Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Tidak Bergantung pada Amalia Fajrina
Skip to content

sloganvoli.jpg

Tidak Bergantung pada Amalia Fajrina PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 29 March 2017

Jawapos.com, JAKARTA - Hasil di putaran kedua di babak reguler Proliga 2017 memberikan evaluasi besar bagi Jakarta PGN Popsivo Polwan. Salah satunya, ketika mereka menelan kekalahan oleh Gresik Petrokimia pada seri penutup di Malang.

Salah satu penyebab kekalahan tersebut adalah tidak adanya sosok Amalia Fajrina. Bagi Popsivo, itu menyisakan lubang dalam tim. Karena itu, pada sisa dua minggu menjelang final four pertama di Solo pada 7-9 April nanti, Eko Waluyo, pelatih Popsivo, berusaha melepaskan ketergantungan timnya terhadap Alia, panggilan Amalia Fajrina. "Ini harus kami lakukan. Sebab, Alia masih mengikuti prosesi tes perwira Polri," ujarnya.

Namun, kabar baiknya ada juga. Gina Mambru, legiun asing Popsivo asal Republik Dominika, sudah pulih dari cedera paha yang dialaminya di babak reguler lalu. Atlet 31 tahun tersebut akan menjadi tumpuan Popsivo ketika Alia absen.

Selain Gina, masih ada Jessica Walker (Amerika Serikat), Amasya Manganang, atau pemain muda Arsela Nuari Purnama. Mereka bisa mengisi tempat yang ditinggalkan Alia. "Yang jelas, tiga tim lain yang lolos final four sudah terbukti ketangguhannya. Kami akan mewaspadai semuanya," sebut Eko.

Sejumlah agenda uji coba juga sudah disiapkan setelah fisik pemain digenjot dalam tempo seminggu ke depan. "Tetapi, calon lawan minimal selevel tim proliga," harapnya.

Terpisah, Alia mengaku siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Hampir dua pekan terakhir, dia berpisah dengan timnya dan menjalani karantina seleksi akhir SIPSS (Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana) di Jakarta. Meski demikian, dia mengaku tetap menjaga kondisi di sela-sela jadwal padat setiap harinya.

Alia bersama Nizar Zulfikar (Surabaya Bhayangkara Samator) berjuang bersama untuk bisa mewujudkan mimpi menjadi perwira kepolisian. Keduanya ingin mengikuti jejak senior mereka, Affan Priyo Wicaksono dan Ayip Rizal. "Paling main passing sama Nizar saat break jadwal sore," lanjutnya. Alia banyak berharap timnya tetap bisa fokus dalam mengejar asa menjadi kampiun proliga.

Sementara itu, manajer Popsivo Nita Pongky mengusahakan Alia tetap bisa tampil di final four. Menurut dia, peran Alia tetap krusial buat tim yang mengombinasikan pemain muda-senior tersebut. "Tim pelatih sudah memosisikan Alia tidak ada di tim. Kalaupun bisa main, nanti tinggal menyesuaikan," sebut Nita.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=