemain dengan kemampuan dan skill mumpuni yang membela Samator.  Namun, bukan berarti persiapan tim yang banyak melahirkan pemain-pemain nasional jelang Proliga 2017 ini berjalan mulus.

Krisis libero dan hengkangnya beberapa pemain andalan jadi masalah yang dihadapi tim asuhan Ibarsyah Djanu Tjahjono ini. Seperti diketahui, Samator tahun ini tak lagi dperkuat oleh I Putu Randu Pradana dan Ahmad Faisal yang memutuskan untuk tidak lagi berada dalam naungan tim yang telah membesarkan nama mereka.

“Kami tidak pernah menahan pemain yang ingin mengundurkan diri dari Samator karena alasan pekerjaan, pensiun maupun hijrah. PBVSI toh juga sudah memiliki peraturan tentang regulasi tersebut.” jelas Hadi Sampurno, manager Bhayangkara Surabaya Samator.

Kehilangan dua pemain yang jadi ujung tombak tim tentu menjadi hal yang sangat disayangkan. Meski begitu, Samator yang sedari awal memang memfokuskan pada pembinaan pemain tak lantas mengendurkan persiapan mereka. Sederet pemain pelapis telah dipersiapan untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Randu dan Faisal.

“Saat ini kami membina sekitar 20 pemain muda, jadi ketika ada posisi yang ditinggalkan di tim senior, tentu ini menjadi kesempatan bagi pemain lapis kedua dan ketiga untuk naik dan menambah jam terbang.”  

Jika Samator berlimpah pemain di posisi open spiker, quicker dan all round, tak demikian dengan posisi libero. Sejak libero Veleg Dhani Ristan mengundurkan diri karena alasan pekerjaan, perlahan tapi pasti Samator mengalami krisis libero. Sempat mencoba menempatkan Galih Bayu untuk mengisi kekosongan posisi libero di Proliga 2015, strategi tersebut nyatanya kurang berhasil. Penampilan Bayu yang berposisi asli sebagai open spiker dinilai kurang maksimal untuk mengangkat performa tim ketika dia diplot sebagai libero.

Alhasil pada Proliga 2016, Samator memutuskan untuk menggaet libero Ainur Rusydi asal klub Mars Probolinggo. Sayang, perjalanan Ainur di Samator hanya berlangsung singkat, yakni satu tahun. Pada Proliga 2017 libero yang jadi bagian kala Mars Kota Probolinggo juara Livoli 2015 memutuskan untuk hijrah dan membela tim Jakarta Elektrik PLN.

Hijrahnya Ainur membuat Samator mulai kembali bergerilya untuk mendapatkan libero. Usaha tersebut membuah hasil ketika tim pelatih menemukan bakat Hendri Ade Novian, pemain muda asal Kediri. Tak mau buang waktu, Samator langsung meminta Hendri untuk bergabung dan menjalani latihan intensif selama 6 bulan, puncaknya adalah ketika pemain berumur 18 tahun tersebut dipercaya untuk tampil sebagai libero utama pada ajang Livoli 2016.

“Posisi Hendri memang libero murni dan dia sudah menunjukan penampilan yang cukup baik saat turun di Livoli. Itu yang membuat kami tak ragu menurunkannya di Proliga.” ungkap Hadi.

Saat ini Samator masih terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Proliga, terutama setelah kedatangan kedua pemain asing yakni Hernandez Wilfrido asal Dominika yang berposisi sebagai open spiker dan quicker asal Bosnia, Valentyn Burkovskyi.  

“Kami menjalani persiapan sejak 4 bulan lalu dan melakukan pematangan tim pada Desember. Wilfrido sudah dapat beradaptasi dengan baik  sesuai ritme tim, sementara Valentyn masih belum begitu padu dengan setter Nizar Zulfikar.”

Selain belum dapat mendapatkan chemistry dengan setter, Valentyn juga mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan cuaca dan suhu udara di Surabaya yang terkenal panas. (ndy)

Foto: Instagram Surabaya Samator (@surabayasamator)

Last Updated ( Saturday, 28 January 2017 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=