Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow BSBB Antisipasi Jump Serve
Skip to content

sloganvoli.jpg

BSBB Antisipasi Jump Serve PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 07 February 2017
Evaluasi Hasil Buruk pada Laga Seri II

PALEMBANG - Target tim voli putra Palembang Bank SumselBabel (BSBB) ketika melakoni seri kedua Proliga di kandang sendiri sangat jelas. Yakni, menyapu bersih kemenangan dalam dua laga demi menggapai asa juara. Kenyataannya, mereka menjadi pecundang dengan selalu kalah 1-3. Masing-masing dari Surabaya Bhayangkara Samator dan Jakarta Pertamina Energi.

Sederet evaluasi pun dilakukan demi menyongsong seri pemungkas putaran pertama yang bakal dihelat di GOR Temenggung Abdul Jamal Batam pada 10-12 Februari. Asisten pelatih BSBB Samaji menuturkan, dari seluruh kekalahan yang mereka derita di Palembang, receive memang menjadi problem utama dari Aji Maulana dkk.

Samaji menjelaskan, bola pertama yang dimulai timnya sering tidak maksimal. "Jika sudah begitu, tosser tak bisa melakukan passing dengan maksimal," katanya. "Dampaknya, kami tidak memiliki serangan yang sangat membunuh," lanjutnya.

Samaji melanjutkan, buruknya receive yang dilakukan para pemain BSBB terjadi karena mereka tidak sigap dengan jump serve lawan. Memang, dalam dua kekalahan itu, BSBB setidaknya kehilangan enam poin di setiap set ketika lawan melakukan jump serve.

Di Samator, ada tiga pemain yang memiliki kemampuan tersebut. Yakni, Rendy Febriant Tamamilang (open spiker), Rivan Nur Mulki (all-round), dan spiker asing Wilfrido Hernandez. Dari Pertamina Energi, dua legiun asingnya, yaitu Paul Sanderson (Australia) dan Aleksandra Minic (Montenegro), menjadi motor kemenangan tim dari pukulan pertama selain lewat spike yang bertenaga.

Karena itu, dalam enam hari persiapan melawan Jakarta Elektrik PLN, Samaji fokus mengedril para pemainnya untuk menghadapi servis-servis keras. Apalagi, di tim Elektrik, pilar asing asal Polandia, Bartosz Krzysiek, piawai mencuri poin dengan servis yang dilakukan sambil melompat tersebut.

"Jujur, kami sering kaget ketika menghadapi jump serve," ujar Samaji. "Permainan begitu kacau-balau. Kami harus mengambil kemenangan jika masih ingin menjadi juara," imbuhnya. Konfidensi pun meningkat seiring dengan kabar membaiknya kondisi kesehatan Samsul Jais, pelatih kepala. "Kami berharap beliau bisa mendampingi tim ketika berada di Palembang," tutur Samaji.

Evaluasi juga dilakukan tim putri Jakarta Pertamina Energi. Pelatih Pertamina Risco Herlambang menyatakan, berdasar hasil evaluasi tim, pemain asing belum memberikan kontribusi maksimal. Anna Stepaniuk menjadi pemain yang paling disorot.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=