Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Putra BNI Bakal Rombak Tim
Skip to content

sloganvoli.jpg

Putra BNI Bakal Rombak Tim PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 21 February 2017
Posisi Pelatih Juga Terancam

Jawapos.com, JAKARTA - Persaingan putaran kedua Proliga 2017 diprediksi masih ketat. Terutama bagi tiga tim terbawah di sektor putra dan putri demi memperebutkan tiket babak final four. Salah satu tim Proliga yang punya tradisi kuat, Jakarta BNI Taplus, mengincar tiket yang sama.

Khususnya di tim putra, manajemen menginginkan perubahan signifikan untuk mendongkrak performa I Nyoman Rudi Tirtana dkk di putaran kedua. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah merombak skuad yang ada saat ini.

Bukan hanya pemain, Joao Eduardo de Paula sebagai pelatih kepala musim ini dinilai belum terbukti ampuh. Berbeda ketika mereka bisa menembus babak final edisi 2016. Perubahan skuad menjadi ganjalan besar buat Edu -sapaan karib Eduardo- dalam meramu skuad yang ada sekarang.

Endang Hidayatullah, manajer tim putra Jakarta BNI Taplus, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil keputusan secepatnya awal pekan depan. ''Segala kemungkinan bisa terjadi. Kami juga sudah siapkan nama pemain pengganti,'' terangnya.

Prestasi tim putra BNI memang tidak terlalu bagus di putaran pertama lalu. Mereka hanya mengemas sekali kemenangan dan empat kali kalah. Jauh berbeda ketimbang capaian mereka pada tahun sebelumnya hingga mampu menembus grand final.

Keberadaan Loudry Maspaitella, legenda voli Indonesia di jajaran asisten pelatih tim putra BNI, diharapkan bisa membawa perubahan di putaran kedua. Namun, statusnya sebagai salah seorang pimpinan di BNI Cabang Salatiga memaksa dia membagi waktu. ''Saat ini belum ada dispensasi penuh,'' katanya.

Pada putaran pertama lalu, Loudry baru bergabung menjelang hari pertandingan. Padahal, sosok mantan setter andalan timnas Indonesia itu cukup krusial dalam memberikan input kepada para pemain. Namun, pria yang membawa BNI juara dalam lima edisi Proliga tersebut yakin timnya bisa masuk minimal final four. ''Sejak awal, ekspektasi kami memang besar di tim putra. Tetapi, memang kendala nonteknis sering muncul,'' ujarnya. Alhasil, teamwork mereka amburadul dalam sejumlah pertandingan.

Dalam perkembangan yang sama, tim putri BNI Taplus terus melakukan perbaikan. Kepastian mereka masuk pada Proliga 2017 juga terbilang mendadak. Keputusan itu mengejutkan. Terlebih setelah tahun lalu mereka absen dari kompetisi.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=