Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Jakarta Elektrik PLN Dipenalti Rp 1 M
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday728
mod_vvisit_counterYesterday1785
mod_vvisit_counterThis week4086
mod_vvisit_counterThis month28128
mod_vvisit_counterAll4773275

sloganvoli.jpg

Jakarta Elektrik PLN Dipenalti Rp 1 M PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 05 January 2018
Tim Putra Proliga 2018 Tinggal Lima

jawapos.com, JAKARTA - Keputusan tim voli putra Jakarta Elektrik PLN untuk mundur dari Proliga 2018 ternyata sama sekali tidak gratis. Mereka diharuskan membayar denda Rp 1 miliar karena melanggar kontrak kesepakatan.

Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan menuturkan, hingga kemarin, pihaknya masih melakukan penagihan kepada klub. Dia berharap manajemen Jakarta Elektrik PLN segera menuntaskan pembayaran tersebut.

Kontrak partisipasi tim milik BUMN tersebut telah diperbarui pada 2016. Tepatnya sebelum kompetisi Proliga 2016 bergulir. Dalam kontrak itu, tim putra Jakarta ELektrik PLN sepakat mengikuti kompetisi voli profesional tertinggi di Indonesia hingga 2018.

Namun, ternyata kontrak itu dilanggar klub. "Sesuai aturan yang disetujui PP PBVSI, operator Proliga dan tim, serta diketahui notaris, Jakarta Elektrik PLN wajib membayar Rp 1 miliar sebagai penalti," jelas Reginald.

Menurut dia, denda tersebut merupakan nominal yang kecil jika dibandingkan dengan pengeluaran klub mengikuti tour Proliga. Jika mengatakan klub merugi, itu pasti. Sebab, nama besar Jakarta Elektrik PLN akan tercoreng.

Namun, Regi -panggilan Reginald Nelwan- memaklumi hal tersebut. Sebab, kondisi klub memang tidak memungkinkan untuk bersaing dengan tim papan atas Proliga lainnya.

Dari awal penyelenggaraan Proliga pada 2002, terdapat dua kejadian mundurnya tim secara tiba-tiba. Yakni, pada 2016 saat tim voli putri Manokwari Valeria Papua Barat menarik diri. Tim tersebut juga didenda Rp 1 miliar.

Meski begitu, lanjut Regi, operator Proliga tidak bisa mencari tim pengganti. Waktunya sudah mepet H-15. Pembukaan akan digelar pada 19-21 Januari di GOR Universitas Negeri Jogjakarta.

Dia memastikan tidak ada penambahan kategori di tim putra. Artinya, sekarang lima tim yang masih tersisa akan berebut tempat di final four yang mulai berlangsung pada 30 Maret sampai 1 April di GOR Ken Arok, Malang. Mereka adalah Jakarta Pertamina Energi, Palembang Bank Sumsel Babel, Surabaya Bhayangkara Samator, Jakarta BNI Taplus, dan Bekasi BVN.

Sementara itu, Ketua Harian PBV PLN Bambang Sutanto tidak mau berkomentar soal denda Rp 1 miliar itu saat dihubungi Jawa Pos tadi malam. Dia hanya menyatakan bahwa pihak klub belum siap bersaing di Proliga 2018.

Dia tidak ingin mengulang kesalahan di kompetisi sebelumnya yang nekat mengikuti kompetisi tanpa persiapan matang. Hasilnya, Jakarta Elektrik PLN gagal menembus final four dalam dua tahun terakhir.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=