Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Gunakan VIS di Final Four
Skip to content

sloganvoli.jpg

Gunakan VIS di Final Four PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 March 2017

Jawapos.com - ADA yang baru dari final four Proliga 2017 yang diselenggarakan mulai 7 April mendatang. Yakni, penggunaan software VIS (volleyball information system) sebagai alat ukur performa pemain selama berlaga.

Selain itu, VIS digunakan sebagai alat ukur pemain dalam mendapatkan penghargaan individu. Kepastian itu datang dari Reginald Nelwan, wakil direktur Proliga. "Nantinya VIS berfungsi sebagai pencatat statisik detail tiap-tiap pemain," ujarnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Proliga memang baru menggunakan VIS saat final four. Sebab, Proliga harus merogoh kocek yang tidak sedikit untuk biaya operasionalnya. "Saya tidak mau menyebut berapa nominalnya. Yang jelas, biayanya besar untuk bayar tenaganya," tutur Regi. "Kecuali kalau ada sponsor besar yang menalangi, mungkin bisa sedikit terbantu," tambahnya.

Regi menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan tim yang akan mengoperasikan software VIS. Rencananya ada 12 orang yang bertindak sebagai tim penilai. Mereka akan dibagi menjadi dua tim dan menilai setiap pemain yang bertanding. "Mereka harus dari orang-orang yang mengerti voli. Rencananya kami dibantu dari kampus keguruan dan ilmu pendidikan," katanya.

Hasil statistik itu akan keluar setelah pertandingan selesai. Jadi, tim pelatih memiliki laporan untuk menilai performa para pemainnya. Laporan tersebut memuat tabel yang menginformasikan jumlah spike, servis, blok, dan rally setiap pemain. "Dari situ bisa terlihat siapa yang bermain bagus dan tidak," ucapnya.

Regi kemudian membandingkan penggunaan VIS di Indonesia dan di luar negeri. Menurut dia, hasil statistik VIS di negara maju bisa keluar per set. Berbeda dengan di Indonesia, baik sumber daya manusia maupun fasilitasnya hanya mampu membuat statistik VIS keluar di akhir laga. "Olahraga voli di Indonesia kan tidak begitu besar animonya seperti basket dan sepak bola. Jadi, sementara begini dulu saja," paparnya.

Dia menuturkan, selama ini sebenarnya banyak tim Proliga yang sudah membuat laporan permainan tim secara mandiri. Nah, kesempatan tim untuk mengetahui grafik performa para pemainnya secara mendalam lebih terbuka lebar di final four.

Last Updated ( Friday, 24 March 2017 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=