Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Jakarta Elektrik PLN Cepat “Move On” dari Kekalahan
Skip to content

sloganvoli.jpg

Jakarta Elektrik PLN Cepat “Move On” dari Kekalahan PDF Print E-mail
Written by Nindy   
Monday, 20 March 2017

Jakarta Elektrik PLN
Volimania.org- Tim putri Jakarta Elektrik PLN nampaknya cepat move on dari kekalahan mengejutkan yang diderita dari Gresik Petrokimia. Kembali bertanding di hari terakhir putaran penyisihan seri Malang yang berlangsung di GOR Ken Arok, Malang pada Minggu (19/3), Elektrik PLN berhasil mengalahkan Popsivo PGN 3-1 (25-20, 25-16, 23-25, 25-19).

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, Tian Mei kali ini menurunkan quicker cantik, Maya Kurnia Indri untuk menggantikan Shella Bernadetha. Kehadiran Maya yang baru saja pulih dari cedera lutut yang dialaminya memang diharapkan mampu memperkuat block dan pertahanan Elektrik PLN.

Hadirnya Maya ditambah dengan membaiknya kondisi mental tim membuat penampilan Elektrik PLN menunjukan grafik meningkat, terutama dari segi serangan maupun pertahanan. Serve ace dari Wilda Siti Nurfadilah dan Aprilia Manganang kerap menyulitkan para pemain Popsivo PGN untuk melakukan receive yang baik sehingga berimbas pada serangan yang menjadi mudah terbaca arahnya.

Popsivo PGN memang tampil tanpa kekuatan penuh. Absennya sang Kapten, Amalia Fajrina dan pemain asing, Gina Mambru, jelas sekali berpengaruh pada daya gedor pasukan Eko Waluyo ini. Selain lemah di serangan, pertahanan Popsivo PGN juga tak serapat biasanya. Hal tersebut dikarenakan kurang maksimalnya penampilan libero andalan mereka, Dewi Wulandari karena kondisi yang kurang fit.

“Kondisi tim kami kurang lengkap. Libero kami sakit, makanya pergerakan kakinya agak lambat terutama di set kedua. Pemain asing kami, Gina Mambru juga tidak bisa tampil karena sakit, kemungkinan karena salah makan.” terang Eko Waluyo, pelatih kepala Popsivo PGN.

Selain mengungkapkan faktor penyebab kekalahan timnya, Eko juga mengakui bahwa tim harus lebih mempersiapkan fisik dan mental menjelang putaran Final Four yang akan berlangsung awal April nanti.

“Pertandingan empat besar nanti akan sangat melelahkan, karena setiap tim akan bermain tiga kali secara terus-menerus. Kami harus mempersiapkan fisik dan mental, apalagi tahun ini Popsivo mengalami banyak perubahan.”

Bagi Elektrik PLN, kemenangan dari Popsivo PGN menjadi titik balik penampilan anak asuh Tian Mei pasca kekalahan dari Petrokimia sehari sebelumnya. Menjaga konsentrasi dan ritme permainan menjadi kunci kemenangan Elektrik PLN.

“Kekalahan dari Gresik Petrokimia adalah pertandingan terburuk kami, karena itu Tian Mei memerintahkan untuk konsentrasi penuh. Set ketiga, anak-anak main terlalu terburu-buru, sehingga kehilangan konsentrasi. Alhasil kalah.” ungkap Abdul Munif, asisten pelatih Elektrik PLN.

Setelah seri Malang selesai, akan ada jeda selama dua minggu yang dapat dimaksimalkan tim putri Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Elektrik PLN, Jakarta Popsivo PGN dan Gresik Petrokimia yang lolos untuk mempersiapakan strategi, fisik dan mental para pemainnya sebelum menghadapi putaran Final Four yang akan berlangsung di Solo dan Bandung bulan depan. (ndy)

Foto: PBVSI

Last Updated ( Monday, 20 March 2017 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=