Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow TeamNas arrow Konsistensi Jadi Nilai Terpenting
Skip to content

sloganvoli.jpg

Konsistensi Jadi Nilai Terpenting PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 12 May 2017
Empat Pemain Non-Proliga Isi Seleksi Timnas

Jawapos.com, JAKARTA - Tidak semua pemain yang terjaring masuk seleksi awal pelatnas voli indoor berkompetisi di Proliga 2017. Buktinya, dari 36 pemain yang terpanggil, 4 di antaranya absen di kompetisi bola voli terbesar tanah air itu. Yakni, 3 di kelompok putra dan 1 di kelompok putri.

Wakil Ketua V Bidang Kompetisi PP PBVSI Reginald Nelwan menyatakan, pemilihan para pemain tersebut dilakukan oleh PBVSI dan Badan Tim Nasional (BTN). BTN terdiri atas sebagian tim pelatih, bidang prestasi, dan bidang pertandingan dari PBVSI. ''Kami memang menyebar talent scout sejak lama untuk memantau perkembangan mereka,'' jelasnya.

Selain dari Proliga 2017, pemilihan pemain didasarkan pada perkembangan performa mereka sejak PON 2016 dan Livoli. Tujuannya, agar terjadi regenerasi di tubuh timnas dan ada variasi dari pemain yang masuk skuad timnas. ''Kami tidak ingin timnas dihuni nama-nama itu saja,'' ucapnya.

Regi menuturkan, persiapan menuju SEA Games sekaligus menjadi upaya untuk mempersiapkan pemain muda sejak dini untuk dapat menjadi tim pelapis para seniornya. Dia pun menjabarkan kriteria penilaian pemanggilan para pemain. PBVSI hanya memanggil pemain yang memiliki track record bagus. Itu dilihat dari grafik performa mereka sejak di PON 2016. ''Nggak semua yang main bagus di Proliga ikut dipanggil. Kami juga melihat konsistensi mereka saat berlatih dan bertanding. Kalau naik-turun, takutnya malah merugikan tim,'' jelasnya.

Selain PON 2016 dan Proliga, kompetisi voli tanah air menyajikan Livoli. Para pemain yang berlaga di Proliga sebelumnya sudah berlaga di ajang pada November-Desember 2016 itu. Nah, dari ajang tersebut, para pemandu bakat menjaring beberapa nama pemain yang belakangan tidak berkompetisi di Proliga.

Mereka adalah Hernanda Zulfi dari Indomaret Sidoarjo dan Ramzil Huda (TNI-AU). Dari kelompok putri, terjaring Megawati Hangestri dari Surabaya Bank Jatim. Di Livoli, tim putra dan putri TNI-AU mengawinkan gelar. Di kelompok putra, Surabaya Samator menjadi runner-up. Runner-up putri diisi Bank Jatim.

Sementara itu, PBVSI juga tidak memanggil pemain yang sedang terikat dalam kegiatan lain. Misalnya, dalam kasus pemain Surabaya Bhayangkara Samator Nizar Zulfikar. Nizar yang meraih gelar The Best Tosser pada Pro­liga 2017 urung dipanggil karena sedang menjalani pendidikan kepolisian. ''Tentu kami ingin win-win solution. Kami tidak ingin saling mengganggu kepentingan masing-masing,'' kilahnya.

Sebagai pengganti, PBVSI memanggil Aji Maulana (Palembang Bank Sumsel Babel) dan Dio Zulfikri (Jakarta Pertamina Energi) sebagai opsi pengganti Nizar. ''Kami menilai permainan mereka juga mirip dengan Nizar. Kami harap mereka bisa menambal kekosongan posisi tosser,'' ujar Regi.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=