Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow TeamNas arrow Duo Indonesia Bersua di Final
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday894
mod_vvisit_counterYesterday1468
mod_vvisit_counterThis week2362
mod_vvisit_counterThis month35984
mod_vvisit_counterAll4891927

sloganvoli.jpg

Duo Indonesia Bersua di Final PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 15 February 2018

jawapos.com, JAKARTA - Tim voli putra Indonesia tampil menjanjikan di Invitation Tournament atau test event Asian Games 2018. Dua tim yang turun sama-sama menang di semifinal sehingga terjadi all Indonesian final. Indonesia 1 lebih dulu memastikan satu tempat di partai puncak setelah mengandaskan Hongkong 3-1 (25-13, 23-25, 25-23, 25-20). Kemudian, Indonesia 2 berhasil menang atas Jepang 3-1 (26-24, 25-20, 23-25, 25-22) di laga kedua di Tennis Indoor, Senayan, kemarin (14/2).

Pelatih Jakarta Pertamina Energi yang mewakili Indonesia 1 Andri Widiyatmoko mengapresiasi permainan anak didiknya. Bermain konsisten dengan meminimalkan kesalahan sendiri menjadi kunci. "Untuk final besok (hari ini, Red), kami akan tampil seperti biasa. Melakukan yang terbaik dan menjaga kondisi saja," ucap pelatih kelahiran Jogjakarta itu.

Indonesia 2 tidak mau mengulangi kekalahan dari Indonesia 1 pada partai pembuka lalu. Melawan Jepang memberikan pelajaran berharga. "Taktik dan strategi pasti akan berubah," ujar pelatih Indonesia 2 Samsul Jais. Servis keras dan receive yang mumpuni menjadi modal utama membangun serangan.

Melawan Jepang, Samsul menginstruksi para pemain untuk lebih kuat saat bertahan dan menyerang dari area dalam lapangan. Strategi tersebut sengaja dipilih karena pada tiga pertandingan sebelumnya selalu mengandalkan open spike dari sisi luar lapangan. Sigit Ardian dan Ramsil Huda menjadi senjata andalan dengan spike keras keduanya.

Alhasil, strategi itu berjalan mulus. Pemain Jepang cukup sulit membaca arah serangan Indonesia 2. "Saya bilang kepada para pemain, kalau kita menang, sudah pasti posisi ke-2. Tapi, jika kalah belum tentu nomor 3," ungkap Samsul.
 
Pelatih Jepang Mayforth Gordon mengakui, tim Indonesia 2 bermain lebih baik. Menurut dia, final hari ini merupakan laga ideal.

 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=