Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Andersen: Saya Bukan Pembuat Mukjizat
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1853
mod_vvisit_counterYesterday1739
mod_vvisit_counterThis week3592
mod_vvisit_counterThis month46820
mod_vvisit_counterAll4948279

sloganvoli.jpg

Andersen: Saya Bukan Pembuat Mukjizat PDF Print E-mail
Written by benny   
Wednesday, 08 November 2006
Jakarta, Kompas - Pelatih voli pantai Australia, Steve Andersen, mengatakan, dirinya bukan tukang sulap yang bisa mendatangkan emas Asian Games bagi Indonesia. Namun, ia akan membantu Agus Salim dan kawan-kawan mewujudkan itu. "Saya tak bisa menjamin medali emas. Tetapi, Indonesia punya pemain yang bagus dan sudah dua kali meraih perak Asian Games, wajar kini menargetkan emas. Saya akan bekerja sama dengan pelatih dan pemain untuk fokus pada tujuan itu, dan mengidentifikasi apa yang bisa dilakukan," ujar Andersen di Jakarta.

Pelatih yang mengantar Natalie Cook/Kerri Pottharst meraih emas voli pantai putri Olimpiade Sydney 2000 ini mengatakan, pasangan utama Indonesia, Koko Prasetyo/Andy Ardiansyah, punya potensi besar, terlihat dari keberhasilan mereka dua kali masuk babak utama di seri dunia.

"Mereka sangat menjanjikan. Namun, China dan Jepang yang menjadi lawan kuat nanti punya pasangan kelas dunia. Butuh kerja keras untuk mengalahkan mereka," kata Andersen.

Harapan tetap terbuka karena Andy/Koko dan Agus Salim/Supriyadi dalam dua kesempatan hanya kalah tipis dari dua pasangan utama Jepang. Karena itu, Andersen berkonsentrasi membantu untuk meraih poin tambahan dengan mengurangi kesalahan dan memperbaiki strategi.

Salah satu sektor yang perlu dibenahi, menurut dia, adalah servis. "Dalam sistem rally point, satu-dua poin itu penting. Dengan servis yang bagus, kita bisa memperlemah posisi lawan dan mendapat kesempatan penting untuk mencetak angka. Itu sangat penting," ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua Umum PP PBVSI Rita Subowo terpilih kembali sebagai Wakil Presiden Eksekutif dan Anggota Dewan Administrasi Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) dalam kongres FIVB di Tokyo, Jepang, 23-25 Oktober.

Menurut Rita yang juga Sekjen KONI Pusat, salah satu hasil penting kongres FIVB adalah upaya meningkatkan kualitas bola voli Asia. Indonesia ditunjuk sebagai salah satu pusat pengembangannya bersama Thailand, Bahrain, dan Iran. "Diharapkan programnya bisa dimulai tahun depan, antara lain untuk meningkatkan kualitas pelatih, wasit, dan kompetisi," ujarnya.

source: Kompas
Last Updated ( Wednesday, 08 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=